
Semua orang yang ada disana tampak kaget dengan ucapan Leo, karena setiap keputusannya tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun.
" Apa ayah yakin " ucap Ehan
" Aku serius... " ucap Leo
" Terima kasih Kakek " ucap Rafa
" Eh, harusnya aku yang berterima kasih pada kakek " ucap Rifa sambil tersenyum jahat
" Sebagai hadiah pernikahan kalian Aku berikan salah satu perusahaan cabang yang ada di kota ini " ucap Leo
" Kakek bukannya perusahaan itu aku yang pegang " ucap Rifa
" Katanya semua harta kamu akan berikan pada Jesi.. anggap saja ini sebagai kompensasi untuk Jesi " ucap Leo
" Apa... kompensasinya berupa Perusahaan " batin Jesi kaget
" Benar-benar ternyata ini yang wanita ini inginkan.. sebuah perusahaan dasar wanita murahan " batin Rifa
" Apa ayah serius " tanya Satria
" ia.. " ucap Leo
" Kalau begitu aku akan mendukung ayah " ucap Ina
" Ibu.. kenapa tidak berpihak padaku " ucap Rifa
" Ini adalah hukuman untukmu " ucap Ina
" Dasar wanita murahan, pasti memang kamu mengincar ini Semua kan.. jawab..." bentak Rifa
" Jangan membentak Wanitaku " berak Rafa
" Memangnya kenapa " tanya Rifa
" Sekali saja kamu berbuat kurang ajar pada Jesi maka akan ku balas berlipat ganda " ucap Rafa dengan nada marah
" Ternyata Rafa seram juga jika sedang marah " batin Rifa
" Kakek, aku tidak mau perusahaan, Kakek menikahkan aku dengan Jesi saja itu sudah cukup " ucap Rafa
" Lalu bagaimana nanti dengan kehidupan setelah menikah... kamu harus menghidupi keluargamu " ucapnya Leo
" Aku bisa menghidupi anak dan istriku kelak " ucap Rafa
" Sudah ambil saja " ucap Lio sambil tersenyum
" Tidak " ucap Rafa
" Rafa, Kamu ambil saja.. ini perintah dari Momih " ucap Ina
" Tapi Momih " ucap Rafa
" Tidak ada tapi-tapian " ucap Ina
" Lalu nasibku bagaimana... " ucap Rafa
" Kamu penggaguran " ucap Farel
" Momih.. tolong bantu aku " ucap Rifa
" Itu salahmu sendiri... kamu tanggung akibatnya sendiri " ucap Ina
" Kakek... tolong aku, biarkan aku bekerja di perusahaan " ucap Rifa
" Itu tergantung pimpinan mu sekarang " ucapnya Leo dengan senyum jahatnya
" Kenapa semenjak bertemu dengan wanita itu aku sial terus " batin Rifa
" Kamu tenang saja, kita akan mengelola perusahaan bersama.. lagian aku bukan kakak yang tega membiarkan adikku sendiri tersiksa.. " ucap Rafa dengan senyum jahatnya
" Kenapa perasaanku menjadi tidak tenang.. dasar Rafa lihat pembalasan ku " ucap Rifa dalam hatinya
.
...***************...
.
Flash Black,,
Tok... Tok... Tok...
" Masuk
Ceklek,,
" Kakek, ini Rafa.. ada yang mau Rafa katakan sama Kakek " ucapnya
" Duduk " ucap Leo
" Ia Kakek "
" Ada masalah apa.. kamu katakan sekarang " ucap Leo
" Aku ingin menikahi Jesi " ucap Rafa
" Apa kamu sudah gila, dia hamil anak dari adikmu.. dan kamu ingin menikahinya " ucapnya Leo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
" Kakek, aku mohon.. aku terllau mencintainya dan menyayanginya.. aku tidak rela jika dia menikah dengan lelaki yang tak mencintainya bahkan memperlakukannya dengan buruk " ucap Rafa dengan perkataan jujur
" Sudah ku duga... Rifa dasar cucu tak bertanggung jawab.. tapi apa keputusan ku benar untuk menikahkan Jenis dengan Rafa " batin Leo
" Kakek aku Tidak mau kejadian Gea terulang kembali.. " ucap Rafa
" Itu bukan salahmu " ucapnya Leo
" Tapi tetap aku merasa hidupku hancur setelah dia pergi untuk selama-lamanya, namun berkat Jesi aku bisa bangkit kembali " ucap Rafa
" Dua juga benar... mana tega aku memisahkan Rafa dengan Jesi, bisa gila beneran anak ini " batin Leo
" Kakek, aku janji akan menuruti semua keinginan kakek, jika kakek ingin aku pergi sini juga akan aku lakukan " ucap Rafa
" Bagaimana jika aku tidak merestui mu " tanya Leo
" Aku tetap akan kawin lari dengan Jesi.. bagaimana pun caranya ... Jesi milik ku dan tidak ada yang boleh mengambil dia dariku " ucap Rafa
" Baik akan aku pikirkan masalah ini " ucap Leo
" Mohon Jelek bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk untuk wanita itu, dia hamil tapi kehadirannya tidak di hargai, dia sudah tidak punya siapa-siapa, dia yatim piatu.. kandungannya pun lemah " ucap Rafa
" Aku mengerti " ucap Leo
" Baiklah kalau begitu aku percayakan pada Kakek " ucap Rafa
" Kalau begitu kamu siap-siap kita makan terlebih dahulu lalu setelah itu kita bicarakan masalah ini kembali " ucap Leo
" Baik kakek, aku permisi " ucap Rafa
" Ia " ucap Leo
" Kita lihat.. bagaimana cara nanti aku yang menentukan " batin Leo
Sementara di luar tampak Rafa dengan wajah senangnya, ia tahu jika sang kakek pasti akan menyetujuinya.
" Sebentar lagi aku akan merebut Jesi dari tanganku Rifa " batin Rafa
Rafa segera menuju kamarnya untuk melihat keadaan Jesi
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz