One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 71



Reza dan Rifa sudah tiba di Club yang biasa mereka kunjungi. Di sana terlihat ramai dengan pengunjung wanita.


Mereka sudah duduk di kursi yang di sediakan untuk mereka karena sang pemilik Club adalah Teman Reza.


" Tuan, mau pesan minuman apa " tanya sang pelayan


" Seperti biasa saja " ucap Reza sambil tersenyum menggoda pelayan tersebut


" Baik Tuan, tunggu sebentar " ucap sang pelayan


" Tunggu " ucap Reza


" Ada yang bisa saya bantu Tuan " tanyanya


" Dimana Bimo " tanya Reza


" Oh, Tuan Bimo belum kesini , mungkin sebentar lagi " ucapnya


" Baiklah, jika Bimo sudah sampai kesini bilang padanya aku mencarinya " ucap Reza


" Baik Tuan "


Sang pelayan segera pergi dari sana untuk menyiapkan pesanan Reza. Sedangkan Reza dan Rifa duduk di sana sambil melihat pemandangan didepannya.


" Kenapa kamu mencari Bimo " tanya Rifa


" Biar seru saja " ucap Reza


Lima orang gadis menghampiri Kursi Reza dan Rifa. Mereka terlihat menggoda keduanya apalagi dengan pakaian yang seksi. Sungguh pemandangan yang indah isi pikiran Reza.


" Wah.. seperti mereka tertarik padamu " bisik Reza


" Aku muak dengan wanita seperti mereka " ucap Rifa


" Kamu sudah gila... ingat mereka seksi-seksi.. " bisik Reza kembali


" Bolehkah kami duduk di sini " ucap salah satu wanita itu


" Silahkan nona-nona cantik " ucap Reza sambil dengan senyum liciknya


" Boleh kenalan " ucapnya Mereka


" Boleh... " ucap Reza


" Tidak... " ucap Rifa


" Maksudnya Tuan apa.. " ucap wanita itu kecewa


" Kalian pergi... Kami sedang tidak minat dengan kalian " ucap Rifa


" Rifa " ucap Reza dengan wajah kesal


" Pergi kalian " ucap Rifa


" Ish... ganteng-ganteng sombong "


" galak amat sih bang "


" Ish sok jual mahal "


Itulah cibiran dari kelima wanita yang ingin duduk di di sebelah Rifa dan Reza saking kesalnya pada mereka.


" Kenapa dengan Rifa.. kenapa dia belum bisa melupakan Jesi, bikin kesal saja " batin Reza


" Sungguh wanita tidak tahu diri... aku tak habis pikir dengan cara pikir mereka " batin Rifa


Kelima wanita itu pun pergi dari sana meninggalkan Rifa dan Reza. Rifa yang kesal pun memilih untuk pergi ke toilet sambil menunggu kedatangan Bimo.


" Aku mau ketoilet " ucap Rifa


" Terserah lah " ucap Reza dengan wajah kesalnya


Rifa langsung pergi dari sana menuju toilet, Hari ini memang Club sangat ramai, Tanpa sengaja ia juga di tabrak oleh seorang wanita.


Bruk,,


" Astaga kalau jalan lihat-lihat " ucap Rifa dengan wajah marah


" Kamu.. " ucap wanita itu dengan wajah kesalnya


" Sok kenal banget " ucap Rifa


" Kamu yang dulu pernah nabrak aku " ucap Wanita itu


" Jangan ngaku-ngaku.. sudah nabrak bukannya minta maf " ucap Rifa


" Anggap saja kita impas " ucap Wanita itu pergi meninggalkan Rifa


Sementara Rifa hendak pergi dari sana ia menginjak Handphone entah milik siapa di pikirannya.


" Handphone siapa ini " batin Rifa


Setelah ia selesai mencuci muka ia keluar dan ingin menghampiri Reza namun tak di sangka ia bertabrakan kembali dengan wanita itu.


Bruk,,


" Kamu lagi.. kamu lagi.. hobi banget tabrak aku " ucap wanita itu dengan nada marah


" Kamu ngapain kesini lagi... bilang saja kamu ngikutin Saya " ucap Rifa semakin kesal


" Cih, siapa yang ngikutin kamu... ini tempat umum.. jangan sok kepedean " Ucapnya


" Kalau begitu awas kalau kita ketemu lagi " ucap Rifa


" Siapa juga yang mau ketemu kamu lagi " ucap Wanita itu


" Minggir " ucap Rifa pergi dari sana


" Dasar lelaki sombong, galak dan nyebelin... aku selalu sial ketemu dia terus... tapi di mana Handphone ku " ucapnya


Rifa duduk di samping Reza dan Bimo, dia benar-benar kesal hari ini terlihat dari raut wajahnya.


" Hai bro apa kabar " tanya Bimo


" Baik " ucap Rifa


" Lu kenapa mukanya kaya yang sedang kesal " ucap Bimo


" Biasalah ada cewe rese " ucap Rifa


" Jangan bilang cewe yang waktu itu kita ketemu " ucap Reza


" Tembakan mu bernar " ucap Reza meminum Minumannya


" Jangan-jangan kalian jodoh.. " ucap Bimo


" Dia juga cantik orangnya " ucap Reza


" Secantik-cantiknya wanita tetap Jesi yang paling cantik di mataku " batin Rifa


" Jangan ngomong sembarangan.. kalian kan tau tipe wanita seperti apa yang gue suka " ucapnya Rifa sambil tersenyum licik


" Ia juga sih, harus cantik dan seksi " ucap Bimo


" Oh ia kenapa Lu akhir-akhir ini sibuk " ucap Reza


" Teman gue dia liburan kesini " ucap Bimo


" Cewe " tanya Reza


" Bener bnaget " ucap Bimo


" Kenalin ke kita dong " ucap Reza


" Sebentar sepertinya dia ada disini " ucap Bimo meninggalkan Reza dan Rifa


Reza langsung tersenyum senang ketika mendengar kata wanita apalagi akan di kenalkan padanya.


" Kira-kira dia cantik ga ya " tanya Reza


" Mana aku tahu, kenal juga kagak " ucap Rifa


" Ia juga sih, semoga saja cantik " ucap Reza


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz