One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 36



Jesi Dan Mesi sudah dalam perjalanan menuju butik tersebut, tiba-tiba handphone milik Jesi berbunyi, Jesi melihat nama calon suaminya yang menghubunginya, ia segera mengangkatnya.


Tut... Tut... Tut...


" Halo sayang " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


" Kamu sekarang dimana " tanya Rafa


" Aku sedang di dalam mobil bersama dengan Mesi, aku sedang dalam perjalanan menuju butik " ucap Jesi


" Bagus.. aku sekarang menuju mobil untuk segera menuju butik " ucap Rafa


" Yasudah kamu hati-hati dijalan.. " ucap Jesi


" Kamu juga sayang, hati-hati di jalan " ucap Rafa sambil tersenyum


" Ia sayang " ucap Jesi


Jesi langsung menutup teleponnya dan melihat wajah Mesi yang tampak seperti menggoda dirinya.


" Pasti itu Rafa... dia orangnya romantis juga " ucap Mesi


" Dia sangat baik padaku " ucap Jesi


" Aku tau dia pasti sangat menyukaimu " ucap Mesi


" Ia... " ucap Jesi tersipu malu


" Bagaimana dengan si brengsek itu " tanya Mesi


" Siapa maksud mu " ucap Jesi


" Dia yang memperkosa dirimu " ucap Mesi dengan nada kesal


" Dia juga akhir-akhir ini baik padaku, tadi pagi ketika aku muntah-muntah dia menolong ku juga " ucap Jesi


" Jangan tertipu padanya.. aku kurang suka padanya.. dia benar-benar lelaki pengecut " ucap Mesi


" Kamu tenang saja aku tidak akan mudah luluh padanya " ucap Jesi


" Bagus.. kalau perlu beri dia pelajaran " ucap Mesi


" Maksud mu apa " tanya Jesi dengan raut wajah tidak mengerti


" Kamu kerjain dia... bilang saja kamu ngidam anu dan dia harus membawanya untuk anakmu " ucap Mesi


" Kamu benar juga " ucap Jesi sambil tersenyum jahat


" Kalau perlu kamu bilang mau bukan di langit bawa ke hadapanmu sekalian " ucapnya Mesi


" Itu mana mungkin " ucap Jesi


" Ya kan seandainya " ucap Mesi


" Aku kan pikirkan itu " ucap Jesi


" Kamu jangan terlalu baik jadi orang... " ucap Mesi


" Aku takut menyakiti Rafa " ucap Jesi


" Biarkan saja, toh dia ayah kandung anak yang ada di dalam kandungan mu... dia juga harus menderita seperti dirimu " ucap Mesi


" Terima kasih.. aku senang punya saudara dan sahabat seperti mu " tanya Jesi


" Tidak usah sungkan " ucap Mesi memeluk Jesi.


Suara Supir mengagetkan mereka. Lalu mereka melepaskan pelukannya masing-masing. dan segera keluar dari mobil tersebut.


" Nona Mesi.. kita sudah sampai " ucap Sang supir


" Oh ia pa .. terima kasih " ucap Mesi


" Ayo kita keluar dari sini " ajak Jesi


" Ayo " ucap Mesi


" Pa... jangan tunggu saya... bapak langsung pulang saja... bilang saja sama ayah nanti aku pulangnya bersama dengan Lio " ucap Mesi pada sang supir


" Baik Nona " ucapnya


Mesi segera masuk kedalam butik tersebut sementara Sang supir pun segera pulang ke rumah kediaman Mesi.


" Selamat Siang Nona... ada yang bisa saya bantu " ucap sang pelayan


" Saya Mesi.. dan ini teman saya bernama Jesi " ucap Mesi


" Oh Nona Mesi.. silahkan masuk... ikut saja ke ruangan khusus " ucap sang pelayan


" Ruangan khusus maksudnya " tanya Mesi


" Nyoya Ina adalah pelanggan VVIP kami... beliau juga berpesan pada Kami untuk memperlakukan Nona sebagai tamu VVIP juga " ucap Sang pelayan


" Astaga Momih baik juga orangnya " ucap Jesi


" Sttt sudah sebaiknya kita ikuti mereka saja " ucap Mesi


" Ia "


" Silahkan duduk, Nona berdua tunggu disini saya akan memanggil Pemilik butik ini " ucap sang pelayan segera pergi dari sana


" Apa aku tidak salah.. masa pemiliknya langsung yang menyambut kita " ucap Jesi


" Kamu tau kan keluarga Wiratmaja, orang kaya no 1 negara ini... jadi tidak usah heran juga " ucap Mesi


" Aku jadi gugup " ucap Jesi


" Tenang ada aku " ucap Mesi sambil tersenyum


Tak lama datanglah pemilik butik tersebut, dia terlihat sangat cantik dan seksi namun dari wajahnya terlihat tampak jutek.


" Kalian cuma berdua " ucap Sang pemilik butik tersebut


" Ia.. calon pasangan kami sedang di perjalanan menuju kesini " ucap Mesi


" Aku tidak yakin jika mereka mau menikah dengan kalian " ucapnya


" Apa maksudmu " tanya Mesi dengan kesal


" lihat tampang kalian, wajah standar, body biasa... masa ia mereka tertarik pada kalian " ucapnya


" Jaga mulutmu " ucap Mesi


" Mesi sudah jangan berantem " Ucap Jesi


" Kenapa... memang benar kan.. aku tau kalian pasti wanita yang pandai merayu lelaki kaya.. " ucapnya menghina Mesi dan Jesi


" Sialan wanita ini.. aku rasanya pingin Jambak Dia " batin Mesi


" Rafa kamu dimana sih... " batin Jesi mulai panik


" Aku disini tamu VVIP.. jangan bertindak gegabah... tamu adalah raja... maksudku ratu " ucap Mesi seperti meledek sang pemilik butik


" Sialan dia mengancamku " ucap Sang pemilik butik dalam hatinya


" Cih... sombong sekali kamu.. serasa Lio akan menikahi mu.. kita lihat apa yang akan terjadi jika Lio tau kamu itu wanita murahan " ucapnya sambil tertawa jahat


" Jaga omonganmu " ucap Mesi langsung mendorong tubuh wanita itu


" Wanita sialan " teriakannya


Tiba-tiba Rafa datang lebih dahulu, ia melihat Mesi mendorong Pemilik butik yang tidak lain teman kuliah mereka yang bernama Mila


" Astaga Mesi " ucap Rafa membentak Mesi


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz