One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 95



Sebenarnya ketika Leya berbicara dengan Rafa, Jesi berada di luar pintu kamarnya, ia mendengarkan semua percakapan antara Rafa dan Leya.


Ia Sudah kehabisan akal untuk membujuk Rafa agar mau berobat keluar negri dan menyembuhkan penyakitnya, Rafa selalu menolak keinginan Jesi dan beralasan jika kesalahanpahaman diantara dia dan keluarga Gea membuatnya tidak tenang.


Tapi beberapa waktu lalu Jesi berbicara pada Leya tentang penyakitnya Rafa, ia berharap jika Leya bisa membujuk Rafa untuk mau berobat. karena ia tahu jika Leya juga sedang mencari kebenaran tentang kematian Gea apalagi Leya dan Geri memiliki hubungan meskipun mereka sudah putus didepan Jesi, Rafa dan yang lainnya.


Ia benar-benar senang ketika mendengar hal itu, akhirnya ia bisa menemani sang suami untuk pergi berobat ke luar negeri. Menurutnya pengobatan di luar negeri cukup efektif karena disana teknologinya sudah maju.


Ia membuntuti Leya ke kamarnya karena ia melihat jika Rafa sudah minum obat dan membaringkan tubuhnya di ranjang tempat tidur sebelum Leya keluar dari kamar Rafa.


Tok.. Tok.. Tok..


Ceklek,,


" Leya " ucap Jesi Langsung memeluk Leya, Leya yang bingung pun langsung membawa Jesi ke kamarnya lalu menutup pintunya.


" Jesi ada apa " tanya Leya bingung


" Terima kasih Leya " ucap Jesi sambil menangis


" Terima kasih untuk apa, kenapa kamu malah menamgis " tanya Leya bingung


" Terima kasih sudah mau membujuk Rafa berobat ke luar negeri,, aku benar-benar sangat berterima kasih " ucapnya Jesi menghapus air matanya


" Tidak apa-apa, ini juga yang aku inginkan, kesehatan Rafa yang paling utama " ucap Leya


" Aku yakin kamu bisa mengungkapkan kesalahanpahaman ini " ucap Jesi


" Ia, kamu doakan saja " ucap Leya sambil tersenyum


" Kamu jangan khawatir, semuanya pasti akan terbongkar apa yang sebenarnya terjadi " ucap Jesi


" Semoga saja " ucap Leya


" Kalau begitu aku pamit ya, aku mau menjaga Rafa kembali " ucap Jesi


" Baiklah,, jaga kesehatan mu juga, aku ga mau kamu ikutan sakit kata Rafa, karena kalau kalian sakit lalu siapa yang akan menjaga kalian " ucap Leya sambil tersenyum


" Kamu bisa saja " ucap Jesi


Jesi Langsung keluar dari kamar Leya dan segera menemui sang suami yang pasti sednag menunggunya di kamar, ia juga mau memberitahu jika keberangkatan mereka akan segera Jesi persiapkan.


Jesi masuk kedalam kamarnya dengan sang suami, ia melihat Rafa ternyata belum tidur dan sedang menunggunya.


" Sayang kamu kenapa belum tidur " tanya Jesi


" Kamu kemana saja " tanya Rafa


" Aku ke kamar Leya dulu " ucap Jesi jujur pada sang suami


" Aku sudah mendengar percakapan kamu dan Leya, dan akhirnya kamu mau pergi ke luar negeri untuk berobat " ucap Leya dengan nada senang


" Baiklah untuk kali ini aku akan dengarkan ucapanmu dan juga Leya " ucap Rafa


" Aku sangat senang mendengarnya, aku harap kamu disana bisa fokus pada pengobatan mu dan bersemangat ingin sembuh agar pemulihannya bagus " ucap Jesi


" Selama ada Kau yang menemaniku aku pasti akan fokus dan bersemangat.. " ucap Rafa sambil tersenyum


" Aku tahu kamu adalah laki-laki yang kuat, kita pasti akan melewati semua cobaan hidup ini sayang " ucap Jesi sambil tersenyum


" Terima kasih kamu sudah menyemangati ku tanpa henti bahkan ketika aku tidak yakin dengan penyakit ku sendiri " ucap Rafa


" Aku akan selalu ada disamping mu sampai kapanpun, baik suka maupun duka " ucapnya Jesi


Jesi membaringkan Tubuhnya di samping suaminya itu, ia langsung memeluk suaminya dan berharap jika tempat yang selama ini ia selalu peluk dan merasakan kenyamanan tidak akan pernah menghilang dari hidupnya.


" Tuhan, jika aku di berikan satu permintaan didalam hidupku, aku hanya ingin Rafa sembuh, dia laki-laki yang baik yang selama ini aku temui.. aku tidak tahu jika dia tidak di sampingku lagi, apakah aku akan mendapatkan tempat sandaran yang senyaman dia atau tidak " batin Jesi


Rafa yang melihat Jesi sedang memeluknya dari samping mersakan senang dan semangatnya tidak pernah pudar karena Jesi yang selalu menguatkannya.


" Tuhan jika aku di berikan umur panjang dan di berikan satu kesempatan untuk hidup, aku hanya ingin berada disamping Jesi, wanita yang sangat aku cintai,, dia satu-satunya wanita yang aku mau hari ini dan selamanya, jangan biarkan dia menangis karena tangisnya akan menjadi goresan di hatiku " batin Rafa


Rafa mencium kening Jesi lalu membalas pelukannya. ia sangat bahagia saat ini, yang ia takutkan bukan kematian tapi ia takut jika tidak bisa melihat lagi Jesi. Karena ia tahu jika hal itu terjadi pasti yang paling sedih adalah Jesi. Ia sudah kehilangan kedua orang tuanya, dan sekarang harus kehilangan Rafa orang yang sangat dekat dengannya.


" Jesi aku mencintaimu " ucap Rafa masih memeluk Jesi dan enggan melepaskan pelukannya


" Aku juga mencintaimu Rafa " ucap Jesi sambil tersenyum senang mendengar hal itu dari sang suami.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...