One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 64



Rafa sudah menghilangkan dari pandangan Rafa dan Refa. Namun Refa malah memandangi Rafa dengan sinis.


" Kamu tau kamu harus berbuat apa " tanya Refa


" Aku akan mengatakan semuanya pada Jesi hari ini juga " ucap Rafa


" bagus, sebelum Rifa yang mengatakan langsung pada Jesi " ucapnya Refa


" Kamu benar... aku hanya sedang mencari waktu yang pas " ucap Rafa


" Kamu pergi ke taman dengan Jesi itu waktu yang pas " ucap Refa


" Baiklah..m " ucap Rafa


" Kalau begitu aku pamit " ucap Refa


" Terima kasih sudah banyak membantu " ucap Rafa


" Tidak masalah " ucap Refa langsung pergi dari sana.


Sementara Rafa pun segera masuk kedalam ruangan Jesi. ia melihat sang istri sambil tersenyum, ia membawakan kursi roda untuk sang istri.


" Sayang " ucap Rafa sambil tersenyum


" Loh sayang pipimu Kenapa " tanya Jesi dengan heran


" Aku hanya kejedot pintu saja " alasan Rafa


" Ko aku tidak percaya pada Rafa... apa yang sebenarnya terjadi, apa yang di sembunyikan Rafa padaku " batin Jesi


" Sayang kita ke taman sekarang ya sayang " ucap Rafa


" Baiklah sayang " ucap Jesi


" Tapi kamu harus makan dulu " ucap Rafa


" Bisa gawat kalau Jesi sudah mendengar kabar itu dan dia tidak mau makan " batin Rafa


" Kalau makannya disana bagaimana " ucap Jesi


" Kau tidak bisa menolak keinginan Jesi " batin Rafa


" Baiklah sayang, karena disana suasananya bagus pasti kamu akan bernafsu makan " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Rafa pun menggedong Jesi dan diduduki di kursi roda lalu membawanya ke taman yang ada disana.


" Lihatlah pemandangannya bagus sekali dan udaranya sangat sejuk, cocok untuk mu sayang " ucap Rafa


" Ia, banyak bunga yang cantik-cantik " ucap Jesi senang


" Kita duduk disana saja ya, yang ada banyak bunga " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Rafa mendorong kursi roda itu ketempat dimana bunga-bunga bermekaran indah berwarna warni.


" Sayang, kamu lihat pemandangannya sambil makan ya.. biar aku suapin " ucap Rafa


" Terima kasih " ucap Jesi sambil tersenyum


" Saat Makanannya habis, aku akan mengatakan semuanya pada Jesi " batin Rafa


Rafa menyuapi Jesi sampai makanan itu habis tanpa terasa, ini saatnya Rafa untuk jujur pada Jesi.


" Jesi, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu " ucap Rafa


" Ada apa, katakanlah " ucap Jesi heran


" Tapi kamu janji tidak akan marah padaku " ucap Rafa


" Ini masalahnya apa dulu.. aku ga bisa janji begitu saja " ucap Jesi


" Bismillah... semoga Jesi memaafkan aku " batin Rafa


" Maafkan aku, karena tidak bisa menjagamu dan bayi kita " ucap Rafa menertawakan air matanya


" Apa maksud mu " ucap Jesi bingung


" Bayi kita.... " ucap Rafa menangis memeluk Jesi


" Sayang, katakan ada apa yang sebenarnya terjadi dengan bayi kita " ucap Jesi dengan wajah khawatir


Leya langsung mengingat kejadian itu, Air matanya langsung menetes dengan dada sesak.


" Ia aku terpeleset disana.. lalu ada darah dan itu banyak " ucap Jesi langsung menangis di pelukan Rafa


Karena dari awal Rafa dan Jesi memang sudah sangat shock dengan kejadian ini, Rafa memilih untuk tidak bicara apa yang terjadi ada sang istri, sementara Jesi melupakan ingatan yang seharusnya ia ingat, karena menurut Rafa ketika Jesi sadar ia hanya mengatakan jika Jesi sakit.


" Bayiku.... Hiks... hiks.. hiks.. " ucap Jesi


" Maf kan aku Tidak menjagamu dengan baik " ucap Rafa merasa bersalah


" Ini bukan salahmu... ini salahku tidak bisa menjaga bayi itu dengan hati-hati.. aku benci pada diriku sendiri " Batin Jesi sambil menangis


" Ku harap Jesi memaafkan aku " batin Rafa


" Tolong maafkan aku " ucap Rifa memeluk erat tubuh Jesi


" Tidak perlu di maafkan " ucap Jesi tanpa suara dan dia hanya terdiam, ia memendam semua sakit hatinya sendirian


" Sayang... apa maksud mu " ucap Rafa bingung kenapa ekspresi wajah Jesi menjadi dingin hanya air mata yang mengalir terus di pipinya


" Aku mau kembali ke kamar " ucap Jesi


" Baiklah sayang... " ucap Rafa langsung mendorong kursi roda Jesi ke kamarnya


" Tuhan, bagaimana ini.. apa yang harus ku lakukan... aku bingung " batin Rafa


" Maafkan Ibu nak, yang tidak bisa menjagamu di dunia ini.. ibu harus berpisah denganmu.. padahal ibu sangat menantikan kehadiran mu nak " batin Jesi


Jesi dan Rafa sudah berada di kamarnya Jesi, Rafa membaringkan Tubuh Jesi ke ranjang tempat tidurnya.


" Sayang Apa kamu mau minum..." ucap Rafa


" Tidak " ucap Jesi


" Aku kupas buah untukmu ya sayang " ucap Rafa


" Tidak mau " ucap Jesi


" Sayang kalau kamu membenci ku lebih baik bicara dari pada diam seperti ini " ucap Rafa bingung dengan sikap Jesi


" Aku hanya mau sendiri " ucap Jesi


" Sayang tolong maafkan aku.. kalau aku tidak melakukan itu aku takut kamu akan meninggalkan aku selamanya.. aku juga sulit ketika harus menandatangani surat persetujuan untuk mengeluarkan bayi kita " ucap Rafa sambil menangis


" Aku mau sendiri " ucap Jesi


" Tapi sayang... " ucap Rafa


" Tolong tinggalkan aku " ucap Jesi


" Hatiku sedih melihat mu seperti mu seperti ini sayang " batin Rafa


" Baik sayang aku akan menunggumu di depan kamar ini, jika kamu butuh apapun tinggal berteriak... " ucap Rafa


Karena tidak ada respon dari Jesi, Rafa pun segera keluar dari ruangan itu dengan perasaan sedih, biar bagaimanapun ketika orang yang kita sayangi sedih maka hati kita pun akan ikut sedih


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz