
Keluarga Wiratmaja sudah sampai di acara pernikahan mereka langsung masuk kedalam dalam.
Rafa dan Lio mengeluarkan barang-barang yang akan di jadikan seserahan nanti dibantu oleh beberapa pelayan disana.
Rafa melihat Sang Kekasih hati yang sebentar lagi akan menjadi istrinya masuk kedalam gedung yang akan menjadi tempat mereka akan menikah.
" Astaga Jesi cantik sekali " batin Rafa
" Kenapa Rafa tampan sekali " batin Jesi dari kejauhan
" Astaga... apa itu benar Jesi... kenapa dia sangat cantik hari ini " ucap Rifa
Refa yang melihat wajah Rifa memandangi Jesi dari kejauhan pun segera mencubitnya.
" AW... " ucap Rifa
" Ingat ya... jangan mengacaukan acara.. " ucap Refa
" Aku tau " ucap Rifa dengan wajah kesalnya
" Apa aku rela jika Jesi jadi kakak iparku " batin Rifa
" Kalau sudah tahu jangan melihat kearah Jesi terus.. atau harus aku pakaikan penutup mata agar kamu tidak bisa melihat " ucap Refa
" Tidak usah " ucap Rifa masih dengan ekspresi kesalnya
Semua anggota keluarga Wiratmaja duduk di kursi yang sudah di sediakan lalu sang pengisi acara segera memulai acaranya.
Semua larut dalam acara tersebut dan sekarang tinggal acara akad nikahnya. Rafa mengusulkan untuk mengucapkan ijab qobul terlebih dahulu sebelum Lio. Lio dan Mesi pun tidak keberatan.
" Baik acara Ijab Qobul nya akan segera di lakukan.. pengantin Pria dan wanita silahkan maju beserta walinya " ucap Sang pengisi acara
" Bagaimana kalau aku dulu yang Ijab Qobul.. apa kamu keberatan Lio " tanya Rafa
" Tidak sama sekali " ucap Lio sambil tersenyum
" Maksudnya apa.. Rafa ingin mengucapkan ijab qobul terlebih dahulu " batin Rafa
" Aku yakin Rafa punya pemikiran lain... tidak masalah kan jika Rafa dulu yang Ijab Qobul " batin Lio
" Pasti Rafa memang senagaja... agar dia pertama yang mengucapkan ijab qobul " batin Satria
" Pa penghulu, saya dan Jesi terlebih dahulu yang akan mengucapkan ijab qobul " ucap Rafa
Semua anggota Wiratmaja yang lainnya pun di buat heran dengan keputusan Rafa namun mencoba untuk mengerti pasti itu yang terbaik untuknya.
" Baik silahkan maju depan terlebih dahulu " ucap Sang penghulu
Sambil tersenyum Rafa langsung menghampiri Jesi dan membantunya untuk menuju kursi sang penghulu bersama dengannya.
" Aku bantu ya sayang " ucap Rafa sambil tersenyum
" Ia sayang " ucap Jesi
Mereka berdua segera menghadap sang penghulu dengan senyuman di wajah masing-masing menggambarkan jika keduanya sangat bahagia dengan pernikahan ini.
" Silahkan duduk sayang " ucapnya Rafa sambil tersenyum
Kini mereka duduk di depan sang penghulu beserta para saksi dan wali nikah yang akan di wakilkan kepada wali nikah secara hukum karena wali nikah Jesi sudah meninggal.
" Ayah.. ibu.. aku sebentar lagi akan menjadi istri Rafa.. semoga ibu dan ayah merestui kami.. karena Rafa anaknya baik dan mencintaiku dengan tulus " ucap Jesi dalam hatinya
" Rasanya aku ingin membawa Jesi pergi jauh namun hal itu tidak bisa aku lakukan... ini sungguh menyiksa " ucap Rifa sambil memegang tangannya di dadanya yang terasa sakit
" Terima kasih Ya Allah sudah menghadirkan dia dalam hidup ku.. semoga aku selalu membahagiakannya dunia dan akhirat " batin Rafa
" Semoga dengan kejadian ini, Rifa berubah dan tidak melakukan kesalahan lagi.. Maafkan Hamba ya Allah gagal mendidik anak hamba yang bernama Rifa " batin Ina sambil melihat wajah Rifa sedang sedih
" Kebahagiaan ku adalah melihat anak-anak ku menikah.. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu nak, ayah hanya bisa memberi restu dan doa untukmu " batin Satria
" Apa kalian sudah siap " tanya sang penghulu
" Siap Pa " ucap Jesi dan Rafa sambil tersenyum
" Nama lengkap Mempelai perempuan adalah Jesi karlina " tanya sang penghulu
" Betul pa " Ucapnya Jesi
" Nama ayah nya siapa " tanya sang penghulu untuk mencocokan datang dengan apa yang dia pegang
" Alm Jeje Wahyudin " ucap Jesi
" Dan Nama lengkap Mempelai laki-laki adalah Rafa Putra Satna Pratama Wiratmaja " tanya sang penghulu
" Betul pa " ucap Rafa
" Kalau begitu Rafa silahkan jabat tangan wali nikahnya " ucap Sang penghulu
Kini hal menegangkan pun tiba, dengan wajah gugup dan tegang Rafa segera menjabat tangan sang wali nikah.
Sang Penghulu mulai menuntun sang wali Nikah dan Rafa mulai mengucapkan kata-kata Sakralnya.
" Saya terima Nikah dan kawinnya Jesi karlina binti Jeje Wahyudin dengan mas kawin perhiasan berlian satu set dan Satu apartemen dibayar tunai " ucap Rafa
" Bagaimana para saksi " ucap sang penghulu bertanya pada mereka yang ada disana
" Ingin aku rasanya menghentikan dan bilang kalau itu tidak sah, tapi aku untuk sekarang harus mengalah " batin Rafa
Semua orang yang disana mengucapkan Sah, langsung berdoa dipimpin oleh sang penghulu.
Jesi pun meneteskan air matanya saat ia sah menjadi istri Rafa. namun tangisnya ini adalah tangis kebahagiaan.
Disaat semua orang berdoa setelah acaranya Ijab Qoubul Ya beres, beda halnya dengan Rafa dalam hatinya ia menangis dan sedih, ia tak bisa membohongi raut wajahnya juga yang meneteskan air matanya.
" Kamu harus kuat... ingat Jesi sekarang kakak iparmu " ucap Refa mencoba menenangkan Rifa yang menangis tanpa bersuara
Rifa langsung memeluk Refa saat itu juga, benar-benar sakit rasanya entah memang ia sudah menyukai Jesi atau karena anak yang ada di dalam kandungan Jesi.
" Jika waktu bisa di putar kembali aku akan mengulang saat Jesi meminta pertanggungjawaban dariku.. saat itu juga aku akan menikahinya.. aku benar-benar bodoh waktu itu " batin Rifa
" Rafa ternyata memang menyukai Jesi.. namun semua itu sudah terlambat... " batin Rafa
" Aku jadi tidak tega dengan Rifa " batin Reza yang melihat keadaan Rifa sekarang
Beda halnya dengan Rifa, Justru Rafa dan Jesi tengah bahagia karena mereka sudah sah menjadi suami istri.
" Kalian silahkan menandatangani surat nikahnya " ucap Sang penghulu
Mereka pun segera menandatangani beberapa dokumen setelah selsai mereka pun di berikan surat nikah masing-masing lalu di suruh untuk menunjukan pada Camera untuk di foto terlebih dahulu.
" Kasian juga Rifa " batin Lio melihat keadaan Rifa yang sedang memeluk Refa
" Karena kalian sudah sah menjadi suami istri.. Nona Jesi silahkan mencium tangan sang suami " ucapnya Sang pengisi acara
Jesi pun melakukan hal yang di ucapkan sang pengisi acara tersebut.
" Tahan dulu kita mau foto keromantisan mereka " ucapnya
" Ok , sekarang giliran Tuan Rafa mencium kening Sang istri " ucap Sang pengisi acara
" Aku malu " ucap Jesi
" Tidak usah malu-malu kalian kan sudah sah menjadi suami istri " ucapnya
" Ciumm... cium... cium... " ucap mereka yang ada disana
" Baiklah " ucap Rafa sambil tersenyum senang
Rafa pun mencium kening Jesi di saksikan semua orang yang ada disana. Sebagian mereka senang melihat kemesraan mereka namun untuk Rifa mungkin ia sangat sedih
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz