One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 77



Kini pesawat sudah mendarat pagi hari, Rafa membangun Sang istri karena sudah sampai. Rifa juga terlihat sudah bangun.


Mereka segera keluar dari pesawat dan menuju hotel dimana mereka akan menginap, mereka pergi menggunakan taksi yang sudah di siapkan oleh pihak hotel.


" Akhirnya kita sudah sampai juga " ucap Jesi


" Ia sayang.. apa kamu senang " tanya Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Rifa terlihat diam dan tidak banyak bicara, ia sesekali mencuri-curi pandang pada Jesi. dari bandara menuju hotel mereka menempuh perjalan Empat puluh menit.


Sepanjang perjalanan pemandangannya sangat indah, apalagi di tambah banyak pepohonan disana membuat udaranya sangat segar.


" Jesi pakai jaket mu, diluar dingin " ucap Rifa


" Hah.. dia peduli padaku " batin Jesi


" Ia betul sayang, cuacanya dingin nanti kamu masuk angin " ucap Rafa


" Kau harus berpikiran Positif Rafa.. Bagaimana pun aku dan Rifa sudah berbaikan " batin Rafa


" Baiklah kalau begitu " ucap Jesi sambil tersenyum melihat Rafa memberinya sebuah jaket


Kini mereka sudah sampai di hotel. Mereka sudah memesan dua kamar. satu untuk Jesi dan Rafa satu lagi untuk Rifa.


Sesampainya di hotel, Mereka langsung masuk kedalam dan mengambil kunci kamar mereka.


" Saya mau mengambil kunci kamar atas nama Rafa dan Rifa " ucapnya


" Tuan kuncinya " ucap resepsionis menyerahkan kuncinya kepada Rafa


" Terima kasih " ucap Jesi sambil tersenyum


" Rifa ini kunci kamarmu " ucap Rafa


" Terima kasih ka " ucap Rifa sambil tersenyum


" Aku dan Jesi mau pergi ke kamar dulu.. kamu juga harus istirahat.. nanti kita ketemu waktu makan siang " ucap Rafa


" Baiklah " ucap Rifa segera menuju kamarnya.


Rafa pun mengajak sang istri menuju kamar hotel. Ini adalah kesempatan Rafa untuk berduaan dengan sang istri sekaligus bisa menunjukan rasa cintanya.


" Ayo sayang " ajak Rafa sambil tersenyum


Mereka pun masuk menuju kamar hotel tersebut, sebenarnya kamar hotel Rifa dan Rafa itu bersebelahan.


Kamar hotel yang nyaman bagi mereka apalagi ketika membuka jendela mereka melihat pemandangan yang langsung menuju Pantai. Sungguh indah suara deburan ombak membuat Jesi senang.


" Sayang kenapa masih disini " ucap Rafa memeluk sang istri dari belakang saat di balkon melihat pemandangan pantai


" pemandangannya sungguh indah sayang " ucap Jesi


" Ia indah... sama seperti kamu " ucap Rafa sambil tersenyum


" Kamu sekarang suka gombal " ucap Jesi


" Aku hanya menggombal pada istri ku, apa boleh " ucap Rafa


" Boleh sayang " ucap Jesi


" Kita istirahat dulu sayang, Nanti siang kita main di pantai " ucap Rafa


" Kamu serius sayang " ucap Jesi antusias


" Serius Sayang " ucap Rafa


Mereka pun membaringkan tubuhnya di atas kasur yang empuk, dan mencoba beristirahat meskipun di dalam pesawat mereka tidur namun rasa cape hilang.


Sementara di tempat lain Rifa tampak gelisah memikirkan bagaimana keadaan Jesi dengan sang kakak.


" Aku tidak bisa jika cuma disini " ucap Rifa


Tiba-tiba Handphonenya berbunyi seseorang bernama Sofia menghubunginya, ia segera mengangkat telepon itu.


Kring... Kring...


" Kamu kemana saja dari tadi aku hubungi " ucap Sofia dengan nada kesal


" Aku baru sampai hotel " ucap Rifa dengan nada sinis


" Kamu menginap di mana.. kita sarapan bareng " ajak Sofia


" Baiklah aku aku menemui mu, kamu tunggu aku disana " ucap Rifa


" Baiklah aku akan menunggumu, tapi jangan lama-lama aku sangat lapar " ucap Sofia sambil tersenyum


" Baiklah " ucap Rifa menutup teleponnya dan segera pergi dari kamar hotel


Sebenarnya saat ini ia ingin menggedor kamar sang kakak, namun niatnya ia urungkan takut sang kakak akan curiga padanya.


Rifa pergi ke hotel dimana Sofia berada kebetulan hotel mereka tidak terlalu jauh, jadi Rifa hanya berjalan kaki saja menuju hotel tersebut.


Rifa langsung menuju kamar Sofia yang berada di lantai tiga. Setelah sampai di kamarnya Sofia ia langsung memencet bel agar Sofia keluar dari kamar hotelnya.


Ting... Tong... Ting... Tong...


Ceklek,,


" Pagi Rifa " ucap Sofia


"Pagi juga.. kamu sudah siap " tanya Rifa


" Siap.. ayo kita jalan " ucap Sofia menghampiri Rifa dan langsung menggandeng tangan Rifa


" Lepaskan tanganmu ini " ucap Rifa


" Demi kelancaran akting kita " ucap Sofi sambil tersenyum


" Mereka tidak ada disini jangan sok berakting, aku tidak suka " ucap Rifa melepaskan tangan Sofia yang berada di lengannya


" Eh kenapa Rifa jadi begini.. dia tidak sedingin ini sebelumnya " batin Sofia


" Entah mengapa aku menyesal punya ide seperti ini.. namun tidak ada pilihan " batin Rifa


" Baiklah kamu Jangan marah ok " ucap Sofia


" Untuk kali ini aku maafkan " ucap Rifa langsung pergi dari sana. Sedangkan Sofia langsung mengejar Rifa


" Tunggu " ucap Sofia


" Dasar lamban " ucap Rifa


" Ish kenapa dia menyebalkan lagi.. padahal kemarin aku merasa dia sudah berubah " batin Sofia


Mereka berjalan menuju restoran yang ada di pinggir pantai untuk melakukan sarapan bersama.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz