
Sore hari Jesi bangun, ia benar-benar kaget ketika melihat Rafa tidur di sampingnya dengan memeluknya.
" Aghhhh " ucap Jesi
" Aduh berisik sekali " ucap Rafa
" Kamu.. pergi sana " ucap Jesi dengan tubuh ketakutan
" Hey.. kamu kenapa Jes " ucap Rafa langsung duduk dan mencoba menenangkannya
" Pergi... pergi... hiks.. hiks.. " ucap Jesi sambil histeris
Jesi teringat akan kejadian yang membuat ia dan seorang lelaki yang entah siapa bisa tidur bareng
" Pergi .. pergi... jangan sakiti saya .. aku mohon " ucap Jesi
" Sebenarnya Jesi kenapa, seperti memiliki trauma.. " batin Rafa
" Jesi dengarkan aku.. aku ini Rafa, kamu tidak usah takut " ucapnya
" Rafa.. " ucap Jesi menghapus air matanya
" Maafkan aku... aku kira kamu orang jahat " ucap Jesi langsung memeluk Rafa
" Aku tidak akan menyakiti mu Jesi, tapi kamu kenapa begitu histeris.. " batin Rafa
" Ya Tuhan kenapa aku harus teringat kejadian itu, bahkan dengan lelaki itu " batin Jesi
" Tidak apa-apa, sekarang kamu mandi kita jalan-jalan " ucap Rafa
" Kita mau kemana " tanya Jesi
" Pokonya aku akan mengajakmu ke tempat yang indah " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Jesi melangkah pergi menuju kamar mandi
Sementara Rafa masih bingung dengan terjadi oleh Jesi, ia mengambil kan minuman untuknya dan duduk di dapur
" Semoga saja Jesi tidak apa-apa " ucap Rafa sambil meneguk air minumnya
Tiba-tiba Jesi sudah rapi dan wangi segera menghampiri Rafa yang tengah melamun disana.
" Aku sudah siap " ucap Jesi
" Kalau begitu tunggu tiga puluh menit aku mau mandi dulu " ucapnya Rafa
" Baiklah " ucap Jesi
Kini giliran Rafa yang mandi sambil menenangkan pikirannya. Ia masih bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang tadi yang pas mereka bangun tidur.
Sementara Mesi kini yang khawatir jika Rafa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya.
" Gawat, bagaimana jika Rafa bertanya padaku tentang sikapku tadi " batin Jesi
" Semoga saja Rafa tidak banyak bicara " ucapnya
Rafa sudah siap dengan pakaian santainya, ia segera menghampiri Jesi yang tengah bicara sendiri, meskipun sebenarnya ia mendengarkan apa yang di ucapan Jesi namun ia, mencoba untuk tidak banyak bertanya karena Kasin pada Jesi.
" Ayo kita Jalan-jalan " ajak Rafa sambil tersenyum
" Eh ia ayo " ucap Jesi sambil tersenyum
Mereka segera pergi dari apartemen milik Rafa, Rafa sudah memesan taksi online untuk perjalanan mereka, Merekapun masuk kedalam taksi dan segera menuju tempat yang Rafa janjikan.
" Silahkan masuk Tuan putri " ucap Rafa masih tersenyum
" Terima kasih pangeran kodok " ucap Jesi
" Sesuai aplikasi ya Tuan " ucap Sang supir
" Ok " ucap Rafa sambil tersenyum
" Raf, sebenarnya kita mau kemana sih " tanya Jesi
" Rahasia " ucap Rafa
" Ish pake rahasia-rahasiaan " ucap Jesi
" Pokonya kamu pasti akan suka " ucap Rafa
" Awas aja kalau tempatnya ga indah " ucap Jesi
" Tapi disana kita makan dulu ya, aku laper " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Jesi
" Apa makanan kesukaan mu " tanya Rafa
" Dasar " ucap Rafa tersenyum
Sang supir menghentikan mobilnya dan tanda kalau mereka sudah tiba di tempat yang di tuju oleh Rafa.
" Tuan sudah sampai " ucap Sang supir
" Baiklah, ini uangnya pa " ucap Rafa
" Terima kasih Tuan " ucap sang supir
" Sama-sama Tuan " ucap Rafa
" Ayo kita keluar " ucap Rafa pada Jesi
" ok.. " ucap Jesi sambil tersenyum
Mereka segera keluar dari mobil dan menuju tempat itu, ternyata Rafa membawa Mesi ke Ancol, mereka hanya berjalan-jalan saja di pinggir pantai.
" Bagaimana Kamu suka " tanya Rafa
" Udaranya segar dan pemandangannya bangus " ucap Jesi dengan wajah senang dan bahagia
" Syukurlah kalau kamu suka, yuk kita makan dulu aku sudah laper nanti aku pingsan " ucap Rafa
" Memangnya kamu mau makan apa " tanya Jesi
" Makan seafood " ucap Rafa
Rafa mengajak Jesi menuju rumah makan disana yang paling enak, tempat ya pun rame ketika mereka disana.
" Ini rame sekali " ucap Jesi
" Ini Restoran paling terkenal disini.. makanannya juga enak " ucapnya Rafa
" Oh begitu, pantas saja banyak pengunjungnya " ucap Jesi
" Nanti juga kamu suka " ucap Rafa sambil tersenyum
" Semoga saja makanannya enak " ucap Jesi
" Aku jamin deh " ucap Rafa
Mereka segera duduk di kursi yang kosong, lalu memesan beberapa olahan seafood yang terkenal disana.
Tak lama kemudian sang pelayan membawakan makanan yang di pesan oleh Rafa dan Jesi .
" Silahkan Tuan " ucap sang pelayan meletakkan beberapa makanan di atas meja lengkap dengan Minumannya
" Bagaimana.. apa keliatannya enak " ucap Rafa
" Belum mencoba rasanya jangan dulu bilang enak " ucap Jesi
" Pasti enak deh " ucap Rafa
" Kenapa kamu seyakin ini " ucap Jesi
" Cobain deh, buka mulutnya " ucap Rafa menyuapi Jesi
" Em..enak juga " ucap Jesi sambil mengunyah makanannya
" Apa aku bilang " ucap Rafa
" Aku mau cobain semuanya " ucap Jesi
" Silahkan... " ucap Rafa
" Em.. yang ini enak... yang ini juga enak.. kenapa semuanya pada enak-enak " ucap Jesi
" Kalau begitu makan yang banyak " ucap Rafa
" Baiklah kalau begitu " ucap Jesi senang
Jesi dan Rafa segera memakan makanannya dengan lahap bahkan sampai habis, benar-benar harga murah dengan rasa enak, itu yang ada di restoran itu yang membuat selalu ramai pengunjung.
" Kamu kenyang " tanya Rafa
" Kebayang banget " ucap Jesi
" Terus jalan-jalannya bagaimana " ucap Rafa
" Ya sebentar lagi saja.. soalnya masih kenyang " ucap Jesi
" Baiklah " ucap Rafa
" Senang jika bisa seperti ini denganmu " batin Rafa