
Keesokan harinya,,
Jesi sudah bangun pagi-pagi, ia memesan sarapan seperti kemarin. Ia juga sudah menyiapkan tiket pesawat untuk segera pulang ke negara asal mereka.
" Sayang Sarapan dulu ya, lalu minum obat " ucap Jesi sambil tersenyum
Jesi terlihat lebih kuat dari kemari, ia berpikir jika ia terus menangis akan mempengaruhi kondisi tubuh sang Suami.
" Kamu sudah bangun ternyata sayang " ucap Rafa sambil tersenyum
" Kamu mau makan dahulu atau mandi " tanya Jesi
ia berjanji akan menjadi istri yang baik untuk Rafa disisa hidupnya ia akan membahagiakan suaminya itu.
" Aku mau mandi dahulu " ucap Rafa hendak pergi ke kamar mandi namun didahului oleh sang istri.
" Kenapa sayang " tanya Rafa heran
" Aku akan menyiapkan air panas untukmu mandi " ucap Jesi langsung ke kamar mandi dan menyiapkan mandi Rafa
" Aku sebenarnya senang Jesi bersikap begitu padaku tapi aku tak mau di kecapean " batin Rafa
Rafa langsung masuk kedalam, ia melihat Jesi tampak sibuk menyiapkan peralatan untuknya mandi.
" Sayang biar aku saja " ucap Rafa
" Ga papah sayang biar aku saja " ucap Jesi
" Lebih baik kamu berdandan cantik, kan hari ini kita akan pulang " ucap Rafa
" Baiklah, aku mau telepon Sofia, mau pamit sama dia " ucap Jesi
" Ia sayang "
Rafa langsung berendam air hangat yang sudah di sediakan istrinya itu. sedangkan Jesi langsung keluar dari kamar mandi dan segera menelepon Sofia untuk pamit padanya.
" Tuhan,, Rasanya aku tak sanggup jika harus kehilangan Rafa, tapi aku tidak boleh menangis di depannya, dia pasti akan sedih " ucap Jesi dalam hatinya
Tut... Tut.. Tut...
" Halo Jesi, ada apa " ucap Sofia dengan nada suara khas bangun tidur
" Aku hanya ingin berpamitan saja padamu " ucap Jesi
" Maksud mu apa jesi " tanya Sofia bingung
" Aku dan Rafa akan pulang hari ini juga " ucap Jesi
" loh kenapa, bukannya masih ada tiga hari lagi " tanya Sofia semakin bingung
" Tidak apa-apa aku merasa sudah cukup liburan, aku harus segera kembali kerumah " ucap Jesi
" Kamu pasti kangen orang rumah ya, aku kira kalian ada apa " tanya Sofia merasa lega
" Kamu baik-baik disini sama Rifa,, ingat semangat ya dan raih cinta mu " ucap Jesi
" Ok, terima kasih Jesi " ucap Sofia
" Sama-sama " ucap Jesi langsung menutup teleponnya stelah Rifa keluar dari kamar mandi, ia sudah menyiapkan baju yang akan Rafa pakai.
" Sayang ayo makan " ucap Rafa dengan pakaian rapinya
" Aku bawakan roti kesukaan mu " ucap Jesi
" Terima kasih sayang " ucap Rafa mengecup kening Jesi
Lalu mereka mulai menyantap Sarapannya dengan lahap, Jesi terus memandang wajah Rafa sementara Rafa yang terus di pandangan oleh sang istri hanya bisa tersenyum manis.
" Sayang kamu makan dong, jangan lihat wajah aku yang ganteng terus " ucap Rafa sambil tersenyum
" Aku suapin makannya, karena kamu hari ini sudah puji aku " ucap Rifa menggoda Jesi
" Aku bukan anak kecil sayang " ucap Jesi
" Ayo buka mulutnya " ucap Rafa menyuapi Jesi seperti anak kecil
Mereka tampak bahagia dengan keceriaan dengan canda tawa yang mereka ucapan satu sama lain. Jesi bisa melihat sisi lain dari Rafa yang bisa begitu membuatnya tertawa dan tersenyum senang.
Sungguh keadaan ini tak ingin Jesi lewatkan satu pun, ia memfoto semua kebersamaannya dengan sang suami. Ia hanya bisa berharap keajaiban tuhan datang dan ia di berikan kesempatan untuk terus menemani Rafa sampai tua nanti.
Rafa tampak melihat Jesi yang tertawa terus ia bahagia bisa melihat Jesi yang begitu senang tertawa gembira akibat tingkahnya. Sungguh hal yang tidak akan pernah ia lupakan sampai kapanpun.
" Teruslah tertawa Jesi, meskipun aku sudah tidak ada di sampingmu, tapi yakinlah kamu selalu ada di hatiku " batin Rafa
Setelah selesai memakan sarapan dan bercanda ria dengan Rafa, Jesi pun memutuskan untuk siap-siap pergi ke bandara dengan sang suami.
Jesi Yakin jika dia kembali ke rumah keluarga Rafa, ia akan mendapatkan solusi akan penyakit Rafa, mereka juga tidak akan rela jika Rafa meninggalkan mereka.
Sementara Rafa tampak tidak terlalu bersemangat meninggalkan liburan ini karena, ia masih ingin bersama-sama dengan Jesi tanpa di ganggu oleh anggota keluarga lainnya.
" Ayo sayang, cepat kita berangkat ke bandara, kita kan akan segera pulang " ucap Jesi
" Sayang bisakah kamu tunda, aku masih betah disini " ucap Rafa tersenyum manis
" Kita bisa liburan nanti " ucap Jesi
" Kalau ga bisa nanti bagaimana " ucap Rafa dengan wajah sedihnya
" Kamu harus bersemangat, kamu pasti sembuh.. kita bisa liburan bareng-bareng lagi " ucap Jesi memberikan semangat pada sang suami
" Jesi benar, aku tidak boleh menyerah kasian dia nanti akan sedih " batin Rafa
" Baiklah aku mau, tapi kamu harus ada disamping ku terus " ucap Rafa
" Baiklah" ucap Jesi
Kini mereka keluar dari hotel dan naik taksi menuju bandara, untung waktunya cukup dan mereka tidak terlambat, mereka langsung masuk kedalam pesawat dan duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Kini giliran Jesi yang bermanja-manja di samping suaminya, ia terus menggenggam tangan sang suami seperti yang tidak ingin lepas darinya.
" Kenapa sayang " tanya Rafa
" Aku cuma ga mau kamu kenapa-kenapa " ucap Jesi
" Aku baik-baik saja " ucap Rafa sambil tersenyum
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz