One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 92



Mereka langsung masuk kedalam apartemen Gea, yang sudah di membuka oleh Rifa. Suasana gelap dan banyak debu bisa dirasakan disana.


Mereka berjalan masuk kedalam, hingga mereka berjalan menuju kamar Gea, dengan pencahayaan dari senter handphone yang mereka miliki.


Sesampainya disana ia melihat sosok Geri disana, semua orang tampak bingung namun ketika cahaya masuk barulah sosok Geri bisa di kenali.


Geri kaget ketika melihat semua yang ada dihadapannya, namun tidak dengan sosok yang ia sangat rinduku yaitu Leya. ia langsung memeluk Leya dengan erat.


Tapi wajah Geri tampak berubah ketika melihat sosok Rifa dan Rafa di hadapannya, emosinya kini naik, ia teringat akan semua hal tentang mereka.


Rafa pun tampak sama seperti Geri, ia marah dan menyeret tangan Leya untuk pergi bersamanya dari sana. Namun Leya menolaknya


Hingga akhirnya Rifa marah karena tahu jika Sofia dan Geri masih satu keluarga. Sofi langsung mengejar Rifa yang pergi dari sana.


Tak lama kemudian Margaret datang dan membuat keduanya saling memanas, apalagi dengan kata-kata Margaret seakan memperkeruh keadaan.


Leya dan Geri pada akhirnya bertengkar hingga Leya memutuskan hubungannya dengan Geri. meskipun berat namun harus ia lakukan.


Setelah itu Leya pergi dari sana yang di susul oleh Rafa dan Jesi, mereka masuk kedalam mobil, Rafa langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sepanjang jalan Leya tampak meneteskan air matanya, Rafa dan Jesi merasa kasian pada Leya saat itu.


" Leya, sudah kamu jangan menangis " ucap Jesi


" Aku merasa sedih sekarang " ucap Leya


" Kalau begitu bagaimana kalau kita makan dulu " tanya Rafa


" Aku mau pulang saja " ucap Leya


Rafa dan Jesi pun memutuskan untuk menuruti semua keinginan Leya yang masih dalam keadaan emosi.


Sebenarnya bukan ini yang Rafa inginkan ketika melihat Leya dan Geri. tapi sosok Geri yang ia tidak tahu ada disana membuat mereka kaget dan gambaran masa lalu terlintas kembali.


" Leya, wanita tadi siapa " tanya Jesi


" Dia Margaret, dia sahabatnya Gea " ucap Leya membuat Rafa langsung ingat sosok Margaret


" Kamu Benar, dia wanita yang menghubungi ku waktu Gea lompat dari gedung itu,, jelas-jelas dia ada di lokasi apartemen Gea tapi sosoknya tidak ada" ucap Rafa


" Apa kamu mencurigai Margaret " tanya Jesi


" Menurut mu bagaimana " tanya Rafa pada Leya


" Aku sudah tidak bisa berkata apapun, aku hanya ingin menenangkan diriku sendiri " ucap Leya langsung turun dari mobil ketika mobilnya sudah sampai di halaman rumah keluarga Wiratmaja


Jesi ikut turun dari sana lalu memegang tangan Leya sambil tersenyum ia berkata " bisakah kita bicara penting "


Leya hanya menganggukkan kepalanya tanda ia sengaja menyetujui keinginan Jesi. sedangkan Rafa heran melihat tingkah Jesi.


" Tunggu sayang " ucap Rafa memegang tangan Jesi


" Sayang, aku akan menenangkan Leya dahulu, kamu pergi duluan saja ke kamar nanti aku menyusul " ucap Jesi sambil tersenyum


" Baiklah sayang aku mengerti " ucap Rafa pergi ke kamarnya untuk beristirahat


Jesi langsung masuk kedalam kamar Leya yang kebetulan tidak di kunci, ia melihat Leya sedang sedih mungkin karena kejadian tadi bersama Geri.


" Leya " ucap Jesi mendekati Leya


" Aku mau bicara sesuatu padamu " ucap Jesi


" Ada apa " tanya Leya dengan wajah bingungnya


" Aku mau minta tolong padamu untuk mencari bukti jika Rafa dan Rifa tidak bersalah dengan kematian Gea, aku percaya pada mereka " ucap Jesi


" Tapi kamu tau sendiri kan, di apartemen Gea ada Geri disana, lagian aku membenci geri " ucap Leya


" Aku tau perasaan mu, tapi Rifa tidak punya waktu, setelah pembunuh Gea terungkap ia akan melakukan pengobatan di luar negeri " ucap Jesi


" Jadi Rifa sakit " ucap Leya kaget


" Ia, dia sakit.. aku harap kamu pikirkan lagi masalah ini, hanya kamu yang bisa membantu kau dan Rafa,, aku mohon " ucap Jesi


Leya mengalah dan mau membantu Rafa dan Jesi, ia juga akan membuktikan pada Geri jika Keluarganya tidak bersalah, tidak seperti yang Geri katakan tadi.


" Baiklah, aku akan membantumu, tapi aku akan mengajak Reza, biar bagaimanapun dia juga punya otak cerdik.. " ucap Leya


" Baiklah, asal kamu sembunyikan sakit Rafa dari semua orang, aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk mengumumkan penyakit Rafa " ucap Jesi


" Lalu sampai kapan kamu akan menyembunyikan penyakit Rafa " tanya Leya


" Sampai semuanya jelas, Rafa juga Tidka mau membuat anggota yang lainnya khawatir dan sedih " ucap Jesi


" Baiklah aku akan menyembunyikan " ucap Leya sambil tersenyum


" Kalau begitu Aku pamit dulu, Rafa sedang menunggu ku " ucap Jesi hendak pergi


" Jesi " ucap Leya


" Ada apa " tanya Jesi bingung


" Jaga Rafa, kalau ada apa-apa kasih tau aku " ucap Leya


" Baiklah " ucap Jesi pergi dari sana


Namun sebelum ia pergi ke kamarnya ia pergi ke dapur untuk membuatkan makanan yang sehat dan jus untuk Rafa, Rafa sangat butuh makanan yang sehat untuk menjaga tubuhnya agar tidak sakit-sakitan.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...