
Jesi menghampiri suaminya itu, ia tahu jika sekarang Susana hati suaminya itu sedang sedih, ia pun segera memberikan air putih yang diminta suaminya itu.
Jesi melihat wajah Rafa yang ternyata masih banyak beban salah hatinya dan pikirannya. Memang tidak mudah melepaskan kenangan buruk di masa lalu. namun jika kita tidak bisa terlepas dari masa lalu itu akan membuatnya sulit melangkah menuju masa depan.
" Jika kamu sedih menangis lah,, aku tahu tidak mudah memaafkan masa lalu namun cara memaafkan adalah cara yang ampuh agar kita bisa terlepas dari masa lalu " ucap Jesi menatap wajah suaminya
" Apa Jesi mendengarkan ucapanku dengan Leya barusan " batin Rafa
" Ya, aku memang mendengarkan pembicaraan ku dengan Leya namun bukan bermaksud apapun hanya aku ingin kamu bisa berdamai dengan masa lalu mu " ucap Jesi
" Aku selalu mencoba untuk itu namun rasanya sulit " ucap Rafa dengan mata berkaca-kaca
" Lalu kamu anggap apa aku ini,, kamu sebentar lagi akan melakukan pengobatan, jika kondisi ku seperti ini aku ragu kamu bisa bertahan " ucap Jesi
" Aku sudah pasrah " ucap Rafa
" Kamu sudah pasrah lalu bagaimana dengan perasaan ku, perasaan keluargamu.. kamu pernah berpikiran seperti itu tidak " ucap Jesi meneteskan air matanya
" Maafkan aku membuatmu sedih " ucap Rafa memeluk Jesi
" Aku hanya ingin kamu bisa berdamai masa lalu jangan terlalu memikirkan hal itu,, maafkan semua orang yang menyakitimu di masa lalu " ucap Jesi
" Aku akan berusaha " ucap Rafa
" Kamu tahu semua yang terjadi di masa laluku,, kamu juga tahu penderitaan ku dulu " ucap Jesi
" Ia aku tahu " ucap Rafa
" Aku sudah memaafkannya bahkan sudah melepaskannya.. aku hanya ingin hidup bahagia di masa depan ku bersama mu " ucap Jesi
" Jesi benar, aku harus melepaskan semua dendam ku dan memaafkan orang-orang yang menyakiti ku di masa lalu.. aku tidak mau membuat Jesi sedih " batin Rafa
Rafa langsung memeluk suaminya itu, ia lebih lega karena didalam hati Jesi sudah ada namanya meskipun Jesi jarang mengungkapkan rasa cintanya pada Rafa.
" Terimakasih Jesi, sudah menyadarkan ku,, aku janji padamu jika aku akan melepaskan semua dendam ku dan memaafkan masa laluku " ucap Rafa memeluk erat istrinya itu
" Aku senang jika kamu sudah sadar.. harusnya aku yang Terimakasih karena kamu sudah mau berjuang melawan penyakit mu " ucap Jesi
" Kamu harus janji padaku, apapun yang terjadi jangan pernah meninggalkanku sampai kapanpun " ucap Rafa melepaskan pelukannya dan tersenyum pada istrinya itu
" Aku janji, tapi kamu juga harus janji tidak akan menyerah pada penyakit mu itu " ucap Jesi sambil tersenyum
" Aku berjanji " ucap Rafa mencium kening Jesi
Mereka berpelukan kembali saling menguatkan satu sama lain, apalagi sekarang keduanya sedang dengan suasana hati yang baik.
Tiba-tiba Rifa datang karena Mey-mey juga menelepon dia untuk segera pulang karena besok Rafa dan Jesi akan pergi ke Singapura.
Dengan terpaksa Rifa meninggalkan Sofia yang sedang tertidur pulas, namun sebelum ia pergi ia juga menuliskan pesan di Handphonenya pada Geri, jika Rifa harus pergi karena ada urusan penting sementara Sofia di rumah sakit sendirian.
Setelah mendapat balasan dari Geri jika ia akan segera menuju rumah sakit, Rifa langsung pergi dari rumah sakit menuju Mansion.
" Rafa " ucap Rifa
Jesi Dan Rafa kaget dengan Kehadiran Rifa yang tiba-tiba ada disana. Mereka langsung menatap wajah Rifa bersamaan.
" Sayang, aku mau ke dapur dulu ya bantuin yang sedang masak " ucapnya Jesi
" Ia sayang " ucap Rafa sambil tersenyum
Jesi yang mengerti jika Rafa dan Rifa akan berbicara penting langsung pergi dari sana, ia selalu berharap jika Rifa dan Rafa bisa saling memaafkan untuk semua kesalahan mereka di masa lalu.
" Kita bicara di kamarku " ucap Rafa
Rafa mengajak Rifa pergi ke kamarnya bukan tanpa alasan, mengingat angin di luar sedang tidak enak menusuk tubuhnya ia memutuskan untuk pergi ke kamarnya agar badannya lebih hangat. Rifa hanya membututi Rafa dari belakang.
Kini mereka sudah sampai di kamar Rafa, mereka berdua segera masuk kedalam kamar, Rafa langsung mengambil jaket untuk menghangatkan tubuhnya.
" Duduklah " ucap Rafa yang sudah duduk di sofa yang ada disana. Rifa langsung duduk di samping Sang kakak.
" Maaf.. " ucap Rifa dengan wajah sedihnya
" Maf kenapa " tanya Rafa bingung
" Harusnya kata Maf ini terucap dari dulu tapi aku tidak berani berkata seperti itu karena aku akui memang aku salah dulu " ucap Rifa berlutut di hadapan Rafa.
Rifa mengakui kesalahannya dahulu sambil meneteskan air matanya, hal ini yang dari dulu ia ingin lakukan namun egonya terlalu tinggi saat itu.
" Kamu berdiri, jangan seperti ini " ucap Rafa menyuruh Rifa berdiri namun Rifa tak mau
" Ka, maafkan aku... aku tahu aku salah,, aku tak pernah tahu sumpah jika dulu Gea adalah pacarmu,, Gea juga berbohong padaku saat itu setelah kebohongannya terungkap aku langsung memutuskan Gea " ucap Rifa dengan nada suara yang penuh penyesalan
" Lalu kenapa kamu tidak mau datang ketika Gea mau bunuh diri " ucap Rafa dengan nada marah pada sang adik
" Aku sudah kecewa pada Gea, aku kira dia hanya mengancam tapi ketika aku Kesana aku juga melihat Gea dengan nekat melompat dari Apartemennya " ucap Rifa sambil menangis
" Kamu tahu, gara-gara kamu Gea nekat nekad dari sana... " bentak Rafa
" Ka, aku tidak pernah menyentuh Gea, aku mencintainya mana mungkin aku menyentuh dia,, sumpah meskipun aku dan Dia mabuk tapi aku yakin jika aku tidak menyentuh dia sama sekali " ucap Rifa
" Lalu kenapa dia bisa hamil.. kamu tahu aku sibuk bekerja lagian mana mungkin aku menyentuh Gea sebelum aku menghalalkannya " ucap Rafa
" Aku juga kaget ketika Margaret dan Gea jika dia hamil anak ku.. menyentuh juga tidak bagaimana hamil " ucap Rifa berbicara jujur
" Kamu yakin kamu tidak menghamili Gea " ucap Rafa dengan wajah Ragu
" Sumpah demi Tuhan ka, aku berani bahkan jika bersumpah demi nyawaku sendiri " ucap Rifa
Keduanya pun saling menatap satu sama lain, Rafa juga melihat jika di wajah Rifa tidak ada kebohongan sama sekali.
" Kalau bukan Rifa lalu Gea hamil anak siapa " batin Rafa
" Semoga Ka Rafa percaya dengan ucapanku,, aku benar-benar tidak menghamili Gea " batin Rifa
" Kalau kamu benar tidak menghamili Gea, buktikan kalau perlu cari buktinya sampai dapat " ucap Rafa pada Rifa
" Baik ka, aku janji akan membuktikan pada Kakak jika aku tidak bersalah " ucap Rafa sambil tersenyum
" Bagus, itu namanya adikku " ucap Rafa sambil tersenyum
" Ka Rafa sudah memaafkan aku " tanya Rifa
" Sudahlah aku sudah berdamai dengan masa laluku dan juga Memaafkan semua kesalahan mu " ucap Rafa
" Terima ka " ucap Rifa sangat senang
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...