One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 62



Operasi yang di lakukan Jesi akhirnya selesai, sang dokter pun langsung keluar dari ruang operasi.


Ceklek,,


Ketika pintu di buka langsung Rafa menghampiri sang dokter untuk menanyakan keadaan sang istri.


" Refa bagaimana keadaan Jesi " ucap Rafa dengan wajah pucat


" Operasinya berjalan dengan baik, namun kondisi keadaan Jesi belum stabil " ucap Refa


" Maksudmu Jesi koma " ucapnya Refa dengan wajah sedih


" Tidak, dia hanya pingsan saja " ucap Refa


" Alhamdulillah " ucap Rena merasa lega


" Umi tidak usah khawatir, kita doakan Jesi cepat sadar " ucap Refa


" Ia nak " ucap Mereka


" Apa boleh aku melihat keadaan Jesi " ucap Rafa


" Boleh tapi jangan lama-lama " ucap Refa


" Makasih ya " ucap Rafa sambil tersenyum


" Umi tunggu disini sebentar " ucap Refa


" Ia nak... umi dan ayah akan duduk disini saja " ucap Rena


Refa membawa Rafa ke ruang ICU namun dengan pakaian yang sudah di siapkan


" Kamu pakai ini " ucap Refa menyerahkan pakaian khusu itu


" Baiklah.. " ucap Rafa


Setelah memakai baju yang khusus barulah Rafa dibawa Refa ke ruangan ICU dimana sang istri berada di sana.


Dengan kondisi alat di pasang di tubuhnya, Rafa benar-benar sedih melihatnya. Rafa teriris hatinya ketika alat detak jantung berbunyi.


" Aku tidak mau kehilangan mu sayang " batin Rafa


" Rafa waktumu hanya sepuluh menit... hanya bicara jangan sentuh apapun dengan tubuh Jesi " ucap Refa


" Ia... " ucap Rafa sambil meneteskan air matanya


" Aku tunggu di luar.. " ucap Refa


Refa langsung pergi dari ruangan itu dan melihat Rafa di luar karena ruangan Jesi penuh dengan kaca.


" Laki-laki yang mencintai mu pasti akan sedih dan menangis ketika melihat orang yang ia sayangi terluka dan kesakitan.. kamu beruntung Jesi, Rafa sangat mencintai mu " batin Refa


Rafa mendekati tubuh Mesi yang terbaring dengan wajah pucat. ia tak kuat menahan rasa sedihnya.


" Sayang, ini aku.m. suamimu.. " ucap Rafa menghapus air matanya


" Kamu Harus cepat bangun... aku tidak bisa bayangkan jika aku kehilanganmu " ucap Rafa


" Jadi aku mohon, cepatlah bangun... " ucap Rafa menahan tangisnya


" Maafkan aku sayang, aku tidak bisa menjagamu dengan benar.. kamu terluka dan kehilangan bayi kita gara-gara aku... " batin Rafa


Rafa langsung memegang tangan Jesi lalu menciumnya.


" Sayang... bangun ya " ucap Rafa


" Cepat bangun sayang... aku sangat membutuhkanmu... aku tidak bisa hidup tanpamu " batin Rafa


Tak lama kemudian Jesi meneteskan air matanya meskipun matanya tertutup seperti orang pingsan.


" Sayang kenapa kamu nangis, apa yang sakit... coba katakan " ucap Rafa


" Aku sangat mencintaimu sampai kapanpun sayang " ucap Rafa


Tak lama kemudian Refa datang ke ruangan Jesi karena waktunya sudah habis, Rafa segera keluar dari sana.


" Refa " panggil Rafa


" Tapi Aku melihat air mata Jesi terjatuh padahal matanya tertutup " ucap Rafa dengan heran


" Sebenarnya itu bagus, jadi sistem pendengaran dan otak Jesi merangsang dia... ini sebenarnya baik.. bisa jadi Jesi akan segera sadar jika di ajak ngobrol terus " ucap Refa


" Kalau begitu aku akan masuk kembali " ucap Rafa


" Untuk sekarang tidak... " ucap Refa menahan tangan Rafa


" Kenapa " tanya Rafa heran


" Kondisinya belum pulih pasca operasi.. mungkin besok kamu bisa menemui dan mengobrol kembali dengan Jesi " ucap Refa


" Kamu serius kan " ucap Rafa senang


" Aku serius.. kamu harus jaga kondisi badanmu agar sehat terus dan bisa menjaga Jesi dengan sekuat tenagamu " ucap Refa


" Kamu benar " ucap Rafa


" Kalau begitu kamu makan dulu ya " ucap Refa


" Dari mana kamu tahu aku belum makan " ucap Rafa


" Kau tau lihat dari tadi kamu hanya menangis " ucap Refa sambil tersenyum


" Aku tidak mau kehilangan Jesi " ucap Rafa


" Semuanya akan baik-baik saja, kamu Tidka usaha khawatir " ucap Refa


" Ya, tapi hati ini tidak bisa di bohongi, aku khawatir, cemas pada Jesi " ucap Rafa


" Sekarang kamu makan dulu.. kalau tidak mau aku tidak akan mengijinkan mu untuk bertemu dengan Jesi " ancam Refa


" Kamu jahat sekali " ucap Rafa


" Ini semua demi kebaikan ku " ucap Refa


" Baiklah aku akan menuruti mu, asal aku bisa bertemu kembali dengan Jesi..." ucap Rafa


" Ok... " ucap Refa


" Aku tau dia tidak akan bernafsu makan disaat seperti ini tapi ini juga tidak baik untuk kesehatan mu... cara ini yang bisa kau lakukan agar Kau mau makan " batin Rafa


" Kalau begitu aku lanjut kerja ya " ucap Refa


" Ia aku akan menemani umi dan ayah dahulu " ucap Rafa


Rafa dan Refa pun pergi ke jalan yang berbeda, Rafa segera menghampiri sang Umi dan memeluknya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz