
Waktu sudah menunjukkan siang hari, Jesi dan Rafa masih di tempat tidur, Rafa terbaring dengan nyeyak sementara Jesi kini sudah bangun. Ia melihat sang suami yang tengah tertidur pulas, Ia pun segera ke kamar mandi.
Ketika ia sudah berada di kamar mandi lantai kamar mandi di licin membuat dia terpeleset dan jatuh disana.
" AW... " teriakan Jesi karena merasakan perutnya sakit
" AW... sayang tolong... " ucap Jesi berteriak di kamar mandi
" Rafa... Rafa... " panggilnya
" Rafa tolong... " ucap Jesi kaget melihat lantainya berdarah
" Hiks... hiks... bayiku... " ucap Jesi menangis
Rafa yang mendengarkan teriakan Jesi ia langsung bangun dan mencari asal suara itu. Ia mendengar jika suara itu berasal di kamar mandi. Dengan terburu-buru ia berlari menuju kamar mandi karena mendengar Isak tangis Jesi.
Sesampainya di kamar mandi Rafa kaget melihat Jesi tergeletak di kamar mandi dengan darah yang banyak.
" Astaga sayang " ucap Rafa kaget
" Sayang... bayiku " ucap Jesi masih menangis
" Aduh aku harus bagaimana " ucap Rafa panik
" Sebentar sayang aku telepon dulu Lio " ucap Rafa langsung mengambil handphonenya yang masih di meja di samping tempat tidurnya.
Ia segera menghampiri Sang istri yang masih di lantai kamar mandi sambil menelepon Rafa.
Tut... Tut... Tut....
" Halo " ucap Rafa panik
" Kamu kenapa " tanya Lio bingung dengan suara Rafa
" Ada apa dengan Rafa " batin Lio
" Lio tolong aku... Jesi jatuh dari kamar mandi, sekarang di lantai banyak darah aku harus bagaimana " ucap Rafa dengan panik
" APA " ucap Lio benar-benar kaget
" Sayang perutku sakit " ucap Jesi
" Lio tolong aku " ucap Rafa
" Kamu jangan panik, Kamu gendong Jesi lalu larikan kerumah sakit Harapan Bunda, aku akan segera kesana dengan Mesi " ucap Lio
" Baiklah.. terima kasih sudah membantu " ucap Rafa langsung menutup teleponnya dan segera menggendong sang istri
" Sayang aku mau di bawa kemana " tanya Jesi
" Kita kerumah sakit sekarang " ucap Rafa
" Tapi bajuku basah semua " ucap Jesi
" Kamu tunggu disini, aku akan membantu mu membawa baju " ucap Rafa langsung membawa baju untuk Jesi. Karena bajunya sangat basah dan banyak darah.
" Sayang perutku semakin sakit " ucap Jesi dengan Wajah pucat
" Sayang kamu bertahan ya, aku akan membawa mu ke rumah sakit " ucap Rafa
Rafa langsung menggendong Jesi, lalu ia segera menuju mobilnya dan segera membawa Jesi ke rumah sakit yang terdekat disana sesuai dengan apa yang di katakan Lio
Mereka sudah sampai di rumah sakit, lalu sang suster membatu Rafa membawakan rajang rumah sakit dengan segera.
" Sayang kamu harus bertahan " ucap Rafa memindahkan Jesi ke tempat tidur
" Perutku sakit Sayang... aku tidak mau kehilangan bayi ku " ucap Jesi
" Kamu tenang ya sayang, semua akan baik-baik saja " ucap Rafa masih dengan wajah panik.
" Aku takut " ucap Jesi
" Ada aku disini untukmu sayang " ucap Rafa
Jesi langsung di bawa ke ruangan UGD oleh para suster sementara Rafa hanya bisa menunggu Jesi di luar ruangan UGD.
" Ya Tuhan... tolong selamatkan Jesi dan bayinya " batin Rafa
Tut... Tut... Tut...
" Halo... ada apa kamu telepon aku.. bukannya hari ini Adalah hari honeymoon mu " ucap Refa sambil tersenyum
" Refa kamu dimana... " ucap Rafa dengan wajah panik
" Tunggu, ada apa denganmu... " ucap Refa heran
" Jesi jatuh dari kamar mandi " ucap Rafa dengan nada cemas
" Kamu sekarang dimana " tanya Refa
" Aku di rumah skait harapan Bunda " ucap Rafa
" Kebetulan aku dinas disana, aku akan ke ruangan UGD sekarang untuk melihat keadaan Jesi " ucap Refa
" Tolong selamatkan Jesi.. aku tidak mau Jesi kenapa-kenapa " ucap Rafa
" Kamu tenang ya, aku akan melakukan tugasku semaksimal mungkin.. aku butuh dia darimu... " ucap Refa
" Ia... terima kasih " ucap Rafa menutup teleponnya
Refa pun segera pergi keruangan UGD, padahal sebelumnya ada pemberitahuan untuk mengoperasi pasien di ruang UGD namun Refa menolaknya karena sudah jam pulang kerja, namun ia tidak tahu jika pasien itu adalah Jesi.
" Apa jangan-jangan pasien yang akan di operasi adalah Jesi " batin Refa
Refa sudah melihat keberadaan sang kakak, ia langsung menghampirinya.
" Rafa " ucapnya Refa
" Refa.. aku takut hiks... hiks... hiks... " ucap Rafa
" Semuanya akan baik-baik saja " ucap Refa
Tiba-tiba dokter dari ruang UGD keluar dan menghampiri Rafa dan Refa yang ada di depan ruangan tersebut.
" Keluarganya Nona Jesi..." ucap sang dokter
" Saya suaminya Dok " ucap Rafa
" Dia kakak ipar saya Dok " ucap Refa
" Dokter Refa, saya kira Anda sudah pulang " ucap sang dokter
" Belum dok saya mendengar saudara saya disini jadi saya kesini dahulu " ucap Refa
" Kita harus cepat mengoperasi pasien " ucap sang dokter
" Apa... " ucap Rafa dan Refa Kaget
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz