One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 96



Keesokan harinya,,


Seperti biasanya Jesi bangun pagi-pagi namun ini dengan suasana hati yang sedang senang. ia langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya lalu bersiap-siap membantu Mey-mey memasak karena Rena dan Ina mereka semalam baru pulang.


Ia langsung menuju dapur, disana Mey-mey sudah ada dengan memotong-motong sayuran segar yang baru di beli pelayan di pasar.


Dengan senyuman di wajahnya ia langsung menyapa Mey-mey dan membantunya memotong-motong sayuran itu.


" Pagi Bu " ucap Jesi sambil tersenyum


" Pagi Jesi, wah kamu bangun pagi-pagi sekali " ucap Mey-mey


" Aku mau bantu itu, biar aku saja yang potong-potong sayuran ini " ucap Jesi sambil tersenyum


" Baiklah ibu akan membumbui ayamnya " ucap Mey-mey sambil tersenyum


Memang ia sangat senang pada Jesi karena ia senang membantu Mey-mey tanpa di suruh ditambah pribadi Jesi yang baik dan ramah membuatnya dekat dengan keluarga Wiratmaja tanpa canggung.


" Bu bolehkah aku bertanya padamu?? " ucap Jesi tampak ragu-ragu


" Ada apa nak katakan " ucap Mey-mey melihat heran kearah Jesi


" Aku mau tanya apa kesehatan Oma Sisil baik-baik saja " tanya Jesi


" Memangnya ada apa " tanya Mey-mey sedikit penasaran


" Aku mau menyampaikan kabar tidak enak, tapi aku takut kesehatan Oma jadi terganggu " ucap Jesi


" Katakan saja nak, kami semua pasti akan mengerti asalkan kamu jujur " ucap Mey-mey


" Baiklah, terima kasih Bu atas sarannya " ucap Jesi kembali senyum meskipun tidak seceria sebelumnya


" Memangnya kamu mau menyampaikan kabar apa " tanya Mey-mey yang masih penasaran


" Nanti juga ibu akan tahu, tapi aku harap ibu jangan sedih ya, jangan sampai orang yang menyampaikannya sedih,, harusnya di berikan semangat " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Mey-mey


Merekapun kembali melanjutkan memasak bersama, menyajikan makanan sarapan untuk semua anggota yang lainnya, tidak ada beban bagi yang memasak sebab ini sudah menjadi kebiasaan bahkan ketika Ina, Rena dan Mey-mey berada di rumah mereka akan senang hati memasak untuk semuanya, namun ketika salah satu tidak ada di rumah makan orang yang berada di rumah lah yang akan memasak makanan.


Kini mereka sudah selesai memasak bersama, Mey-mey pamit ke kamarnya untuk bersiap-siap sarapan bersama sedangkan Jesi tampak menyiapkan makanan itu di atas meja makan. Setelah itu barulah dia masuk ke kamar untuk membangunkan sang suami.


Ceklek,,


" Sayang, bangun... kita sarapan di bawah sambil menyampaikan kepergian kita pada semua anggota keluarga " ucap Jesi sambil tersenyum


" Lalu kesehatan Oma Sisil bagaimana " tanya Rafa


" Kamu tenang saja, kata Bu Mey-mey.. Oma Sisil keadaanya baik-baik saja " ucap Jesi


" Baiklah kalau begitu " ucap Rafa sedikit lega, ia langsung bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap sarapan di bawah


Kini Rafa dan Jesi sudah siap-siap menyampaikan berita kesehatan Rafa pada seluruh anggota yang lainnya, mekipun berat namun mereka yakin semuanya akan mendukung Rafa fan Jesi.


Semua anggota telah berkumpul disana, tampak juga Leya, Reza dan Rifa yang ikut sarapan bersama namun Lia dan Refa sepertinya sudah pergi bekerja mungkin mereka sedang sibuk.


" Pagi semuanya " ucap Jesi dan Rafa


" Rafa kenapa wajahmu sepertinya lebih pucat Ia kan ka Rena " tanya Ina


" Sepertinya lebih putih " ucap Rena


" Tidak apa-apa ko " ucap Rafa


" Lebih baik kita makan duli " ucap Mey-mey sambil tersenyum ia baru ingat perkataan Jesi sebelumnya, jika kabar itu di umumkan sebelum sarapan ada kemungkinan jika makanan yang sudah cape-cepek di buat akan terbuang dan tidak di makan.


Jesi melihat ke arah Mey-mey sambil tersenyum, Jesi mengerti apa yang dilakukan Jesi itu semua untuk kebaikan mereka. ia tahu waktunya belum tepat jika sekarang.


" Kita makan dulu sayang " ucap Jesi pada Rafa


" Baiklah sayang " ucap Rafa sambil tersenyum


Mereka pun memakan sarapannya dengan lahap, kebiasaan ini yang mereka selalu terapkan karena kebersamaan mereka ada ketika sarapan dan makan malam membuat rumah hangat setelah mereka sibuk seharian.


Setelah sarapan Rafa tampak ragu akan membagikan berita kesehatannya ia hanya takut anggota keluarga yang lainnya sedih. Tapi Jesi mencoba menyakinkan jika Rafa jika anggota keluarga yang lainnya akan mendukung Rafa.


" Sayang sudah waktunya " Bisik Jesi sambil tersenyum


Reza dan Rifa yang ingin pergi dari sana pun di cegah oleh Jesi, ia ingin jika semuanya tahu akan keadaan dirinya dan sang suami.


" Aku pamit ke kantor " ucap Rifa


" Aku juga " ucap Reza


" Tunggu " ucap Jesi


" Ada apa " ucap Rifa


" Rafa ingin menyampaikan sesuatu yang penting " ucap Jesi


" Jika tidak benar-benar penting jangan buang waktu kami, karena kami orang sibuk bekerja bukan sibuk berduaan bersama dengan istri " ucap Rifa menyindir Rafa karena ia tidak terima jika Rafa mengundurkan diri dari perusahan.


" Rifa jaga ucapanmu " ucap Leo dengan nada sinis


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...