One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 29



Setelah selesai memakan baso tersebut, mereka segera kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya, seperti biasa Rafa mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Bagaimana baksonya apa kamu suka " tanya Rafa


" Suka, sangat enak... dan sangat pedas " ucap Jesi


" Jangan banyak makan makanan yang pedas, kasian bayi kita " ucap Rafa sambil tersenyum


" Bayi kita " ucap Jesi bingung


" Aku sudah menganggap bayi ini adalah bayi kita, kamu dan dia adalah tanggung jawab ku " ucap Rafa


" Terima kasih " ucap Jesi dengan mata yang berkaca-kaca


" Sama-sama sayang, mulai besok kita akan sering makan bakso disana " ucap Rafa


" Tidak usah sayang " ucap Jesi


" Kenapa sayang " tanya Rafa


" Karena aku hanya ingin makan hari ini saja " ucap Jesi


" Apa kamu yakin " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi sambil tersenyum


" Baik Sayang, mulai sekarang kalau kamu mau makan apapun kasih tau aku, aku pasti memberikannya untuk mu " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Kini mereka sudah sampai di kantor, mereka segera menuju ruangan mereka. Rafa segera masuk kedalam Ruangannya sementara Jesi duduk di kursi miliknya.


Jesi heran karena melihat satu kotak makanan di atas meja miliknya tersebut.


" Apa ini... " tanya Jesi pada dirinya Sendiri


" Lebih baik aku buka saja, baunya sih enak " ucap Jesi langsung membuka kotak makan tersebut


Ia kaget begitu membuka kotak itu ternyata Rujak, dengan beberapa buah-buahan yang tampak segar dan menggugah selera.


" Sepertinya ini enak, tapi tunggu ini punya siapa.. tapi kan ada di mejaku, apa jangan-jangan Rafa membelikannya untukku " ucap Jesi


Jesi mulai memakan buah mangga yang muda, ternyata membuatnya ketagihan, rasa pedas dan asam menjadi satu didalam mulutnya.


" Ini benar-benar enak... aku suka " ucapnya Jesi langsung memakan rujak tersebut.


Sementara di sudut lain terlihat seorang pria sedang mengintip Jesi yang sedang memakan makanan itu. Ekspresi sangat senang ketika dengan lahapnya Jesi memakan makanan itu.


" Terima kasih sudah memakan makanan itu " ucap Rifa, dia adalah orang yang mengintip itu.


Rifa dengan senangnya menghampiri meja Jesi, sebenarnya ia sengaja Kesana untuk bertemu dengan Rafa dan menyerahkan laporan. Namun ketika melihat Jesi yang sedang asik makan. Ia langsung terpikir ide untuk membuat Jesi kesal.


" Em.. sepertinya enak Tuh " ucap Rifa


" Enak banget " ucap Jesi


" Kalau begitu bagi dong " tanya Rifa


" Enak saja, ini milikku.. tidak akan aku membaginya " ucap Jesi


" Kalau dia tau rujak itu dari aku... bagaimana ekspresinya " Batin Rifa


" Dasar Pelit " ucap Rifa


" Biarin " ucap Jesi


" Dia lebih imut jika bersikap begini padaku.. ah aku mikir apaan sih " batin Rifa


" Merusak kesenangan saja " batin Jesi


Rifa merebut sendok yang ada di tangan Jesi lalu mengambil satu buah yang ada di dalam kotak Rujak tersebut lalu memakannya.


Jesi hanya bisa terkejut lalu dengan ekspresi marah langsung memukul Rifa dengan beberapa laporan yang ada di mejanya.


" Apa yang kamu lakukan " ucap Jesi marah


" Em.. enaknya " ucap Rifa


" Itu punyaku " ucap Jesi


" Aku hanya mencicipi sedikit, kenapa kamu marah " ucap Rifa


" Tetap saja Itu punyaku " ucap Jesi


" Nih aku kembalikan sendok ya " ucap Rifa


" Memangnya kamu beli dimana, aku jadi penasaran, bisa beli rujak seenak ini " ucap Rifa


" Em.. aku juga ga tau, tiba-tiba ada di meja ku " ucap Jesi


" Bodoh, bagaimana kalau kamu di racuni orang lain " ucap Rifa


" Berarti kamu juga akan mati " ucap Jesi


" Maksud kamu apa " ucap Rifa


" Tadikan kamu juga makan rujaknya, karena sudah makan rujaknya ya jadi kita mati sama-sama " ucap Jesi


" Sialan, kamu nyumpahin aku mati, aku masih mau hidup " ucap Rifa


" Ish, kamu sendiri yang tadi hilang racun-racun gitu " ucap Jesi


" Sudahlah aku masuk dulu ke dalam " ucap Rifa merasa salting


" Silahkan " ucap Jesi


Jesi melanjutkan memakan Rujak tersebut tentunya dengan sendok yang baru sementara Rifa masuk kedalam ruangan sang kakak.


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Siang ka, aku bawakan laporan yang kamu mau " ucapnya Rifa meletakkan laporan itu di meja kerja Rafa


" Kamu kalau di kantor tolong profesional " ucap Rafa


" Kenapa " tanya Rifa


" Aku atasan mu sekarang " ucap Rafa


" Baiklah terserah " ucap Rifa dengan cuek


" Aku pamit " ucap Rifa ingin segera meninggalkan ruangan sang kakak namun langkahnya terhenti ketika Rafa memanggilnya kembali


" Rifa tunggu " ucap Rafa


" Ada apa, aku sibuk " ucap Rifa


" Aku peringatkan mu untuk tidak mengganggu hidup Jesi lagi " ucap Rafa


" Terserah aku dong " ucap Rifa


" Sebentar lagi Aku dan Jesi akan menikah, dia akan menjadi kakak ipar mu ku harap kamu dasar " ucap Rafa


" Sialan, kenapa Rafa malah bilang begitu.. tunggu saja aku akan merebut Jesi kembali " batin Rafa


" Aku tau, tapi sebelum jalur kuning melengkung, Jesi bukan milik siapa-siapa, lagian itu bayi milik ku.. " ucap Rifa


" Jangan keterlaluan kamu, dulu ga mau tanggung jawab sekarang malah sok-sok ingin masuk kembali ke kehidupan Jesi... aku tidak akan pernah membiarkan mu " ucap Rafa


" Kita lihat saja siapa yang akan menang, dari dulu aku tidak anak kalah " ucap Rifa


" Itu dulu.. beda dengan sekarang " ucap Rafa


" Jangan sombong kamu ya " ucap Rifa


" Lihat saja nanti " ucap Rafa


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz