One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 6



Setelah mendengar Bahwa Mesi akan meninggalkannya, Rafa shock dan segera memeluknya.


" Kamu sudah datang " ucap Jesi


" Kamu baik-baik saja " ucap Rafa


" Apa maksudmu " tanya Jesi bingung


" Kenapa kamu mau ninggalin aku " tanya Rafa


" Aku di pindahkan kerjanya ke Jakarta " ucap Jesi


" Kalau begitu kamu keluar saja dan pindah ke perusahaan ku saja " ucap Rafa


" Maaf aku tidak bisa melepaskan pekerjaan ini " ucap Jesi


" Kenapa " tanya Rafa


" Aku sudah menandatangani kontrak " ucap Jesi sambil tersenyum


" Kamu tega sama aku " ucapnya Rafa dengan wajah sedih


" Kan kamu bisa pergi kesana liburan " ucap Jesi


" Padahal aku sudah suka sama kamu Jes, kenapa kamu malah mau ninggalin aku " batin Rafa


" Aku pasti kehilangan banget sosok seperti mu Raf, kamu teman terbaikku " batin Jesi


" Jadi kapan kamu akan pergi kesana " tanya Rafa


" Besok " ucap Jesi


" Apa.. " ucap Rafa kaget


" Apa itu tidak terlalu cepat " tanya Rafa


" Ya mau gimana lagi " ucap Jesi


" Kalau begitu aku besok yang antar " ucap Rafa


" Ok... " ucap Jesi


" Karena hari ini hari kamu disini, aku ga mau kamu sedih lebih baik kita pergi senang-senang " ajak Rafa


" Memangnya kita mau kemana " tanya Jesi


" Kemana saja yang kamu mau " ucap Rafa


" Aku mau pergi ke Mall " ucap Jesi sambil tersenyum


" Ngapain ke Mall, belanja " tanya Rafa


" Bukan aku mau bermain permainan " ucap Jesi


" Kaya anak kecil saja " sindir Rafa


" Tidak masalah, Yasudah kamu jangan ikut.. " ucap Jesi


" Kamu mah ambekan orangnya.. aku antar deh " ucap Rafa membuat Jesi tertawa


Mereka segera pergi dari sana menuju mall terdekat disana. Meskipun sedih Jesi mencoba kuat biar bagaimanapun di kota sekarang adalah kota kelahirannya banyak kenangan baik dan buruk.


Rafa senang melihat Tawa Jesi, meskipun ia benar juga harus berpisah dengan Jesi. Kini mereka sudah sampai di Mall tersebut.


Jesi dan Rafa segera turun dari mobil menuju gedung atas dimana permainan yang banyak di sana ada.


" Apa kamu pernah main seperti ini sebelumnya " tanya Jesi


" Tidak pernah " ucap Rafa


" Kenapa " tanya Jesi


" Aku tidak ada waktu untuk itu.. karena dulu aku terlalu sibuk " ucap Rafa


" Kalau begitu biar aku ajari permainan itu " ucap Jesi


" Tunggu, kamu mau main permainan ini.. joget-joget.. " ucap Rafa heran


" Ia kenapa.. malu " ucap Jesi


" Sedikit " ucap Rafa


" Aku isi saldo dulu " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Rafa


Mesi segera menghampiri kasir untuk mengisi ulang kartu yang akan dia gunakan menggunakan permainan, Sementara Rafa heran dan bingung dengan pemikirannya sendiri


" Haruskah aku joget-joget seperti itu, aku sih sebenarnya malu yang lebih heran ketika melihat Jesi joget-joget aku tidak rela jika dia jadi pusat perhatian semua orang " batin Rafa


" Pasti Rafa senang, apalagi dia belum pernah main permainan kaya begini " batin Jesi


" Ayo main " ucap Jesi sambil tersenyum menghampirinya


" Kamu yakin " tanya Rafa


" Aku dulu yang main nanti kamu lihat aku ya " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Rafa


" Lihat aku " ucap Jesi yang tampak senang memainkan permainan itu


" Kamu injak yang ada tanda begini.. " ucap Jesi masih tertawa senang


" Melihatmu begitu bahagia hanya karena ini, aku jadi semakin kagum padamu.. aku harus mendapatkan hatimu.. dan kau akan menjadi milikku " batin Rafa


" Hari ini aku senang sekali.. itung-itung perpisahan dengan kota ini " batin Jesi


" Ayo sini " Ajak Jesi


" Aku tidak bisa " ucap Rafa


" Pasti kamu bisa " ucap Jesi


" Baiklah " ucap Rafa


Rafa dan Jesi tampak senang memainkan permainan itu di tambah lagi tawa Mesi membuat Rafa semakin bahagia.


" Jesi memang beda dengan wanita lain bahkan dengan dia juga beda " batin Rafa


Setelah selesai permainan itu, Rafa Mengajak Jesi untuk membeli minuman karena tenaganya banyak terkuras.


" Beli minum yu, cape " ajak Rafa


" Baiklah " ucap Jesi


Mereka membeli minuman untuk memulihkan tenaga mereka sebelum mereka lanjut jalan-jalan.


" Bagaimana kamu senang... " ucap Jesi sambil tersenyum


" Permainannya sih seru tapi cape.. mungkin karena kau jarang olahraga " ucap Rafa


" Makanya olahraga rutin jadi tidak begitu cape " ucap Jesi


" Ok... tapi kamu yang temani olahraganya " ucap Rafa


" Kalau ada waktu " ucap Jesi sambil tertawa


" Kamu jahat... " ucap Rafa menggelitik Jesi membuat Jesi tak henti tertawa.


" Ampun geli " ucap Jesi masih tertawa


" Apa kamu lapar " tanya Rafa


" Belum sih.. aku mau nonton Flem yu " ajak Jesi


" Baiklah jika kamu yang mengajak " ucap Rafa sambil tersenyum


Mereka segera menuju bioskop yang berada di mall itu. Jesi memilih Flem horor dan membeli beberapa popcorn dan minuman biar seperti dia dulu sebelum putus dengan pacarnya.


" Kenapa kamu milih Flem horor " tanya Rafa


" Aku suka saja " ucap Jesi


" Hantu orang indo itu ga menyeramkan tau " ucap Rafa


" Ga papah dari pada nonton Flem romantis bikin ngantuk " ucap Jesi


" Kamu serius.. " ucap Rafa kaget


" Ia.. makanya aku ga suka nonton Flem romantis " ucap Jesi


" Baiklah aku sudah membeli tiketnya.. kita ayo masuk " ucap Rafa


" Ayo.. " ucap Jesi bersemangat


Jesi dan Rafa masuk kedalam ruangan bioskop itu dan duduk di tempat duduk sesuai nomor tempat duduk yang mereka pesan.


Mereka duduk bersebelahan dan kini fleknya akan segera di mulai.


" Padahal dulu aku belum pernah nonton begini.. ternyata aku dulu yang salah, karena terlalu sibuk " batin Rafa mengingat bagaimana dia dulu bersama sang mantan


" Aku sudah satu tahun tidak menonton di bioskop.. rasanya rindu " batin Jesi


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz