One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 65



Rafa duduk di depan ruangan Jesi, tiba-tiba Sisil dan Leo datang untuk berkunjung namun bersama dengan Rifa.


" Rafa kenapa kamu disini " tanya Sisil


" Tadi Jesi tidur, aku hanya ingin menghirup udara segar " ucap Rafa berbohong


" Lihat saja pembalasan ku, aku akan bicara pada Jesi " batin Rifa


" Kenapa Rifa harus datang pasti akan memperkeruh suasana " batin Rafa


" Apa boleh Kami masuk " ucap Leo


" Kakek sama nenek masuk saja " ucap Rafa


" Kalau begitu aku juga masuk " ucap Rifa


" Tidak boleh.. kamu tidak boleh masuk " ucap Rafa


" Kenapa " tanya Rifa


" Dari pada Rifa curiga lebih baik aku ikut masuk saja " batin Rafa


" Tidak apa-apa, ayo kita masuk " ucap Rafa membukakan pintu kamar Jesi


" Aneh tapi dia tidak mau aku masuk tapi sekarang dia malah yang menyuruhku masuk " batin Rifa


Mereka pun segera masuk kedalam ruangan Jesi, dilihatnya Jesi tampak sedang duduk melamun di ranjangnya.


" Ada apa dengan Jesi " batin Sisil heran


" Melihatmu seperti ini hatiku semakin sakit " batin Rafa


" Apa Jesi sudah tahu tentang kegugurannya " batin Rifa


" Selamat siang Jesi " sapa Sisil


" Selamat Siang " ucap Jesi tidak bersemangat


" Jesi kamu kenapa nak " ucap Sisil


" Tidak apa-apa Nek, hanya lelah saja " ucap Jesi


" Ini waktu yang tepat untuk mengompori Rafa " batin Rifa


" Jesi aku sangat khawatir dengan keadaan mu... " ucap Rifa mencoba mendekati Jesi


" Jangan mendekat " ucap Jesi dengan tatapan sinis


" Kamu kenapa Jesi, aku tau kamu pasti sangat sedih dengan apa yang terjadi dengan bayi kita " ucap Rifa dengan wajah sedih


" Memangnya ada apa dengan bayimu Jesi " tanya Sisil heran karena memang yang tahu masalah ini hanya Ina, Satria, Rena dan Ehan.


" Ternyata Nenek juga tidak tahu , sama dengan ku.. aku baru saja tahu karena curiga Umi selalu pergi malam dan pulang pagi-pagi dengan ayah " ucap Rifa dalam hatinya


" Nenek tidak tahu jika Jesi keguguran " ucap Rifa


" Diam kamu " bentak Rafa saat Melihat wajah Jesi menangis lagi


" Sayang... maafkan nenek, nenek tidak tahu jika bayimu... " ucap Sisil memeluk tubuh Jesi


" Ini semuanya gara-gara kamu " ucap Rifa langsung menghampiri Rafa dan menonjok pipi kanan Rafa


" Cukup... " ucap Leo dengan tatapan tajam


" Maafkan aku kakek, aku merasa kesal dan marah pada Rafa karena dia tidak bisa menjaga bayi kami " ucap Rafa


" Apa luka yang ada di pipi kiri Rafa itu gara-gara Rifa " batin Jesi


" Ini rumah sakit jangan ribut... Rifa kalau kamu mancing keributan lebih baik kamu keluar dari sini " ucap Leo


" Jesi kalau kamu mau menangis, menangis lah nak jangan di pendam " ucap Sisil sambil memeluk Jesi


" Kenapa kamu tidak bisa menjaga dan mempertahankan bayiku " bentak Rifa pada Rafa


" Sudah cukup jangan bertengkar " ucap Sisil


" Cukup... " ucap Jesi


" Kenapa kamu masih membela pembunuh ini " ucap Rifa


" Dia suamiku " ucap Jesi dengan wajah marahnya


" Tapi gara-gara dia kira kehilangan anak kita " ucap Rifa


" Aku bilang cukup... " ucap Jesi membentak Rifa


" Bukankah kamu dari awal tidak mengakui bayiku... kenapa kamu sekarang berkata seolah-olah aku yang salah " ucap Jesi


" Bukan tidak mengakui waktu itu aku hanya perlu sedikit waktu " ucap Rifa


" Hubungan diantara kita sudah tidak ada apa-apa lagi, apalagi saat anak kita sudah meninggal.. aku harap jangan pernah kamu campuri kehidupan rumah tangga ku " ucap Jesi sambil menangis


" Aku hanya ingin memberikan hukuman pada Rafa apa aku salah.. " ucap Rifa


" Rafa tidak salah, dan tidak ada yang salah... itu kecelakaan " ucap Jesi


" Kecelakaan maksudnya " tanya Rifa


" Ketika aku bangun tidur, aku pergi ke kamar mandi, Aku terpeleset di kamar mandi, saat itu di lantai penuh dengan darah.. perutku sangat sakit " ucap Jesi sambil menangis


" Ini semua bukan salah Rafa... ini salahku... aku yang tidak bisa menjaga bayiku dengan baik " ucap Jesi


" Tidak sayang.. kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri... sesuai dengan apa yang di ucapakan oleh mu tadi.. ini kecelakaan bukan disengaja " ucap Rafa


" Kalau begitu aku sudah tidak ada kesempatan untuk mendekati Jesi lagi " batin Rifa


" Jesi... ikhlaskan semuanya... semua sudah menjadi takdir sang ilahi... semua sudah ada yang mengatur... kamu harus kuat dan ikhlas ya nak... Nenek yakin nanti Tuhan akan menggantinya dengan sesuatu yang indah " ucap Sisil


" Aku masih sedih nek..." ucap Jesi


" Kamu boleh sedih, tapi jangan larut dalam kesedihan... mengiklaskan semuanya " ucap Sisil


" Ia nenek, aku akan mencoba mengiklaskan semuanya " ucap Jesi sudah mulai tenang


" Dan kamu Rafa, kamu harus memberikan semangat pada Jesi.. jangan pernah tinggalkan dia " ucap Sisil


" Aku janji nek, aku tidak akan meninggalkan Jesi " ucap Rafa sambil melihat wajah Jesi


" Dan untukmu Rifa cari wanita lain yang baik... agar Kau cepat nikah dan jangan berharap lagi pada kakak ipar mu " ucap Sisil


" Ia nek " ucap Rifa sambil melihat wajah Jesi


" Kenapa Nenek bisa tahu kalau aku masih berharap pada Jesi " batin Rifa


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz