One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 13



Sekarang tiba waktunya untuk Jesi pulang ke apartemennya dengan wajah lelahnya ia segera membereskan mejanya agar Rafi sebelum ia besok bekerja kembali.


" Waktunya pulang " ucap Jesi senang


Suara telepon kantor mengagetkannya sehingga dengan terpaksa ia segera mengangkatnya.


Kring... Kring..


" Halo " ucap Jesi


" Kamu keruangan ku sekarang " ucap Rifa


" Baik Tuan " ucap Jesi langsung menutup teleponnya


Jesi segera menuju ruangan sang CEO yang berada di belakang mejanya


Tok... Tok... Tok...


" Masuk "


Ceklek,,


" Tuan memanggil saja, ada yang bisa saya bantu " ucap Jesi


" Tolong Foto copy dokumen ini " ucapnya Rifa


" Tapi Tuan ini sudah waktunya jam pulang kantor " ucap Jesi


" Lebih sedikit saja, kamu perhitungan sekali " ucap Rifa


" Bukan begitu Tuan... aku hanya " ucap Jesi mencoba menjelaskan


" Ini berkasnya.. Saya mau sekarang juga di Foto copy nya " ucap Lio


" Baik Tuan, Tuan butuh berapa lembar dokumen " ucap Jesi


" Aku butuh untuk tiga orang saja " ucap Rifa


" Baik Tuan " ucap Jesi


" Cepat pergi " ucap Rifa


Kini Jesi segera pergi ke ruangan Foto copy untuk melakukan apa yang Rifa perintahkan, meskipun dalam hati ia sangat kesal karena Rifa mungkin sengaja mengerjainya.


" Dasar Bos ga ada Galak, masa ia aku kerjain terus, tapi kamu jangan menyerah Jesi pasti kamu bisa " batin Jesi


" Aduh Ko perutku mual begini... kenapa ya, apa gara-gara tadi di kasih makanan oleh Tuan Rifa, atau jangan-jangan ada racunnya " ucap Jesi kaget


" Aku harus segera menyerahkan ini lalu pulang.. aku tidak mau mati di sini " batin Jesi


Setelah Jesi selesai, ia segera bergegas ke ruangan sang majikan yang ternyata ada suara aneh di sana.


" Sayang aku merindukanmu " ucap wanita yang tidak asing itu


" Ko aku mendengar seperti suara Nona Karen.. atau jangan-jangan Merek sedang, tapi aku tidak boleh berpikiran macam-macam " batin Jesi


Jesi mengintip dari pintu yang ia buka sedikit, Jesi kaget ketika Keren sengaja memakai pakaian seksi itu untuk menggoda Sang Ceo


" Astaga benar aku bilang, ternyata benar rumor yang beredar jika Tuan Rifa playboy " batin Jesi


" Aku sedang tidak mood bermain denganmu " ucapnya Rifa dengan wajah acuhnya


Karen Tidak tinggal diam ia segera membuka kancing bajunya agar Rifa semakin tergoda padanya.


" Sayang " ucap Karen duduk dipangkuan Rifa


" Turun... " ucapnya Rifa


" Tidak mau " ucap Karen


" Karen Lepas.. Kalau kamu tidak mau pergi aku akan menyeret mu pergi sekarang juga " ancam Rifa


" Aku merindukan mu sayang " ucap Karen


" Apa... Tuan Rifa menolak Nona Karen " batin Jesi


Jesi kini berbalik dan melihat Fadli di depannya dengan tatapan tajam.


" Kenapa Kau belum pulang " bentak Fadli


" Eh.. em.. anu.. em... " ucap Jesi gugup


Mendengar hal ribut di luar Rifa langsung mendorong Karen hingga terjatuh, dan ia segera menghampiri keributan yang terjadi di depan pintu ruangannya.


" Cepat katakan... " ucapnya Fadli


Ceklek,,


" Maf Tuan tadi saya melihat jika Nona Jesi itu mengintip anda Tuan " ucap Fadli


" eh.. tidak... bukan begitu " ucap Jesi


" Mana Laporan yang saya suruh " tanya Rifa


" Ini Tuan " ucap Jesi


" Dari pada aku harus di ganggu terus oleh ****** itu, lebih baik aku pergi bersama Jesi saja.. sebagai alasan " batin Rifa


" Fadli, tolong simpan dokumen ini di meja kerjaku, dan mana kunci mobilmu " ucap Rifa


" Tuan Mau kemana biar saya antar " ucap Fadli


" Tidak Usah kamu urus Saja Keren " cibir Rifa


" Baik Tuan " ucap Fadli


" Ayo sekarang ikut Saya " ucap Rifa sambil menarik tangan Jesi dengan paksaan


" Tapi Tuan kita mau kemana " ucap Jesi bingung


Mereka segera menuju lift khusus CEO, ada rasa deg degan dan ketakutan yang Jesi tunjukan.


" Sial kenapa di perhatikan Wanita ini cantik juga, mirip dengan Mesi " batin Rifa


" Tuan sebenarnya kita mau Kamana " tanya Jesi


" Menurutmu kemana " ucap Rifa dengan senyuman jahat mendekati Jesi namun Jesi terlihat menghindar dan mundur ke belakang hingga mengenai Tembok Lift.


" Tuan jangan dekat-dekat jaga jarak " ucap Jesi


" Kenapa kamu gugup " tanya Rifa


" Ako aku merasakan deg degan ada apa sebenarnya dengan aku " batin Rifa


" Tuan Tolong lepaskan aku " ucap Jesi


" Kamu mau aku lepaskan tapi dengan Satu syarat " ucap Rifa dengan senyum jahatnya


" Apa Tuan " ucap Jesi bingung


" Kamu harus mencium bibirku " ucap Rifa


" Maksud Tuan apa " ucap Jesi kaget


Rifa pun dengan tiba-tiba langsung mencium Jesi dengan paksa membuat Jesi langsung mendorongnya.


" Apa yang kamu lakukan " ucap Rifa


" Em.. Tuan aku pulang dulu, permisi " ucap Jesi langsung pergi dari sana namun Rifa langsung mengejarnya


" Tunggu " ucap Rifa mengejar Jesi


" Apa yang sebenarnya di pikirkan Tuan Lio " batin Jesi


" Bibirnya terasa manis sekali " batin Rifa


" Tunggu.. hey.. Jesi... " ucap Rifa masih mengejar Jesi


" Tuan ada apa Kamu mengejar ku " ucap Rifa


" Aku akan mengantarmu " ucap Rifa langsung menarik tangan Jesi dan membawanya ke dalam mobil.


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz