One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 45



Rifa pun menyuapi Jesi dengan perasaan yang sangat bahagia begitu pun dengan Jesi. Ia tampak senang di suapi oleh Rifa.


" Coba buku mulutmu " ucap Rifa


Jesi pun membuka mulutnya dan Rifa memasukan bubur itu kedalam mulut Jesi.


" Apakah enak " tanya Rifa dengan wajah gugupnya


" Em.. enak juga " ucap Jesi


" Kamu serius " ucap Rifa bingung


" Ia enak... coba kamu cobain buburnya " ucap Jesi sambil tersenyum


" Tidak Ini kah bubur khusus untukmu " ucap Rifa


" Ayo, cobalah sedikit " ucap Jesi


Karena bujukan dari Jesi akhirnya Rifa membuka mulutnya dan menyuapkan satu sendok bubur kedalam mulutnya, dan ternyata memang benar apa yang di katakan Jesi bubur ini enak, membuat Rifa percaya diri.


" Enak kan... " ucap Jesi


" Ia benar-benar enak " ucap Rifa


" Masa sih " ucap Rafa membawakan minuman air teh untuk Jesi


" Coba deh kamu cobain, " ucap Jesi


" Aku mau tau seberapa enak masakan Rifa.. apa lebih enak dari masakan ku " batin Rafa


" Ternyata ini kali pertama ku membuat Bubur dan rasanya enak dan di terima oleh Jesi " batin Rifa


" Entah mengapa aku suka masakan Rifa " batin Jesi


" Aku cobainnya " ucap Rafa menyuapkan satu sendok bubur kedalam mulutnya


Ternyata rasanya lumayan enak, meskipun menurutnya Rafa bisa membuatkan Jesi makanan yang lebih enak dari pada itu.


" Lumayan juga " ucap Rafa


" Tuh kan benar enak " puji Jesi


" Ia.. aku lulus memasak, lain kali jika kau ingin makan apapun coba hubungi aku.. aku akan membutakannya langsung untuk mu " ucap Rifa


" Kamu serius " ucapnya Jesi dengan perasaan senang


" Aku serius " ucap Rifa sambil tersenyum


" Terima kasih " ucap Jesi


" Sama-sama.. sekarang Kamu harus habiskan buburnya " ucap Rifa


" Sial kenapa Jesi malah memuji Rifa lagi " batin Rafa kesal


" Rifa, sebaiknya kamu siap-siap untuk pergi ke kantor.. " ucap Rafa


" Sebentar lagi " ucap Rifa


" Hari ini aku akan mengambil cuti lagi " ucap Rafa


" Kenapa kamu cuti terus " tanya Jesi


" Aku ingin menemani mu " ucap Rafa sambil tersenyum


" Tapi keadaan ku baik-baik saja " ucap Jesi


" Jesi benar.. kalau kamu terus-menerus cuti, aku rasa itu tidak baik " ucap Rifa sambil tersenyum


" Aku kan bosnya " ucap Rafa


" Meskipun kamu bosnya tapi kamu harus memberikan contoh yang baik untuk karyawan mu " ucap Jesi


" Aku setuju dengan ucapan Jesi " ucap Rifa


" Kenapa Jesi malah membela Rifa sih " batin Rafa


" Setidaknya aku tidak terlalu repot jika Rafa bekerja kembali dan juga Jesi tidak akan bersama dengan Rafa setiap waktu " batin Rifa


" lalu bagaimana cara buatnya " ucap Reza


" Baiklah aku akan pergi bekerja tapi agak siangan.. aku mau melihat kamu memakai gaun pengantin, karena sebentar lagi Mesi dan Lio akan datang " ucap Rafa sambil tersenyum senang


" Baiklah kalau begitu " ucap Jesi


" Silahkan " ucap Rafa


" Dari pada harus melihat Jesi dan Rafa memakai pakaian pengantin lebih baik aku tidak lihat sama sekali... agar hatiku tidak terlalu sakit " batin Rifa


Rifa kini pergi dari kamar Jesi menuju kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.


Sementara Lio dan Mesi sudah sampai ke mansion Wiratmaja, ia segera masuk beserta perancang busana pengantin, penata make up dan penata rambut.


" Ayo kit masuk " ucap Mesi sambil tersenyum


" Baik Nona " ucap Mereka


Ketika Lio dan Mesi masuk kedalam mansion disana hanya ada Rena, Ina, Mey-mey, Sisil dan Lio karena Jesi, Rafa dan Rifa sedang berada di kamarnya masing-masing.


" Assalamualaikum " ucap Mesi


" Waalaikum salam " ucap Mereka langsung menyambut kedatangan Lio dan Mesi


" Mesi " ucap Rena sambil tersenyum


" Selamat Pagi Semuanya " ucap Mesi sambil tersenyum


" Pagi nak " ucap mereka


" Kalian silahkan duduk " ucap Sisil


" Ia nek " ucap Lio dan Mesi


" Ia Nyoya " ucap Mereka berlima


" Lio mereka siapa " tanya Ina heran


" Perkenalkan diri kalian " ucap Lio pada kelima orang itu


" Perkenalkan nama saya Desi, saya adalah desain baju pengantin beserta kedua asisten saya " ucapnya


" Dan perkenalkan nama saya Nani, Saya adalah penata make up dan ini saudara saya bernama Nina saya penata rambut " ucapnya


" Mereka ini sengaja aku bawa kesini agar memudahkan Jesi untuk mencoba gaun pengantin " ucap Lio


" Aide kamu bagus juga pasti Jesi suka " ucap Ina


" Aku hanya tidak ingin kejadian seperti kemarin-kemarin terjadi lagi " ucap Lio


" Umi tau kalau begitu kalian langsung saja ke kamar Jesi.. biar pelayan yang akan mengantar kalian " ucap Jesi


" Tidak Usah Umi.. biar Mesi saja yang mengantarkan mereka " ucapnya


" Mau aku antar sayang " ucap Lio


" Tidak usah sayang " ucap Mesi


" Kalau begitu ayo kalian ikut Saya " ucap Mesi


" Baik Nona " ucap Mereka segera mengikuti langkah kaki Mesi.


Mesi berjalan dengan mereka menuju kamar Jesi. Sesampainya disana ia segera mengutuk pintu kamar Jesi.


Tok... Tok... Tok...


Ceklek,,


" Mesi... " ucap Jesi senang


" Aku membawakan desainer gaun pengantin beserta makeup dan penata rambut " ucap Sang Mesi sambil tersenyum


" Kalau begitu ayo silahkan masuk " ucap Jssi


" Tapi sepertinya enak " ucap Reza


" Baik Nona ... terima kasih " ucap Mereka


" Ayo masuk " ucap Mesi


Mereka pun segera masuk kedalam kamar Jesi. lalu sang desainer pun menyuruh kedua asistennya untuk memperlihatkan beberapa gaun pengantin yang cocok untuk Jesi.


" Nona Jesi bisa lihat ini... ini adlah contoh gaun pengantin.. jika Nona ada yang tidak sesuai dengan selera nona.. nanti saya bisa bawakan model gaun pengantin yang lainnya " ucap Desi


" Aku lihat yang kalian bawa saja ya " ucap Jesi


" Baik Nona, silahkan " ucap Mereka