
Jesi Dan Mesi sudah dalam perjalanan menuju butik tersebut, tiba-tiba handphone milik Jesi berbunyi, Jesi melihat nama calon suaminya yang menghubunginya, ia segera mengangkatnya.
Tut... Tut... Tut...
" Halo sayang " ucap Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi
" Kamu sekarang dimana " tanya Rafa
" Aku sedang di dalam mobil bersama dengan Mesi, aku sedang dalam perjalanan menuju butik " ucap Jesi
" Bagus.. aku sekarang menuju mobil untuk segera menuju butik " ucap Rafa
" Yasudah kamu hati-hati dijalan.. " ucap Jesi
" Kamu juga sayang, hati-hati di jalan " ucap Rafa sambil tersenyum
" Ia sayang " ucap Jesi
Jesi langsung menutup teleponnya dan melihat wajah Mesi yang tampak seperti menggoda dirinya.
" Pasti itu Rafa... dia orangnya romantis juga " ucap Mesi
" Dia sangat baik padaku " ucap Jesi
" Aku tau dia pasti sangat menyukaimu " ucap Mesi
" Ia... " ucap Jesi tersipu malu
" Bagaimana dengan si brengsek itu " tanya Mesi
" Siapa maksud mu " ucap Jesi
" Dia yang memperkosa dirimu " ucap Mesi dengan nada kesal
" Dia juga akhir-akhir ini baik padaku, tadi pagi ketika aku muntah-muntah dia menolong ku juga " ucap Jesi
" Jangan tertipu padanya.. aku kurang suka padanya.. dia benar-benar lelaki pengecut " ucap Mesi
" Kamu tenang saja aku tidak akan mudah luluh padanya " ucap Jesi
" Bagus.. kalau perlu beri dia pelajaran " ucap Mesi
" Maksud mu apa " tanya Jesi dengan raut wajah tidak mengerti
" Kamu kerjain dia... bilang saja kamu ngidam anu dan dia harus membawanya untuk anakmu " ucap Mesi
" Kamu benar juga " ucap Jesi sambil tersenyum jahat
" Kalau perlu kamu bilang mau bukan di langit bawa ke hadapanmu sekalian " ucapnya Mesi
" Itu mana mungkin " ucap Jesi
" Ya kan seandainya " ucap Mesi
" Aku kan pikirkan itu " ucap Jesi
" Kamu jangan terlalu baik jadi orang... " ucap Mesi
" Aku takut menyakiti Rafa " ucap Jesi
" Biarkan saja, toh dia ayah kandung anak yang ada di dalam kandungan mu... dia juga harus menderita seperti dirimu " ucap Mesi
" Terima kasih.. aku senang punya saudara dan sahabat seperti mu " tanya Jesi
" Tidak usah sungkan " ucap Mesi memeluk Jesi.
Suara Supir mengagetkan mereka. Lalu mereka melepaskan pelukannya masing-masing. dan segera keluar dari mobil tersebut.
" Nona Mesi.. kita sudah sampai " ucap Sang supir
" Oh ia pa .. terima kasih " ucap Mesi
" Ayo kita keluar dari sini " ajak Jesi
" Ayo " ucap Mesi
" Pa... jangan tunggu saya... bapak langsung pulang saja... bilang saja sama ayah nanti aku pulangnya bersama dengan Lio " ucap Mesi pada sang supir
" Baik Nona " ucapnya
Mesi segera masuk kedalam butik tersebut sementara Sang supir pun segera pulang ke rumah kediaman Mesi.
" Selamat Siang Nona... ada yang bisa saya bantu " ucap sang pelayan
" Saya Mesi.. dan ini teman saya bernama Jesi " ucap Mesi
" Oh Nona Mesi.. silahkan masuk... ikut saja ke ruangan khusus " ucap sang pelayan
" Ruangan khusus maksudnya " tanya Mesi
" Nyoya Ina adalah pelanggan VVIP kami... beliau juga berpesan pada Kami untuk memperlakukan Nona sebagai tamu VVIP juga " ucap Sang pelayan
" Astaga Momih baik juga orangnya " ucap Jesi
" Sttt sudah sebaiknya kita ikuti mereka saja " ucap Mesi
" Ia "
" Silahkan duduk, Nona berdua tunggu disini saya akan memanggil Pemilik butik ini " ucap sang pelayan segera pergi dari sana
" Apa aku tidak salah.. masa pemiliknya langsung yang menyambut kita " ucap Jesi
" Kamu tau kan keluarga Wiratmaja, orang kaya no 1 negara ini... jadi tidak usah heran juga " ucap Mesi
" Aku jadi gugup " ucap Jesi
" Tenang ada aku " ucap Mesi sambil tersenyum
Tak lama datanglah pemilik butik tersebut, dia terlihat sangat cantik dan seksi namun dari wajahnya terlihat tampak jutek.
" Kalian cuma berdua " ucap Sang pemilik butik tersebut
" Ia.. calon pasangan kami sedang di perjalanan menuju kesini " ucap Mesi
" Aku tidak yakin jika mereka mau menikah dengan kalian " ucapnya
" Apa maksudmu " tanya Mesi dengan kesal
" lihat tampang kalian, wajah standar, body biasa... masa ia mereka tertarik pada kalian " ucapnya
" Jaga mulutmu " ucap Mesi
" Mesi sudah jangan berantem " Ucap Jesi
" Kenapa... memang benar kan.. aku tau kalian pasti wanita yang pandai merayu lelaki kaya.. " ucapnya menghina Mesi dan Jesi
" Sialan wanita ini.. aku rasanya pingin Jambak Dia " batin Mesi
" Rafa kamu dimana sih... " batin Jesi mulai panik
" Aku disini tamu VVIP.. jangan bertindak gegabah... tamu adalah raja... maksudku ratu " ucap Mesi seperti meledek sang pemilik butik
" Sialan dia mengancamku " ucap Sang pemilik butik dalam hatinya
" Cih... sombong sekali kamu.. serasa Lio akan menikahi mu.. kita lihat apa yang akan terjadi jika Lio tau kamu itu wanita murahan " ucapnya sambil tertawa jahat
" Jaga omonganmu " ucap Mesi langsung mendorong tubuh wanita itu
" Wanita sialan " teriakannya
Tiba-tiba Rafa datang lebih dahulu, ia melihat Mesi mendorong Pemilik butik yang tidak lain teman kuliah mereka yang bernama Mila
" Astaga Mesi " ucap Rafa membentak Mesi
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz