One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 93



Sementara di tempat lain, Sofia sedang mencari keberadaan Rifa. Ia tahu jika selama ini ia sudah salah karena sudah membohongi Rifa.


Semenjak ia pergi ke apartemen dan Rifa mengetahui kebohongan ia sudah tidak pernah bertemu dengan Rifa lagi.


Ia mencoba menelepon Rifa beberapa kali namun tak di angkat, ia juga mengirim pesan padanya namun tak di balas. ia memang sudah benar-benar jatuh cinta dengan Rifa dari semenjak ia liburan bersama dengan Rifa.


Ia menyadari jika apa yang di katakan Geri itu salah, ia merasakan jika Rifa pribadi yang baik, meskipun ia masih mengejar-ngejar Jesi tapi terlepas itu semua ia nyaman bersama dengan Rifa.


Ia mencari-cari keberadaan Rifa namun tidak ketemu, hingga akhirnya ia menanyakan keberadaan Rifa pada Reza orang yang paling dekat dengan Rifa.


Reza mengatakan jika Rifa sedang ada masalah ia pasti akan pergi ke Club yang sudah menjadi Favoritnya.


Sofia langsung menuju Club tersebut sendirian, ia mencari-cari keberadaan Rifa disana namun tidak ketemu, ia pun bertanya pada salah satu karyawan disana, ternyata Rifa menyewa satu ruangan disana.


Ketika Sofia membuka pintu ruangan itu ia kaget karena Rifa disana tampak minum-minum dengan beberapa wanita disana membuatnya kesal dan marah.


" Rifa " panggil Sofia dengan nada marah sedangkan Rifa yang di panggil Sofia terlihat cuek dan santai tindak menanggapi Sofia


" Kalian keluar semua " ucap Sofia dengan nada marah


Beberapa wanita yang ada disana tampak tidak terima dengan Ucapan Sofia yang mengusir mereka.


" Siapa kamu beraninya mengusir kami "


" Ga tau malu masuk ke ruangan malah marah-marah "


" Hey, tunggu giliran dong kalau mau bermain sama Tuan Rifa "


" Sebaiknya kalian cepat keluar " ucap Sofia dengan wajah marahnya


" Siapa kamu ngusir-ngusir kami " ucap Mereka kesal


" Keluar " ucap Sofia dengan tatapan tajam dan mendorong mereka agar keluar dari ruangan itu


" Rifa, sudah jangan minum terus " ucap Sofi duduk disamping Rifa dan mengambil botol minuman itu


" Apa hak kamu melarang ku " ucap Rafa


" Rafa aku tahu kamu marah sama aku, tapi aku bisa jelaskan semuanya " ucap Sofia


" Cukup, jangan buatku marah, pergi kamu dari sini " usir Rifa


" Rifa aku ga mau pergi, aku mau jelaskan padamu " ucap Sofia


" Sudahlah kamu pergi sana,, hanya menggangu saja " ucap Rifa langsung mendorong tubuh Sofia menjauh darinya


Sofia tak patah semangat ia langsung duduk kembali disamping tubuh Rifa, ia mengambil botol minuman keras itu, lalu ia menengoknya dengan cepat. Rifa yang melihat hal itu kaget lalu ia mengambil botol minuman di tangan Sofia.


" Apa kamu gila " bentak Rifa dengan wajah kesal


Karena Sofia tidak biasa minum-minum keras ia pun akhirnya jadi mabuk di buatnya, ia merasakan kepalanya pusing dan tubuhnya lemas.


" Aku jadi bodoh juga karena kamu " ucap Sofia yang mulai mabuk


Memang benar kata orang, ketika seseorang mabuk dan di pengaruhi minum-minum keras, ia pasti akan mengatakan semua ucapannya tanpa berbohong.


" Maksud mu apa " ucap Rifa bingung dengan ucapan Sofia


" Aku suka sama kamu, tapi kamu malah mengejar-ngejar Jesi, istri kakakmu sendiri " ucap Sofia sambil menangis


" Apa, kamu suka sama aku.. tapi kamu kan sekongkol sama Geri untuk balas dendam pada ku " ucap Rifa


" Awalnya aku memang berniat begitu, tapi semenjak aku kenal kamu lebih dalam ternyata kamu bukan seperti yang Geri bilang,, aku tulus suka sama kamu " ucap Sofia membuat Rifa bingung


Tanpa diduga Sofia mendekati Rifa lalu mencium bibir Rifa, Rifa yang terkejut pun menikmati ciuman yang di berikan Sofia.


Tak tahu kenapa setelah mereka berciuman Rifa merasakan jantungnya berdetak kencang dan wajahnya merah. Ia melihat wajah Sofia lebih dalam lagi dan tanpa di duga mencium Sofia dengan rakus.


Sofia yang di perlakukan seperti itu oleh Rifa hanya bisa menikmatinya dan terhanyut dalam sentuhan yang Rifa berikan kala itu.


Mereka tanpa menyadari melakukan sesuatu yang tak seharusnya ia lakukan, namun karena pengaruh minuman hingga membuat mereka terhanyut.


Rifa merasakan apa yang pernah ia lakukan dengan Jesi namun sensasi yang ia terima saat bersama dengan Sofia berbeda, karena Sofia bisa mengimbangi permainan Rifa.


Sofia juga terlihat bahagia melakukan hal itu bersama dengan Rifa beda halnya dengan Jesi dulu, Jesi hanya bisa menangis ketika Rafa dulu berbuat seperti itu padanya.


Sofia hanya bisa pasrah, apalagi ia melakukannya dengan lelaki yang ia cintai, sedangkan Rifa terus bermain hingga mereka berdua Lelah, energi mereka benar-benar terkuras, ia memainkan permainan sampai pagi sampai keduanya tertidur pulas saling berpelukan.


Baju yang di kenakan Sofia sudah sobek karena Rifa sudah tidak sabar ingin menyentuh Sofia, bahkan Banyak tanda merah di sekujur tubuh Sofia karena ulah Rifa kala itu.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...