
Jesi dan Rafa sudah sarapan mereka langsung menuju minimarket yang kemarin tempat Mesi bekerja, disana sudah ada manager yang sedang mengawasi pegawainya.
Jesi meminta maf pada sang manager karena ia kan akan naik mobil bersama teman untuk ke Jakarta dan juga ia langsung menanyakan tempat dia bekerja.
Setah mendapatkan alamat dan nama perusahaan Jesi langsung pamit dari sana dan segera masuk kedalam mobil Rafa, Mereka segera pergi dari sana.
" Bagaimana sudah beres " tanya Rafa
" Tenang saja.. semuanya sudah beres " ucap Jesi
" Syukurlah.. lalu sekarang kita langsung pergi " ucap Rafa
" Ok.. " ucap Jesi sambil tersenyum
Rafa segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena tidak ingin terjadi kecelakaan jika Ina mengebut.
" Jes, bagaimana jika kita naik pesawat saja " tanya Rafa
" Tidak ah, pasti biayanya mahal " ucap Jesi
" Kamu tenang saja .. sekarang ada promo, beli satu gratis satu " ucap Rafa
" Masa ia tiket pesawat juga ada promo " ucap Jesi
" kamu ga tau ya.. ketinggalan Zaman " ucap Rafa
" Ko aku baru tau " ucap Jesi
" Maafkan Aku Jesi karena membohongi mu.. aku hanya tidak mau kamu cape di perjalanan " batin Rafa
" Aku sudah pesan dan tidak bisa di cancel " ucap Rafa
" Yasudah sayang juga kalau tidak di pakai " ucap Jesi
" Hore.. terima kasih cantik " ucapnya Rafa Senang
" Tapi ini pengalaman pertama bagiku naik pesawat " batin Jesi
" Kamu benar-benar beda dengan wanita di luar sana.. andai kamu jodohku aku pasti kaan beruntung " batin Rafa
Kini Rafa dan Jesi sudah sampai di bandara, mereka segera menuju pesawat, Meskipun Jesi gugup namun Rafa merangkulnya untuk segera masuk kedalam pesawat
Setelah menunggu hampir lebih satu jam setengah mereka tiba di Jakarta, ternyata apa yang di bayangkan oleh Jesi salah, baik pesawat tidak setakut yang ia bayangkan.
" Ayo kita turun " ajak Rafa sambil tersenyum
" Eh ia " ucap Jesi kaget karena tidak lama di pesawat
" Kenapa wajahmu seperti orang tegang " ucap Rafa melihat wajah pusat Jesi
" Aku hanya kaget saja " ucap Jesi
" Kamu tenang saja, selama ada aku semuanya akan baik-baik saja " ucap Rafa
" Terima kasih " ucap Jesi sambil tersenyum
" Kita mau makan dulu atau langsung ke apartemen " tanya Rafa
" Langsung saja deh.. aku mau membereskan barang-barang ku " ucap Jesi
" Baiklah tuan putri " ucap Rafa
Mereka segera naik taksi dan menuju ke gedung apartemen milik Rafa, sebenarnya apartemen itu Satu gedung dengan Apartemen milik Lio namun beda lantai.
Sebenarnya Rafa sengaja mau memberikan kejutan ketika sudah ada disana.
" Jesi pasti nanti kamu suka dengan kejutan yang aku buat " batin Rafa
" Untung hati ini aku di berikan libur sama perusahaan, jadi aku bisa pergunakan waktu untuk beres-beres " ucap Jesi dalam hatinya
" Silahkan masuk Tuan putri " ucap Rafa
" Selalu saja begitu " ucap Jesi
" Tidak masalah kan " ucap Rafa
" Malu di lihatin orang " ucap Jesi
" Tidak apa-apa ko Tuan dan Nona... aku akan pura-pura tidak lihat saja " ucap sang supir taksi
" AW, sakit " ucap Rafa
" Tuan dan nona kita mau kemana " tanya sang supir taksi
" Kita ke gedung apartemen A " ucap Rafa
" Baik Tuan " ucap Sang supir
Hari ini Jesi sedikit lelah jadi ia tidak sadar tertidur di bahu Rafa membuat Rafa senang dan malah memperhatikan Jesi.
" Kamu benar-benar cantik, rasanya aku mau culik kamu dan membawamu ke penghulu " batin Rafa
Sesampainya di Gedung apartemen, Rafa meminta tolong sang supir untuk membawakan koper Jesi.
" Tuan, kita sudah sampai " ucap Sang supir
" Pak, bisakah Bapak bawakan koper kami, nanti saya berikan tips buat bapak " ucap Rafa
" Baik Tuan " ucap Sang supir
Rafa menggendong Jesi ke apartemennya, yang di buntuti oleh sang supir taksi. Setelah di depan pintu apartemennya Rafa segera membuka pintunya lalu menyuruh sang supir untuk menunggunya terlebih dahulu karena ia akan menidurkan Jesi ke kamar.
" Pa.. tunggu disini sebentar " ucap Rafa
" Baik Tuan " ucapnya
" Kamu tunggu dulu di sana ya tuan Putri " batin Rafa membaringkan tubuh Jesi di kasur
Rafa segera menghampiri sang supir lalu memberikan uang seratus ribuan lima lembar sebagai tanda terima kasihnya.
" Pa, maf menunggu lama.. ini untuk bapak " ucap Rafa sambil tersenyum
" Aduh Tuan ini terlalu banyak " ucapan sang supir
" Kembaliannya untuk tips bapak... terima kasih sudah membatu saya batusan " ucap Rafa
" Aduh Tuan, Saya yang harus berterima kasih pada anda " ucap sang supir
" Sama-sama " ucap Rafa
" Kalau begitu saya pamit " ucap sang supir
" Silahkan pa " ucap Rafa
Rafa segera menutup pintunya lalu membawa masuk koper milik Jesi dan langsung ia letakan di kamarnya.
Rafa segera menghampiri Jesi yang sedang tertidur pulas, ia juga tak lupa untuk menyelimuti tubuh Jesi lalu mencium keningnya Jesi.
" Jesi.. I love you " ucap Rafa pelan
Ia segera membaringkan tubuhnya di samping Jesi, namun wajahnya memperhatikan Jesi yang masih tertidur pulang.
" Kamu benar-benar membuat diriku mabuk kepayang... andai kamu tidak menolakku terus " batin Rafa
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz