One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 81



Sementara di sisi lain tampak petugas hotel mengetuk pintu kamar Sofia dengan kencang dan berulang kali.


Tok... Tok... Tok...


" Maf anda siapa " ucap Jesi membuka pintu kamarnya


" Saya pelayan di hotel ini Nona, saya melihat Tuan Rifa pingsan di bawah " ucap wanita itu


" Apa, Rifa pingsan.. kenapa " tanya Sofia bingung


" Mari silahkan ikut saya " ucapnya


Sofia dan pelayan itu langsung menuju ke bawah dimana acara pesta kejutan Sofia dilakukan.


Tampak Wajah Sofia panik setelah mendengar kabar jika Rifa pingsan, dengan tergesa-gesa ia masuk kedalam gedung tersebut.


Disana ia melihat gedung itu gelap tanpa cahaya, ia bingung dan berteriak memanggil nama Rifa. Hingga akhirnya lampu menyala dan terlihat ruangan itu penuh dengan bunga dan balon.


Terlihat Rifa memakai jas tampan. sementara disebelahnya ada Rafa dan Jesi. Rifa langsung membawa kue ulang tahun bersama dengan lilin yang sudah menyala.


" Selama ulang tahu Sayang " ucap Rifa sambil tersenyum


" Apa ulang tahun " ucap Sofia


" Dari mana Rifa tahu hari ini adalah hari ulang tahun ku,, apa jangan-jangan dia memang sudah menyukaiku " Batin Sofia


" Gawat kalau Sofia cerita pada Mereka jika hari ini bukan ulang tahunnya " batin Rifa


" Bukannya hari ini memang hari ulang tahunmu " tanya Rafa pada sofia


" Memang benar hari ini hari ulang tahunku tapi aku tidak menyangka jika Rifa ingat ulang tahunku " ucap Sofia dengan menangis terharu dengan kejutan yang Rafa berikan.


" Selamat ulang tahun Sofia " ucap Jesi sambil tersenyum


" Terima kasih Jesi " ucap Sofia sambil tersenyum


" Ayo tiup lilinnya " ucap Rifa


Sofia pun langsung meniup lilinnya lalu memotong keu nya dan memberikan Kue potongan pertama pada Rifa.


" Ini untuk mu " ucap Sofia dengan wajah senangnya


Rifa pun memakan kue tersebut, tiba-tiba Sofia memeluknya dengan hati yang senang.


" Mereka benar-benar cocok ya sayang " ucap Rafa


" Ia sayang,, aku juga merasa begitu " ucap Jesi


Rifa melepaskan pelukan Sofia lalu membawa Sofia menghampiri Rafa dan Jesi yang masih memperhatikan mereka.


" Terima kasih ya ka Rafa dan Jesi sudah mau datang " ucap Sofia


" Tidak masalah " ucap Jesi


" Kalau begitu silahkan dinikmati Makanya " ucap Rifa


Rafa dan Jesi hanya minum minuman saja yang di sediakan oleh Rifa sedangkan Sofia tampak bersemangat makan makanan yang sudah disiapkan disana.


Jesi pamit pergi ke toilet pada Rafa, Mereka tampak bingung karena ternyata Rifa mengundang teman-teman dia juga untuk menghadiri pesta ini.


Rifa tampak menghilang dari pesta tersebut tanpa di ketahui oleh Rafa yang sibuk menyambut pada Tamu.


Rifa menunggu Jesi di depan pintu kamar mandi, Jesi yang baru saja keluar dari sana merasa kaget dengan kehadiran Rifa.


" Rifa " tanya Jesi dengan wajah herannya


" Aku mau bicara sesuatu yang penting " ucap Rifa dengan wajah serius


" Bicara saja " ucap Jesi dengan wajah cueknya


" Rifa lepaskan aku... " ucap Jesi


" Rifa kamu mau bawa aku kemana " tanya Jesi


" Baik, kita bicara disini saja " ucap Rifa


Rifa langsung memeluk Jesi, Jesi yang kaget langsung mencoba melepaskan pelukan Rifa namun tenaganya kalah kuat dengannya.


" Rifa kamu kenapa " tanya Jesi


" Jesi aku mencintaimu,, " ucap Rifa


" Rifa kamu sadar ga, aku ini kakak ipar kamu, lalu kamu sudah punya sofia " ucap Jesi dengan nada marah


" Kenapa kamu milih Rafa di banding aku,, aku benar-benar mencintai mu " ucap Rifa


" Stop,, kamu jangan bicara harunya kamu introspeksi diri siapa yang salah selama ini " ucap Jesi


" Aku sudah mengakui kesalahan ku,, kenapa kau begitu egois tidak memberikan aku kesempatan " ucap Rifa


" Apa,, aku egois.. lalu Kamu apa,, harusnya kamu sadar jika kamu di posisiku apa aku akan dengan mudah memaafkanmu " ucap Jesi benar-benar marah


" Maafkan aku Jesi " ucap Rifa melepaskan pelukannya


" Cukup Rifa, aku sangat sangat membenci mu " ucap Jesi langsung mendorong tubuh Rifa ketanah


" Jesi aku mohon jangan siksa aku lagi,, aku benar-benar tidak rela jika kamu bersama dengan Rafa " ucap Rifa sambil memohon pada Jesi


" Ini adalah pilihan ku,, kamu tidak berhak mengatur hidupku,, kamu urusi saja hidupku dan jangan pernah memcariku lagi,, karena aku benar-benar membenci mu " ucap Jesi menghapus air matanya


Jesi langsung pergi dari sana sedangkan Rifa masih diam di tanah menahan tangisnya, sebelum Kris benar-benar pergi Rifa mengatakan jika tidak akan berhenti mengejar Jesi sampai Jesi menjadi miliknya.


Tampak sosok wanita yang dari tadi memperhatikan adegan Rifa dan Jesi. Ia menangis melihatnya.


" Padahal aku kira dia benar-benar mencintai ku,, tapi ternyata dia hanya mencintai Jesi.. andai kamu tau ketulusan hatiku " ucapnya sambil menangis


Rifa bangkit dari sana dengan wajah sedihnya, ia berniat ingin melanjutkan acara pesta, ia mencari sosok Sofia namun tidak ada disana.


Jesi dan Rafa pamit dari sana karena Rafa melihat wajah Jesi tampak seperti orang yang sedih. ia khawatir Jika Jesi sakit jadi ia membawanya pulang ke kamar hotel.


Tanpa pamit pada Rifa dan Sofia karena keduanya tidak ada disana.


" Kamu tidak apa-apa " tanya Rafa


" Tidak apa-apa " ucap Jesi


" Ayo kita pulang " ucap Rafa


Jesi hanya membalas dengan anggukan sebagai tanda ia setuju pulang dengan sang suami.


" Aku kira Rifa tulus pada Sofia tapi ternyata dia tidak benar-benar mencintai Sofia, kasian dia.. aku harus bicara penting padanya besok " batin Jesi


Mereka sudah sampai di kamar hotel, Jesi langsung masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci wajah dan kakinya lalu ia membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk.


" Sayang kamu kenapa belum naik ke tempat tidur " tanya Jesi


" Aku ke kamar mandi dulu sayang,, kamu tidur duluan saja pasti kamu ngantuk " ucap Rafa


" Tapi yang terlihat lelah itu kamu sayang, wajahmu juga terlihat pucat " ucap Jesi


" Mungkin hanya perasaan mu saja " ucap Rafa


" Baiklah kalau begitu aku tidur duluan " ucap Jesi sambil tersenyum


" Ia sayang, selamat tidur " ucap Rafa mencium kening sang istri lalu masuk kedalam kamar mandi.