
Sekarang tiba waktunya untuk Jesi pulang ke apartemennya dengan wajah lelahnya ia segera membereskan mejanya agar Rafi sebelum ia besok bekerja kembali.
" Waktunya pulang " ucap Jesi senang
Suara telepon kantor mengagetkannya sehingga dengan terpaksa ia segera mengangkatnya.
Kring... Kring..
" Halo " ucap Jesi
" Kamu keruangan ku sekarang " ucap Rifa
" Baik Tuan " ucap Jesi langsung menutup teleponnya
Jesi segera menuju ruangan sang CEO yang berada di belakang mejanya
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Tuan memanggil saja, ada yang bisa saya bantu " ucap Jesi
" Tolong Foto copy dokumen ini " ucapnya Rifa
" Tapi Tuan ini sudah waktunya jam pulang kantor " ucap Jesi
" Lebih sedikit saja, kamu perhitungan sekali " ucap Rifa
" Bukan begitu Tuan... aku hanya " ucap Jesi mencoba menjelaskan
" Ini berkasnya.. Saya mau sekarang juga di Foto copy nya " ucap Lio
" Baik Tuan, Tuan butuh berapa lembar dokumen " ucap Jesi
" Aku butuh untuk tiga orang saja " ucap Rifa
" Baik Tuan " ucap Jesi
" Cepat pergi " ucap Rifa
Kini Jesi segera pergi ke ruangan Foto copy untuk melakukan apa yang Rifa perintahkan, meskipun dalam hati ia sangat kesal karena Rifa mungkin sengaja mengerjainya.
" Dasar Bos ga ada Galak, masa ia aku kerjain terus, tapi kamu jangan menyerah Jesi pasti kamu bisa " batin Jesi
" Aduh Ko perutku mual begini... kenapa ya, apa gara-gara tadi di kasih makanan oleh Tuan Rifa, atau jangan-jangan ada racunnya " ucap Jesi kaget
" Aku harus segera menyerahkan ini lalu pulang.. aku tidak mau mati di sini " batin Jesi
Setelah Jesi selesai, ia segera bergegas ke ruangan sang majikan yang ternyata ada suara aneh di sana.
" Sayang aku merindukanmu " ucap wanita yang tidak asing itu
" Ko aku mendengar seperti suara Nona Karen.. atau jangan-jangan Merek sedang, tapi aku tidak boleh berpikiran macam-macam " batin Jesi
Jesi mengintip dari pintu yang ia buka sedikit, Jesi kaget ketika Keren sengaja memakai pakaian seksi itu untuk menggoda Sang Ceo
" Astaga benar aku bilang, ternyata benar rumor yang beredar jika Tuan Rifa playboy " batin Jesi
" Aku sedang tidak mood bermain denganmu " ucapnya Rifa dengan wajah acuhnya
Karen Tidak tinggal diam ia segera membuka kancing bajunya agar Rifa semakin tergoda padanya.
" Sayang " ucap Karen duduk dipangkuan Rifa
" Turun... " ucapnya Rifa
" Tidak mau " ucap Karen
" Karen Lepas.. Kalau kamu tidak mau pergi aku akan menyeret mu pergi sekarang juga " ancam Rifa
" Aku merindukan mu sayang " ucap Karen
" Apa... Tuan Rifa menolak Nona Karen " batin Jesi
Jesi kini berbalik dan melihat Fadli di depannya dengan tatapan tajam.
" Kenapa Kau belum pulang " bentak Fadli
" Eh.. em.. anu.. em... " ucap Jesi gugup
Mendengar hal ribut di luar Rifa langsung mendorong Karen hingga terjatuh, dan ia segera menghampiri keributan yang terjadi di depan pintu ruangannya.
" Cepat katakan... " ucapnya Fadli
Ceklek,,
" Maf Tuan tadi saya melihat jika Nona Jesi itu mengintip anda Tuan " ucap Fadli
" eh.. tidak... bukan begitu " ucap Jesi
" Mana Laporan yang saya suruh " tanya Rifa
" Ini Tuan " ucap Jesi
" Dari pada aku harus di ganggu terus oleh ****** itu, lebih baik aku pergi bersama Jesi saja.. sebagai alasan " batin Rifa
" Fadli, tolong simpan dokumen ini di meja kerjaku, dan mana kunci mobilmu " ucap Rifa
" Tuan Mau kemana biar saya antar " ucap Fadli
" Tidak Usah kamu urus Saja Keren " cibir Rifa
" Baik Tuan " ucap Fadli
" Ayo sekarang ikut Saya " ucap Rifa sambil menarik tangan Jesi dengan paksaan
" Tapi Tuan kita mau kemana " ucap Jesi bingung
Mereka segera menuju lift khusus CEO, ada rasa deg degan dan ketakutan yang Jesi tunjukan.
" Sial kenapa di perhatikan Wanita ini cantik juga, mirip dengan Mesi " batin Rifa
" Tuan sebenarnya kita mau Kamana " tanya Jesi
" Menurutmu kemana " ucap Rifa dengan senyuman jahat mendekati Jesi namun Jesi terlihat menghindar dan mundur ke belakang hingga mengenai Tembok Lift.
" Tuan jangan dekat-dekat jaga jarak " ucap Jesi
" Kenapa kamu gugup " tanya Rifa
" Ako aku merasakan deg degan ada apa sebenarnya dengan aku " batin Rifa
" Tuan Tolong lepaskan aku " ucap Jesi
" Kamu mau aku lepaskan tapi dengan Satu syarat " ucap Rifa dengan senyum jahatnya
" Apa Tuan " ucap Jesi bingung
" Kamu harus mencium bibirku " ucap Rifa
" Maksud Tuan apa " ucap Jesi kaget
Rifa pun dengan tiba-tiba langsung mencium Jesi dengan paksa membuat Jesi langsung mendorongnya.
" Apa yang kamu lakukan " ucap Rifa
" Em.. Tuan aku pulang dulu, permisi " ucap Jesi langsung pergi dari sana namun Rifa langsung mengejarnya
" Tunggu " ucap Rifa mengejar Jesi
" Apa yang sebenarnya di pikirkan Tuan Lio " batin Jesi
" Bibirnya terasa manis sekali " batin Rifa
" Tunggu.. hey.. Jesi... " ucap Rifa masih mengejar Jesi
" Tuan ada apa Kamu mengejar ku " ucap Rifa
" Aku akan mengantarmu " ucap Rifa langsung menarik tangan Jesi dan membawanya ke dalam mobil.
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz