
Tidak dapat di pungkiri karena mereka tumbuh bersama kenangan seperti hal itu masih tergambar jelas di dalam pikiran mereka.
" Terima kasih kalian masih ingat hal itu " ucap Rafa sambil menangis
" Astaga kenapa Rafa jadi nangis " ucap Reza kaget
" Kamu sih punya ide seperti itu jadi Rafa nangis " ucap Leya
" Ko cowok nangis ih kaya cewek saja " ledek Lia
" Hus diam " ucap Lio pada sang adik
" Sayang, kamu baik-baik saja " tanya Sang istri pada suaminya itu
" Tidak sayang aku bahagia saja ketika kalian masih mengingat hal itu,, terima kasih sudah memberikan semangat padaku,, aku berjanji tidak akan pantang menyerah pada penyakitku " ucap Rafa menghapus air matanya
Sementara yang lainnya tampaknya sedih mendengarkan hal itu dari wajah Rafa yang tampak sedih. Mereka merasa jika Rafa orang yang paling kuat bahkan jika mereka di berikan cobaan seperti itu mereka tampak tidak akan sanggup.
" Rafa kita adalah keluarga nak,, kami pasti akan mendukung mu.. Kamu sedih kami juga sedih kamu bahagia kita juga akan bahagia " ucap Sisil
" Oma, maafkan Rafa jika selama ini Rafa punya salah sama Oma.. " ucap Rafa langsung memeluk Sisil membuat semua orang lebih sedih apalagi Ina selaku ibu kandungnya.
Rafa melepaskan pelukannya lalu memeluk Ina yang sedari tadi terus menangis memandang wajahnya.
" Momih jangan menangis.. Rafa kuat ko.. asal momih tidak sedih, karena ketika momih sedih hati Rafa sedih " ucapnya berbisik pada ina
" Kamu harus kuat dan berjuang bersama dengan Momih " ucap Ina
" Momih, terima kasih untuk semua kasih sayang yang momih berikan pada Rafa dari kecil sampai sekarang.. Rafa beruntung punya ibu seperti momih.. Aku sayang momih " ucap Rafa sambil tersenyum bahagia
" Maafkan momih belum bisa jadi ibu yang baik untukmu nak " ucap Ina sambil menangis
" Momih ibu yang terbaik di dunia ini.. terima kasih sudah melahirkan aku ke dunia ini dan maf aku belum bisa membalas semua kasih sayang dan pengobatan mu dari dulu " tanya Rafa
" Kenapa disini banyak bawang " ucap Leya menangis
" Ia,, aku sedih banget " bisik Lia meneteskan air matanya
Rafa melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya lalu kembali lagi tersenyum pada mereka, Rafa tidak mau jika mereka sedih gara-gara dirinya.
" Rafa Oma akan menengok mu sebulan sekali " ucap Sisil sambil tersenyum
" Terimakasih Oma " ucap Rafa sambil tersenyum
" Aku juga akan menengok mu kalau aku tidak sibuk " ucap Leya
" Ia, kalian jangan khawatir aku akan sembuh " ucap Rafa
" Harus.. kamu harus sembuh.. " ucap Refa
" Ia dong,, nanti yang kamu bisa hadir di acara pertunangan ku " ucap Rifa
" Pertunangan " ucapnya Semua anggota heran dengan apa yang di ucapkan Rifa
" Ah ia aku tahu,, pasti Sofia " ucap Jesi
Rifa hanya membalas mereka dengan senyuman pada anggota keluarga yang lainnya. ia bahkan menunjukan wajah merahnya pertanda ia malu.
" Aku hanya titip pada kamu jangan sampai menyakiti hati Sofia, dia anaknya baik " ucap Rafa
" Kamu tenang saja " ucap Rifa sambil tersenyum
" Cie Rafa " ucap Leya sambil tersenyum
" Ish kamu ko gitu sih.. gosip itu gosip " ucap Leya ketika semua anggota keluarganya melihat kearahnya
" Ish kenapa Rifa malah bicara begitu,, bagaimana kalau anggota keluarga yang lain malah memintaku membawa orang yang di maksud Rifa " batin Leya
" Kamu sudah punya nak " tanya Mey-mey sambil tersenyum
" Tidak Ibu " ucap Leya berkata jujur memang dirinya saat ini sedang lajang dan baru putus dengan Geri meskipun hubungannya dengan Geri baik-baik saja dan bisa di katakan jika mereka berteman.
" Ia bu " ucap Rifa sambil tersenyum licik pada Leya
" Awas Rifa,, akan ku balas kau " batin Leya
" Kenapa kamu punya pacar ga di kenalin ke kita " ucap Rena sambil tersenyum mereka senang dengan kabar Leya punya pacar karena Leya tidak pernah terdengar punya pacar.
" Umi aku tidak punya pacar " ucap Leya menjelaskan pada semua orang anggota yang ada disana
" Ah bohong tuh umi " ucap Reza menggoda Leya
" Ish, kenapa malah jadi godain aku " ucap Leya dengan wajah kesalnya
" Kamu bawa pacar kamu kesini, lalu kenalkan pada Kota " ucap Sisil
" Oma,, kenapa Oma ga percaya pada aku " ucap Leya dengan wajah cemberutnya
" Pacar Leya ganteng loh Oma " ucap Rifa
" Kamu serius " ucap Lia sambil tersenyum
" Kami ini tidak pernah cerita apa-apa tapi tahu langsung punya pacar " ucap Refa
" Ih, kalian bikin kesal " ucap Leya masih dengan wajah cemberutnya
" Sudah-sudah jangan godain Leya kasian dia " ucap Farel
" Untuk Ayah mau membela ku " ucap Leya tersenyum senang
" Kota tentukan saja pertunangannya sama kan dengan acara pertunangan Rifa " goda Farel
" Ish ayah " ucap Leya kesal kembali
Semua orang tampak senang menggoda Leya membuat acara semakin meriah terlihat juga tawa dan canda dari mereka membuat suasana lebih hangat.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...