One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 69



Rafa sudah menyelesaikan pekerjaannya, ia dengan buru-buru pulang untuk menemui sang istri. Ia juga tak lupa membelikan martabak manis makanan kesukaan Jesi.


Kini ia sudah sampai di mansion, ia segera menuju kamarnya untuk menemui sang istri.


" Assalamualaikum " ucap Rafa


" Waalaikum salam " ucap Rena kaget karena Rafa segera berlari menuju kamarnya di lantai dua


" Kenapa Rafa pergi kesana.. bukaannya Jesi ada di kamarnya dikamar itu " batin Rena


" Rafa kamu mau kemana " tanya Refa


" Maf Umi Rafa buru-buru " ucapnya langsung menaiki tangga


Rafa segera pergi ke kamarnya, ketika ia membuka pintu kamarnya, ia tidak melihat Sang istri disana. hatinya panik, sedih dan kecewa.


Ia kembali ke lantai bawah untuk menanyakan keberadaan Jesi pada anggota keluarga yang lain.


" Umi... Momih... " ucapnya Rafa berteriak-teriak


" Ada apa nak " ucap Rena


" Ada apa Sayang " ucap Ina ketika mendengar teriakan sang putranya


" Dimana Jesi... apa dia benci sama Rafa " ucap nya dengan wajah sedihnya


" Jesi... " ucap Ina heran


" Sudah umi duga... pasti cari Jesi tapi kenapa tadi kamu tidak menanyakannya " ucap Rena


" Umi tau Jesi dimana " ucap Rafa dengan wajah khawatirnya


" Jesi ada di kamarnya " ucap Ina


" Tidak ada " ucap Rafa


" Memangnya Jesi kamarnya di atas... " ucap Rena


" Maksud Umi " tanya Rafa


" Di atas itu kan kamarmu bukan kamar Jesi " ucap Ina


" Momih betul juga... jadi maksudnya Jesi di kamar tamu " ucap Rafa sambil tersenyum


" Ia nak... " ucap Rena


" Kalau begitu aku akan Kesana " ucap Rafa


" Tunggu nak " ucap Rena langsung menahan tangan Rafa


" Ada apa Umi " tanya Rafa


" Jesi tadi sedang tidur.. jangan sampai menggangunya kasian dia " ucap Rena


" Ok Umi... Rafa hanya rindu saja " Ucapnya sambil tersenyum


" Baiklah kalau Begitu momih akan siapkan bubur untuk Rena jika dia sudah bangun tidur " ucap Ina sambil tersenyum


" Baiklah Momih, terima kasih ya " ucap Rafa


" Sama-sama nak " ucap Rafa


Rafa segera menuju kamar tamu dimana sang istri sedang beristirahat disana. sedangkan Ina dan Rena sedang membuatkan bubur dan makan malam.


Rafa membuka pintu kamar tersebut, dilihatnya sang istri sedang tertidur pulas, ia segera menghampirinya dengan senyuman diwajahnya.


" Kamu sepertinya belum sehat benat " ucap Rafa menyelimuti Jesi


Ia duduk di samping Jesi, sambil mengelus-elus rambut Jesi.


" Jesi maafkan aku... aku berjanji akan menjagamu dengan benar.. Takan ku biarkan kamu kesakitan dan menderita lagi " batin Rafa


Hal yang di lakukan Rafa membuat Jesi sangat nyaman namun ia pun sadar dari mimpinya dan kaget ketika ada seseorang yang mengelus-elus rambut Jesi.


" Astaga " ucap Jesi langsung membuka matanya


" Kamu kenapa sayang.. apa kamu mimpi buruk " ucap Rafa kaget dan panik


" Kamu yang mengelus-elus rambut Aku " tanya Jesi


" Ia sayang... memangnya kenapa " tanya Rafa


" Aku kira siapa " ucap Jesi


" Maafkan aku membuatmu kaget " ucap Rafa


" Tidak apa-apa aku memang sudah dari tadi tidur " ucap Jesi


" Apa kamu lapar " tanya Rafa


" Momih bilang dia akan buatkan bubur jika kamu bangun tidur sayang " ucap Rafa


" Aku masih kenyang " ucap Jesi


" Kalau yang ini bagaimana " tanya Rafa sambil tersenyum dan memberikan plastik berisi makanan kesukaannya


" Apa ini " ucap Jesi kaget


" Coba kamu buka sayang " ucap Rafa


Jesi langsung membuka plastik itu dengan bersemangat, dilihatnya makanan kesukaannya ia langsung menatap wajah Rafa dengan mata berbinar.


" Kenapa sayang, apa kamu tidak suka " tanya Rafa


" Terima kasih sayang " ucap Jesi langsung memeluk Rafa


" Mulai sekarang aku akan membahagiakan mu.. jika kamu menginginkan sesuatu kamu langsung bicara padaku saja " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


" Rafa benar-benar mencintai ku... maafkan aku karena berniat pergi darimu " batin Jesi


" Maafkan aku " ucap Jesi sambil meneteskan air matanya


" Sepertinya Jesi menangis " batin Rafa langsung melepaskan pelukannya


" Sayang kenapa kamu menangis " tanya Rafa menghapus air mata Jesi yang membasahi pipinya


" Sikapku kemarin-kemarin jahat padamu " ucap Jesi


" Kamu tidak jahat sayang.. aku pantas mendapatkannya karena aku tidak becus menjagamu dan anak kita " ucap Rafa sambil tersenyum dan menenangkan tubuh Jesi


" Terima kasih sudah bersedia di sampingku dan mencintaiku.. jangan pernah meninggalkan ku sayang " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


" Sekarang kamu coba martabaknya... apa semanis kamu atau bahkan kurang manis " ucap Rafa


" Kamu bisa saja Sayang " ucap Jesi tersipu malu


" Aku Suapin ya sayang " ucap Rafa


" Ia sayang "


Rafa langsung mengambil sepotong martabak itu lalu ia menyodorkan martabak itu ke depan mulut Jesi, Jesi pun langsung memakannya. Rafa menyuapi Jesi dengan senyuman di wajahnya.


" Bagaimana apa enak " tanya Rafa


" Enak " ucap Jesi sambil menguyah makanannya


" Coba aku yang makan " ucapnya memakan sepotong martabak itu


" Em... ini kalah manis dengan kamu sayang " ucap Rafa sambil tersenyum


" Kamu gombal " ucap Jesi


" Tidak sayang, Dimata ku kamu adalah segalanya " ucap Rafa


Rafa dan Jesi sudah berbaikan dan kembali romantis seperti dulu. Rifa sudah tdiak ada harapan untuk masuk kedalam kehidupan mereka sebenarnya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz