
Sementara di tempat lain tepatnya di kamar Rifa, ada Rafa dan Jesi yang tengah duduk berjauhan.
" Sebenarnya apa rencanamu... " ucap Rifa dengan nada kesal
" Apa maksudmu " ucap Jesi
" Jangan pura-pura wanita seperti mu hanya mengincar harta milik keluarga ku kan... " ucap Rifa dengan tatapan kesal
" Jaga ucapanmu.. aku tidak menginginkan semua itu.. " ucap Jesi
" Lalu untuk apa kamu datang kesini, itu semu adalah rencana mu kan " ucap Rifa
" Tidak seperti itu " ucap Jesi dengan wajah kesal
" Kalau bukan karena mu mungkin aku sudah menikah dengan Mesi... Kamu wanita sialan " ucap Rifa
" Dasar laki-laki brengsek... sudah tidak mau bertanggung jawab... bilang aku wanita sialan yang lebih sialan itu aku apa kamu " ucap Jesi
" Apa maksudmu " ucap Rifa dengan nada marah
" Kalau kamu tidak memperkosaku aku tidak akan hilang masa depan... aku tidak menyukai mu sama sekali kenapa harus terjebak denganmu " ucap Jesi
" Kamu berani menolak ku... rencana apa yang akan kamu gunakan... pura-pura benci padaku dan agar aku tertarik padamu " ucap Rifa
" Aku bahkan tidak berharap tertarik padamu... aku muak dengan mu... bahkan jika anak ini lahir aku merasa kasian jika dia punya ayah seperti mu " ucap Jesi
" Dia bukan anak ku " ucap Rifa
" Terus saja menyangkal... pada akhirnya kamu Sendiri akan menyesal... " ucap Jesi
" Apa Benar dia darah daging ku... tapi masa ia dia anakku... aku bahkan sudah berhubungan dengan banyak wanita tapi belum ada yang hamil kecuali Gea " batin Rifa
" Kenapa Tuhan harus bertemu dengan laki-laki seperti ini, apa aku sanggup hidup dengannya sifatnya yang egois dan keras kepala seperti ini " batin Jesi
" Kalau benar dia anak ku aku akan bertanggung jawab tapi jika dia bukan anakku aku akan menyeret mu dan anakmu pergi jauh " ucap Rifa
" Mau bukti apa lagi.. di Vidio itu sudah terbukti jika Kamu dan aku melakukan itu " ucapnya Jesi
" Kamu tau berapa wanita yang sudah tidur denganku... jangan begitu bangga " ucap Rifa
" Dia benar-benar laki-laki brengsek.. aku benci padanya " batin Jesi
" Jangan terlalu percaya diri.. bahkan kamu tidak ada apa-apa dengan wanita di luar sana " batin Rifa
" Aku khawatir kamu punya penyakit karena suka bergonta-ganti pasangan... aku harap kamu mengidap penyakit begitu " ucap Jesi
" Jaga ucapanmu.. aku sehat tidak ada penyakit seperti itu " ucap Rifa
" Aku jadi merasa jijik padamu " cibir Jesi
" Apa... mau pukul... pukul saja aku tidak takut " ucap Jesi
" Hidup ku sudah hancur... bahkan jika aku mati pun aku tidak masalah... sudah tidak ada lagi yang membuatku semangat hidup " batin Jesi
" Aku bukan pecundang yang selalu memukul wanita... " ucap Rifa
" Tidak pernah menyakiti wanita tapi sikapmu itu menyakiti banyak orang.... termasuk aku " ucap Jesi
" Terus menurut mu aku tidak terluka... menikah dengan wanita yang baru di kenal yang jelas-jelas aku tidak cintai " ucapnya Rifa
" Aku tidak mau hidup dalam ikatan seperti itu " batin Rifa
" Terus apa alasan aku bertahan di dunia ini.. hanya karena anak ini.. tapi aku tidak mau di hina terus-menerus seperti ini " batin Jesi
Ternyata di laci itu ada sebuah gunting, ketika pikiran seseorang sudah tidak tau arah maka segala cara pun ia akan lakukan agar ia tidak merasakan kesakitan seperti itu, itu lah yang sekarang di pikirkan oleh Jesi
" Aku cuma mau bilang jika di kehidupan lain aku harus bertemu denganmu... aku akan selalu membenci mu.. kamu adalah laki-laki paling brengsek.. bahkan aku akan mengutukku tidak akan mendapatkan kebahagiaan seumur hidup mu " ucap Jesi sambil memegang gunting
" Apa yang kamu lakukan " ucap Rifa
" Kenapa... masih merasa kasian padaku... kamu jangan mengasihani ku... aku muak hidup " ucap Jesi sambil menangis histeris
" Turunkan gunting itu " ucap Rifa
" Kenapa kamu takut aku membunuh anak ini atau membunuh diriku " ucap Jesi membentak Rifa
" Sial... wanita ini sungguh sudah Frustasi, jika dia mati Momih pasti menyalahkan ku lagi " ucapnya Rifa dalam hatinya
" Ia.. aku takut anak itu mati dan kamu juga mati " ucap Rifa mencoba mendekati Jesi
" Kenapa kamu begitu takut, bukankah tadi kamu bilang kalau anak dalam kandungan ku itu bukan anakmu.. " ucap Jesi
" Jangan mendekat " ucap Jesi
" Bagaimana ini " ucap Rifa bingung
" Aku cukup sabar dengan tingkah mu selama ini tapi aku tidak sekuat itu... aku lelah... " ucap Jesi
" Kalau aku bilang aku mau menikahi mu apakah kamu akan melepaskan gunting itu " ucap Rifa
" Aku membenci mu.. aku tidak mau menikah denganmu... " ucap Jesi berteriak
Jesi ingin menancapkan gunting itu di perutnya namun Rifa langsung berlari dan menghentikan itu, Guntung yang di pegang oleh Jesi itu di pegang oleh oleh Rifa juga, ia menahan kuat Tanaga untuk melepaskan gunting itu.
Gunting itu malah mengenai tangan Jesi, darah pun bercucuran disana. Kini tubuh Jesi lemah dan pingsan namun lagi-lagi Rifa sigap menangkap tubuh Jesi.
" Hey.. apa yang kamu lakukan " ucap Rifa
" Eh kenapa dia pingsan " ucap Rifa bingung
Rifa segera menggendong tubuh Jesi lalu ia baringkan di ranjang tempat tidurnya, dilihatnya wajah Jesi sangat tertekan saat ini, ia pun segera mencoba untuk memberikan pertolongan pada Jesi.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz