
Jesi langsung melepaskan tangannya dari Rifa dengan perasaan kesal.
" Aku bisa pulang sendiri " ucap Jesi dengan nada marah
" Tunggu dulu, Maafkan aku.. ini hukuman karena kamu tadi nonton aku dan Karen " ucap Rifa
" Dia atasan dan aku bawahan... astaga aku harus mempertimbangkan apakah aku harus atau tidak bekerja disini " batin Jesi
" Jangan Coba-coba untuk kabur dariku... kalau tidak kamu harus mengganti perjanjian kontrak sebesar Satu Miliar " ucap Rifa
" Sial, apakah aku harus bekerja dengannya lagi " batin Jesi
" Ikut.. aku akan mengantarmu pulang " ucap Rifa
" Tidak usah " ucapnya Jesi
Kini tubuh Jesi di gendong dan di paksa untuk naik ke dalam mobil.
" Tuan Lepaskan " ucap Jesi
." Ikut Saya " ucap Rifa
" Saya tidak mau " ucap Jesi
" Kasar sekali " cibir Jesi saat ia sudah duduk di mobil itu
" Kalau kamu bisa di ajak kerjasama makan aku tidak akan bersikap begitu " ucap Rifa
" Dasar atasan pemaksa " ucap Jesi dalam hatinya
Rifa segera menjalankan mobilnya menuju alamat yang di berikan Jesi. Karena Lelah Jesi pun terlelap namun di mimpinya Jesi ingat lagi tentang kejadian malam itu.
" Jangan... jangan... pergi... pergi " ucap Jesi sambil menutup matanya
" Ada apa dengannya " ucap Rifa
" Tolong-tolong... " ucap Jesi
" Suara itu.. dia kenapa " ucap Rifa segera menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
" Jesi bangun " ucap Rifa sambil mengguncang- guncang tubuhnya
" Astaga Tuan ada apa " ucap Jesi bangun kaget dengan keringat banyak
" Aku hanya mimpi buruk Tuan " ucap Jesi
" Seburuk apa sih masa lalunya kenapa dia bisa mimpi buruk " batin Rifa
" Nih.. untuk mengelap keringat mu " ucap Rifa
" Terima kasih Tuan... " ucap Jesi
" Sama-Sama " ucap Rifa
Kini Rifa melanjutkan perjalanan dengan kecepatan sedang, ia juga memberikan minuman botol air mineral yang masih utuh yang ada di dalam mobilnya agar Jesi tenang.
" Kenapa Tuan Lio jadi baik padaku " batin Jesi
" Aku tidak tahu jika dia punya trauma sepertinya " batin Rifa
" Masalah tadi di dalam Lift aku minta maf " ucapnya Rifa
" Jangan di ulangi lagi Tuan... " ucap Jesi
" Tidak janji... " ucapnya Rifa dengan senyuman jahatnya
" Astaga Punya bos sangat mesum sekali , aku jadi takut " batin Jesi
Kini mereka sudah berhenti alamat yang Jesi berikan.
" Dia tinggal di apartemen elit, dimana Lio dan Rifa tinggal.. sebenarnya juga aku tinggal disini namun aku sekarang lebih sering tinggal bersama Umi " batin Rifa
" Kamu tinggal di apartemen nomber berapa " tanya Rifa
" Aku jangan memberitahukan pada dia takutnya dia malah menemui ku dengan pikiran mesum lagi " batin Jesi
" Tuan Terima kasih sudah mengantar saya pulang... Saya permisi " ucap Jesi langsung keluar mobil
" Tunggu " ucap Rifa pada Jesi
Jesi malah berlari ketika di panggil oleh Rifa, ia takut sekarang pada Rifa sungguh bos yang sangat mesum.
" Kenapa dia lari.. " batin Rifa
" Yasudah lah aku pergi saja ke Mansion, tadi ayah mengirimkan pesan untuk aku segera pulang " ucap Rifa segera menjalankan mobilnya pergi dari sana.
" Sial gara-gara Tuan Rifa aku jadi terburu-buru " batin Jesi dengan wajah capeknya karena tadi si berlari
Sesampainya di apartemennya ia segera masuk dan dilihatnya ada Lio dan Mesi disana.
" Mesi " ucap Jesi sambil tersenyum
" Jesi.. " ucap Mesi sambil memeluknya
" Kenapa kamu menangis, apa terjadi masalah " ucapnya Jesi
" Bagaimana aku harus memberitahukannya " Batin Mesi
" Aku.. aku sebenarnya " ucap Mesi
" Sayang, biarkan Jesi duduk... dia baru pulang kerja " ucap Lio
" Jesi... apa kamu haus " tanya Mesi
" Tidak " ucap Jesi
" Jesi ada hal yang ingin kami bicarakan padamu " ucap Lio
" Wajah Mesi sedih sedangkan wajah Lio terlihat serius, ada apa ini " batin Jesi
" Baiklah... " ucap Jesi
" Sayang biar aku yang bicara " ucap Lio karena Mesi terus memeluk Jesi dari samping
" Baiklah " ucap Mesi
" Jesi sebenarnya kami sudah menemukan siapa yang sudah memperkosa mu " ucap Lio
" Apa... " ucap Jesi kaget
" Dia... laki-laki brengsek itu " batin Jesi
" Siapa " tanya Jesi dengan air mata mengalir
" Aku harus membawa Jesi ke mansion " ucap Lio dalam hatinya
" Aku akan membawamu Kesana nanti " ucap Lio
" Sebenarnya laki-laki itu memfitnah Mesi, dia bilang jika orang yang bersama dengan dia malam itu adalah Mesi bukan kamu " ucap Lio
" Apa kamu yakin laki-laki brengsek itu yang melakukan itu " ucap Jesi
" Jesi kamu jangan menangis " ucap Mesi
" Ini adalah hasil Vidio yang dia berikan sebagai bukti pada kamu namun bisa di lihat kalau ini bukan Mesi " ucapnya Lio sambil memperlihatkan Vidio itu pada Jesi
" Kenapa... kenapa.. dia begitu kejam padaku... apa salahku malam itu... " batin Jesi
Jesi pun tak sanggup menahan air matanya, ia menangis sambil memeluk Jesi dengan tubuh yang gemetar. Mesi pun sama-sama menangis dengannya, ia tak sanggup jika Jesi di perlakukan seperti itu.
" Kamu tenang ya... " ucap Mesi
" Dia sangat jahat.. dia brengsek " ucap masih menangis
" Aku akan selalu mendukungmu " ucap Mesi
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz