
Operasi yang di lakukan Jesi akhirnya selesai, sang dokter pun langsung keluar dari ruang operasi.
Ceklek,,
Ketika pintu di buka langsung Rafa menghampiri sang dokter untuk menanyakan keadaan sang istri.
" Refa bagaimana keadaan Jesi " ucap Rafa dengan wajah pucat
" Operasinya berjalan dengan baik, namun kondisi keadaan Jesi belum stabil " ucap Refa
" Maksudmu Jesi koma " ucapnya Refa dengan wajah sedih
" Tidak, dia hanya pingsan saja " ucap Refa
" Alhamdulillah " ucap Rena merasa lega
" Umi tidak usah khawatir, kita doakan Jesi cepat sadar " ucap Refa
" Ia nak " ucap Mereka
" Apa boleh aku melihat keadaan Jesi " ucap Rafa
" Boleh tapi jangan lama-lama " ucap Refa
" Makasih ya " ucap Rafa sambil tersenyum
" Umi tunggu disini sebentar " ucap Refa
" Ia nak... umi dan ayah akan duduk disini saja " ucap Rena
Refa membawa Rafa ke ruang ICU namun dengan pakaian yang sudah di siapkan
" Kamu pakai ini " ucap Refa menyerahkan pakaian khusu itu
" Baiklah.. " ucap Rafa
Setelah memakai baju yang khusus barulah Rafa dibawa Refa ke ruangan ICU dimana sang istri berada di sana.
Dengan kondisi alat di pasang di tubuhnya, Rafa benar-benar sedih melihatnya. Rafa teriris hatinya ketika alat detak jantung berbunyi.
" Aku tidak mau kehilangan mu sayang " batin Rafa
" Rafa waktumu hanya sepuluh menit... hanya bicara jangan sentuh apapun dengan tubuh Jesi " ucap Refa
" Ia... " ucap Rafa sambil meneteskan air matanya
" Aku tunggu di luar.. " ucap Refa
Refa langsung pergi dari ruangan itu dan melihat Rafa di luar karena ruangan Jesi penuh dengan kaca.
" Laki-laki yang mencintai mu pasti akan sedih dan menangis ketika melihat orang yang ia sayangi terluka dan kesakitan.. kamu beruntung Jesi, Rafa sangat mencintai mu " batin Refa
Rafa mendekati tubuh Mesi yang terbaring dengan wajah pucat. ia tak kuat menahan rasa sedihnya.
" Sayang, ini aku.m. suamimu.. " ucap Rafa menghapus air matanya
" Kamu Harus cepat bangun... aku tidak bisa bayangkan jika aku kehilanganmu " ucap Rafa
" Jadi aku mohon, cepatlah bangun... " ucap Rafa menahan tangisnya
" Maafkan aku sayang, aku tidak bisa menjagamu dengan benar.. kamu terluka dan kehilangan bayi kita gara-gara aku... " batin Rafa
Rafa langsung memegang tangan Jesi lalu menciumnya.
" Sayang... bangun ya " ucap Rafa
" Cepat bangun sayang... aku sangat membutuhkanmu... aku tidak bisa hidup tanpamu " batin Rafa
Tak lama kemudian Jesi meneteskan air matanya meskipun matanya tertutup seperti orang pingsan.
" Sayang kenapa kamu nangis, apa yang sakit... coba katakan " ucap Rafa
" Aku sangat mencintaimu sampai kapanpun sayang " ucap Rafa
Tak lama kemudian Refa datang ke ruangan Jesi karena waktunya sudah habis, Rafa segera keluar dari sana.
" Refa " panggil Rafa
" Tapi Aku melihat air mata Jesi terjatuh padahal matanya tertutup " ucap Rafa dengan heran
" Sebenarnya itu bagus, jadi sistem pendengaran dan otak Jesi merangsang dia... ini sebenarnya baik.. bisa jadi Jesi akan segera sadar jika di ajak ngobrol terus " ucap Refa
" Kalau begitu aku akan masuk kembali " ucap Rafa
" Untuk sekarang tidak... " ucap Refa menahan tangan Rafa
" Kenapa " tanya Rafa heran
" Kondisinya belum pulih pasca operasi.. mungkin besok kamu bisa menemui dan mengobrol kembali dengan Jesi " ucap Refa
" Kamu serius kan " ucap Rafa senang
" Aku serius.. kamu harus jaga kondisi badanmu agar sehat terus dan bisa menjaga Jesi dengan sekuat tenagamu " ucap Refa
" Kamu benar " ucap Rafa
" Kalau begitu kamu makan dulu ya " ucap Refa
" Dari mana kamu tahu aku belum makan " ucap Rafa
" Kau tau lihat dari tadi kamu hanya menangis " ucap Refa sambil tersenyum
" Aku tidak mau kehilangan Jesi " ucap Rafa
" Semuanya akan baik-baik saja, kamu Tidka usaha khawatir " ucap Refa
" Ya, tapi hati ini tidak bisa di bohongi, aku khawatir, cemas pada Jesi " ucap Rafa
" Sekarang kamu makan dulu.. kalau tidak mau aku tidak akan mengijinkan mu untuk bertemu dengan Jesi " ancam Refa
" Kamu jahat sekali " ucap Rafa
" Ini semua demi kebaikan ku " ucap Refa
" Baiklah aku akan menuruti mu, asal aku bisa bertemu kembali dengan Jesi..." ucap Rafa
" Ok... " ucap Refa
" Aku tau dia tidak akan bernafsu makan disaat seperti ini tapi ini juga tidak baik untuk kesehatan mu... cara ini yang bisa kau lakukan agar Kau mau makan " batin Rafa
" Kalau begitu aku lanjut kerja ya " ucap Refa
" Ia aku akan menemani umi dan ayah dahulu " ucap Rafa
Rafa dan Refa pun pergi ke jalan yang berbeda, Rafa segera menghampiri sang Umi dan memeluknya.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz