
Jesi hari ini adalah hari pertama bekerja di kantor pusat perbelanjaan namun ia ditugaskan di bagian administrasi.
Ia berjalan menuju lobi kantor itu. dan menanyakan bagian HRD sesuai instruksi manager di cabang minimarket kemarin.
" Pagi Bu, saya mau tanya Ruang HRD di sebelah mana " tanya Jesi
" Maf anda siapa ya " tanya sang resepsionis
" Saya pegawai yang baru dipindahkan dari kantor cabang " ucap Jesi
" Oh baiklah, kamu hanya hanya tinggal naik ke lantai Lima dan Ruangannya di ujung " ucap sang resepsionis
" Oh ia... Terima kasih ya Bu " ucap Jesi
" Sama-sama " ucapnya dengan ramah
" Ternyata disini orangnya ramah-ramah semoga saja aku betah " batin Jesi
Jesi menuju Lift, ia masuk ke dalam Lift sebelah Kiri namun saat ia mencoba untuk menekan tombol untuk menutup Lift, seseorang menekan Lift itu.
Seorang laki-laki itu bingung kenapa bisa ada seorang karyawan wanita yang masuk kedalam Lift yang biasa digunakan sang CEO.
" Siapa kamu " ucap Lelaki itu dengan sinis
" Em.. Saya karyawan baru Tuan " ucap Jesi
" Pantas saja nona tidak mengetahui jika ini lift khusus pimpinan " ucap Fadli asisten CEO itu
" Tapi Tuan, Saya buru-buru dan juga Lift sebelah ada tulisan Rusak " ucap Jesi
" Saya tidak peduli " ucap lelaki itu dengan sombongnya
" Astaga kenapa wajahnya sungguh tidak asing " batin Jesi
" Jangan melamun Disni.. kamu pergi dari lift ini " ucap Sang Ceo
" Tapi Tuan jika saya pergi dari lift ini... bagaimana saya menemui bagian HRD " ucapnya Jesi dengan wajah memelas
" Kamu bisa naik Tangga " ucapnya
" Apa.. Tuan Ruang HRD itu berada di lantai lima.. " ucap Jesi
" Aku bilang aku tidak peduli, pergi kamu " ucapnya
" Tapi Tuan.. " ucap Jesi dengan wajah sedih
" Gila jika aku harus naik ke lantai lima menggunakan tangga " batin Jesi
" Fadli seret dia " ucapnya
" Baik Tuan " ucap sang asisten
" Tuan, tolong beri aku belas kasian mu... " ucap Jesi
" Saya tidak peduli " ucap sang CEO langsung menekan Lift setelah Jesi berada di luar Lift
" Ish... benar-benar bos yang kejam.. lihat saja nanti aku balas... " ucap Jesi kesal
" Gawat aku bisa telat " ucap Jesi melihat jam yang ada di tangannya
Sementara di tempat lain Sang CEO itu melamun entah mengapa wajah wanita itu tidak asing baginya.
" Tuan anda kenapa " tanya Fadli
" Tidak, kamu cari informasi siapa wanita yang barusan... " ucapnya
" Apa anda ingin memecatnya Tuan " ucap Fadli
" Tidak aku hanya ingin tahu saja... sepertinya aku pernah bertemu dengannya " ucapnya
" Baik Tuan " ucap Fadli heran
" Sepertinya Tuan tertarik dengan wanita itu... " batin Fadli
.
...****************...
.
" Gara-gara pimpinan itu.. wajahnya sih ganteng tapi sayang tidak punya ahlak " batin Jesi
Kini Jesi sudah berada di lantai Lima, ia segera mencari ruangan yang di beritahu oleh resepsionis di bawah.
" Dia bilang di lorong pasti itu dia.. " ucap Jesi segera menuju ruangan itu.
Ketika ia didepan pintu ia segera mengetuk pintu dengan sopan.
Tok... Tok... Tok....
" Masuk "
Ceklek,,
" Maf mengganggu waktu Ibu, saya Jesi karyawan yang di mutasi dari kantor cabang " ucapnya memperkenalkan diri
" Oh jadi itu kamu, silahkan duduk " ucap Keren
" Kamu terlambat dua menit " ucap seseorang yang baru saja ia lihat
" Astaga Dia lagi " batin Jesi
" Aku tertarik melihat wajah kesalnya.. sungguh wanita yang menyedihkan harus naik ke lantai Lima dengan tangga aku tidak bisa bayangkan wajah kelelahannya " batin sang Ceo
" Maf Tuan, tadi lift nya rusak, jadi saya naik kesini dengan menggunakan Tangga darurat " ucap Jesi mencoba menjelaskan
" Aku tidak butuh alasanmu... bagaimana bisa kamu terlambat seperti ini di hari pertama mu bekerja " ucap Sang CEO
" Maafkan saya Tuan, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi " ucap Jesi dengan wajah sedih
" Jelas-jelas tadi dia yang menyuruhku naik tangga, ini tidak adil " batin Jesi
" Lihat tampangnya yang menyedihkan itu... " batin Sang Ceo
" Sejak kapan Dia peduli dengan karyawan wanita.. apa dia sudah gila memperhatikan wanita yang bahkan jika di banding denganku tidak akan ada tandingannya... " ucap Keren dalam hatinya
" Kenapa Tuan Harus repot-repot sih melihat seorang karyawan wanita.. apa Tuan mengenalnya, atau ada dendam diantara Tuan padanya " batin Fadli
" Baiklah, karena saya orangnya baik hati dan tidak sombong saya akan memanfaatkan mu untuk kali ini " ucapnya
" Benar Tuan... terima kasih banyak " ucap Jesi senang
" Ingat hanya kali ini " ucapnya
" Baik Tuan... " ucap Jesi senang
" Rekomendasikan dia sebagai sekertaris ku " Bisik Sang CEO pada Sang asisten
" Baik Tuan, saya akan sampaikan kepada Nona Karen " ucap Fadli
Sang CEO pun segera keluar dari ruangan HRD ia segera naik ke lantai tujuh tempat dimana ruangannya berada.
Sementara disana masih ada Keren, Fadli dan Jesi. Fadli langsung membisikan apa yang di perintahkan sang majikan.
" Jadikan Nona ini sebagai sekertaris Tuan " bisik Fadli
" Apa " ucap Keren bingung
" Ternyata benar, gadis ini menarik perhatiannya, aku harus hati-hati tapi melihat dia harus bekerja jadi Sekretaris tidak ada yang tahan dengan sikap playboynya " batin Keren
" Baiklah kalau begitu saya mengerti " ucap Keren
" Kalau begitu saya pamit " ucap Fadli segera keluar dari ruangan itu.
Keren melihat penampilan Jesi yang terlihat sederhana namun bisa membuat Sang CEO yang terkenal Playboy meliriknya.
" Apa dia sudah hilang selera.. " batin Keren
" Nona Jesi, Saya tempatkan kamu di bagian Sekretaris CEO karena disini hanya pekerjaan itu yang sedang kosong... " ucapnya Keren
" Tapi Bu, saya tidak punya kemampuan untuk menjadi seorang sekretaris " ucap Jesi bingung
" Tidak apa, nanti Tuan Fadli yang akan mengajatimu " ucap Keren sambil tersenyum jahat
" Kenapa perasaanku menjadi tidak enak hati.. haruskah aku ambil pekerjaan ini atau menyerah saja " batin Jesi