One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 67



Jesi, Rena dan Ehan sudah sampai di Mansion. Jesi di bantu oleh Rena untuk duduk di kursi roda. Setelah itu Rena mendorong kursi roda itu ke Ruang makan.


" Jesi.. apa kamu lapar " tanya Rena


" Ia Umi " ucap Jesi sambil tersenyum


" Kita makan dulu ya " ucap Rena


" Baik Umi " ucap Jesi


Tiba-tiba datanglah Ina dan Satria menghampirnya sang menantunya.


" Jesi... Bagaimana keadaan mu nak " ucap Ina


" Aku baik-baik saja Momih " ucapnya


" Maafkan kami tadi tidak bisa menjemput mu dari rumah sakit " ucap Satria


" Tidak apa-apa ayah " ucap Jesi


" Kalian mengobrol saja dulu... aku mau ke dapur menyuruh pelayan menyiapkan sarapan untukmu " ucap Rena pada jesi


" Ia Umi... maf merepotkan " ucap Jesi sambil tersenyum


" Tidak usah sungkan " ucap Rena


" Sayang bagaimana kalau kita mengobrol ya di taman belakang.. disana pemandangannya indah " ucap Ina


" Baiklah Momih " ucap Jesi


" Kalau begitu aku mau mengobrol dengan Ehan saja " ucap Satria pada ina


" Baiklah sayang " ucap Ina sambil tersenyum


Ina membawa Jesi ke halaman belakang agar suasana hati Jesi menjadi lebih baik. Ia tahu tidak mudah mengiklaskan keadaan ini, Ina hanya ingin sedikit menghibur Jesi.


" Bagaimana pemandangannya Jesi " tanya ina


" Bagus momih, aku suka " ucap Jesi sambil tersenyum


" Syukurlah kalau kamu suka... " ucap Ina


" Ia momih " ucap Jesi


" Jesi bolehkah Momih bertanya padamu " tanya Ina


" Boleh Momih, katakan saja " ucap Jesi


" Apa kamu masih sedih " tanya Ina


" Sedih pasti Momih... tapi apa dengan menangis bayiku akan kembali lagi... bukannya hidup terus berjalan.. aku hanya manusia biasa ketika aku di hadapkan kekecewaan wajar jika aku sedih... tapi aku mencoba untuk bangkit demi orang yang peduli dan mencintai ku " ucap Jesi dengan mata berkaca-kaca


" Bagus... kamu jadi wanita memang harus kuat.. Momih senang dengarnya dan merasa lega sekarang " ucap Ina


" Aku berusaha kuat sesuai dengan apa yang dikatakan nenek dan Umi.. dan aku melakukan itu semua untuk Rafa " batin Jesi


" Ia Momih " ucap Jesi


" Momih berharap kamu bisa bahagia dengan Rafa " ucap Ina


" Ia Momih.. momih doakan aku dan Rafa akan selalu bahagia " ucap Jesi


" Momih selalu berdoa untuk kebahagiaan Rafa dari dulu " ucap Ina


" Momih boleh bercerita tentang masa lalu Rafa.. bukan maksud mengungkit masa lalu atau membandingkan kamu dengan dia tapi ini untuk pelajaran saja agar hal dulu tidak terulang kembali " ucap Ina


" Maksudnya momih " tanya Jesi


" Dulu Rafa punya wanita yang ia cintai bernama Gea.. dia gadis yang cantik dan juga manja tapi dia baik " ucap Ina


" Karena dia serakah dia malah berpacaran dengan Rifa hingga dia hamil.. Rafa yang mengetahui itu hatinya hancur apalagi hidupnya.. Rifa bersikeras tidak mau tanggung jawab, Rafa bersedia bertanggung jawab namun malah gadis itu bunuh diri entah apa alasannya " ucap Ina sambil menangis menceritakan itu


" Alasan wanita itu selingkuh dengan Rifa sandal karena Rafa terlalu berambisi dengan pekerjaannya.. sehingga wanita itu selalu kecewa dengan yang Rafa perbuat, padahal ia berbuat itu untuk kebahagiaan wanitanya.. " ucap Ina


" Semenjak wanita itu meninggal Rafa memutuskan untuk pergi dari rumah dan membenci kami... Semenjak itu pula Aku dan Ayah Satria memutuskan untuk pergi keluar negri.. " ucap Ina


" Kenapa Rifa malah tidak mau tanggung jawab, apa sama seperti ku dulu dia tidak mau tanggung jawab " batin Jesi


" Momih jangan menangis " ucap Jesi


" Aku percaya padamu... jangan pernah tinggalkan Rafa... jangan menyakiti dia.. dia baru saja merasakan kebahagiaan dengan mu, momih mohon " ucap Ina


" Aku mengerti momih, momih tidak usah khawatir " ucap Ina


" Aku tidak tahu jika Rafa hidup tanpa mu mungkin dia akan menghancurkan dirinya sendiri lebih seperti dulu " ucap Ina


" Aku janji pada Momih tidak akan meninggalkan Rafa " ucap Jesi


" Terima kasih nak... " ucap Ina sambil memeluk Jesi


" Ternyata Kisah Rafa lebih memilukan dari aku... bahkan ibunya sendiri memohon padaku " batin Jesi


" Aku ingin Rafa bahagia... aku akan sedih jika aku harus jauh dengan Rafa seperti dulu " batin Ina


" Masalah Rifa aku akan membereskannya.. Aku jamin dia tidak akan berani mendekati mu " ucap Ina


" Baiklah Momih terima kasih " ucap Jesi sambil tersenyum


" Sama-sama " ucap Ina


" Aku selalu merindukan kehangatan keluarga ku berkumpul utuh, Rafa, Refa dan Rifa.. meskipun mereka sudah besar tapi di mataku mereka masih anak bayi yang baru aku lahir yang harus aku jaga dan aku awasi " ucap Ina sambil tersenyum


" Maafkan aku yang tidak bisa menjaga cucu Momih " ucap Jesi dengan wajah sedihnya


" Momih akan sabar menunggu... " ucap Ina


" Rasanya aku kembali bersemangat karena baik Umi atau momih atau bahkan nenek sangat peduli dan menyayangiku " batin Jesi


" Momih, bolehkah aku menggangap Momih sebagai Ibuku sendiri " ucap Jesi


" Dengan senang hati nak " ucap Ina memeluk Jesi


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz