One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 25



Semua orang yang ada disana tampak kaget dengan ucapan Leo, karena setiap keputusannya tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun.


" Apa ayah yakin " ucap Ehan


" Aku serius... " ucap Leo


" Terima kasih Kakek " ucap Rafa


" Eh, harusnya aku yang berterima kasih pada kakek " ucap Rifa sambil tersenyum jahat


" Sebagai hadiah pernikahan kalian Aku berikan salah satu perusahaan cabang yang ada di kota ini " ucap Leo


" Kakek bukannya perusahaan itu aku yang pegang " ucap Rifa


" Katanya semua harta kamu akan berikan pada Jesi.. anggap saja ini sebagai kompensasi untuk Jesi " ucap Leo


" Apa... kompensasinya berupa Perusahaan " batin Jesi kaget


" Benar-benar ternyata ini yang wanita ini inginkan.. sebuah perusahaan dasar wanita murahan " batin Rifa


" Apa ayah serius " tanya Satria


" ia.. " ucap Leo


" Kalau begitu aku akan mendukung ayah " ucap Ina


" Ibu.. kenapa tidak berpihak padaku " ucap Rifa


" Ini adalah hukuman untukmu " ucap Ina


" Dasar wanita murahan, pasti memang kamu mengincar ini Semua kan.. jawab..." bentak Rifa


" Jangan membentak Wanitaku " berak Rafa


" Memangnya kenapa " tanya Rifa


" Sekali saja kamu berbuat kurang ajar pada Jesi maka akan ku balas berlipat ganda " ucap Rafa dengan nada marah


" Ternyata Rafa seram juga jika sedang marah " batin Rifa


" Kakek, aku tidak mau perusahaan, Kakek menikahkan aku dengan Jesi saja itu sudah cukup " ucap Rafa


" Lalu bagaimana nanti dengan kehidupan setelah menikah... kamu harus menghidupi keluargamu " ucapnya Leo


" Aku bisa menghidupi anak dan istriku kelak " ucap Rafa


" Sudah ambil saja " ucap Lio sambil tersenyum


" Tidak " ucap Rafa


" Rafa, Kamu ambil saja.. ini perintah dari Momih " ucap Ina


" Tapi Momih " ucap Rafa


" Tidak ada tapi-tapian " ucap Ina


" Lalu nasibku bagaimana... " ucap Rafa


" Kamu penggaguran " ucap Farel


" Momih.. tolong bantu aku " ucap Rifa


" Itu salahmu sendiri... kamu tanggung akibatnya sendiri " ucap Ina


" Kakek... tolong aku, biarkan aku bekerja di perusahaan " ucap Rifa


" Itu tergantung pimpinan mu sekarang " ucapnya Leo dengan senyum jahatnya


" Kenapa semenjak bertemu dengan wanita itu aku sial terus " batin Rifa


" Kamu tenang saja, kita akan mengelola perusahaan bersama.. lagian aku bukan kakak yang tega membiarkan adikku sendiri tersiksa.. " ucap Rafa dengan senyum jahatnya


" Kenapa perasaanku menjadi tidak tenang.. dasar Rafa lihat pembalasan ku " ucap Rifa dalam hatinya


.


...***************...


.


Flash Black,,


Tok... Tok... Tok...


" Masuk


Ceklek,,


" Kakek, ini Rafa.. ada yang mau Rafa katakan sama Kakek " ucapnya


" Duduk " ucap Leo


" Ia Kakek "


" Ada masalah apa.. kamu katakan sekarang " ucap Leo


" Aku ingin menikahi Jesi " ucap Rafa


" Apa kamu sudah gila, dia hamil anak dari adikmu.. dan kamu ingin menikahinya " ucapnya Leo sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


" Kakek, aku mohon.. aku terllau mencintainya dan menyayanginya.. aku tidak rela jika dia menikah dengan lelaki yang tak mencintainya bahkan memperlakukannya dengan buruk " ucap Rafa dengan perkataan jujur


" Sudah ku duga... Rifa dasar cucu tak bertanggung jawab.. tapi apa keputusan ku benar untuk menikahkan Jenis dengan Rafa " batin Leo


" Kakek aku Tidak mau kejadian Gea terulang kembali.. " ucap Rafa


" Itu bukan salahmu " ucapnya Leo


" Tapi tetap aku merasa hidupku hancur setelah dia pergi untuk selama-lamanya, namun berkat Jesi aku bisa bangkit kembali " ucap Rafa


" Dua juga benar... mana tega aku memisahkan Rafa dengan Jesi, bisa gila beneran anak ini " batin Leo


" Kakek, aku janji akan menuruti semua keinginan kakek, jika kakek ingin aku pergi sini juga akan aku lakukan " ucap Rafa


" Bagaimana jika aku tidak merestui mu " tanya Leo


" Aku tetap akan kawin lari dengan Jesi.. bagaimana pun caranya ... Jesi milik ku dan tidak ada yang boleh mengambil dia dariku " ucap Rafa


" Baik akan aku pikirkan masalah ini " ucap Leo


" Mohon Jelek bisa menilai mana yang baik dan mana yang buruk untuk wanita itu, dia hamil tapi kehadirannya tidak di hargai, dia sudah tidak punya siapa-siapa, dia yatim piatu.. kandungannya pun lemah " ucap Rafa


" Aku mengerti " ucap Leo


" Baiklah kalau begitu aku percayakan pada Kakek " ucap Rafa


" Kalau begitu kamu siap-siap kita makan terlebih dahulu lalu setelah itu kita bicarakan masalah ini kembali " ucap Leo


" Baik kakek, aku permisi " ucap Rafa


" Ia " ucap Leo


" Kita lihat.. bagaimana cara nanti aku yang menentukan " batin Leo


Sementara di luar tampak Rafa dengan wajah senangnya, ia tahu jika sang kakek pasti akan menyetujuinya.


" Sebentar lagi aku akan merebut Jesi dari tanganku Rifa " batin Rafa


Rafa segera menuju kamarnya untuk melihat keadaan Jesi


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz