One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 14



Jesi langsung melepaskan tangannya dari Rifa dengan perasaan kesal.


" Aku bisa pulang sendiri " ucap Jesi dengan nada marah


" Tunggu dulu, Maafkan aku.. ini hukuman karena kamu tadi nonton aku dan Karen " ucap Rifa


" Dia atasan dan aku bawahan... astaga aku harus mempertimbangkan apakah aku harus atau tidak bekerja disini " batin Jesi


" Jangan Coba-coba untuk kabur dariku... kalau tidak kamu harus mengganti perjanjian kontrak sebesar Satu Miliar " ucap Rifa


" Sial, apakah aku harus bekerja dengannya lagi " batin Jesi


" Ikut.. aku akan mengantarmu pulang " ucap Rifa


" Tidak usah " ucapnya Jesi


Kini tubuh Jesi di gendong dan di paksa untuk naik ke dalam mobil.


" Tuan Lepaskan " ucap Jesi


." Ikut Saya " ucap Rifa


" Saya tidak mau " ucap Jesi


" Kasar sekali " cibir Jesi saat ia sudah duduk di mobil itu


" Kalau kamu bisa di ajak kerjasama makan aku tidak akan bersikap begitu " ucap Rifa


" Dasar atasan pemaksa " ucap Jesi dalam hatinya


Rifa segera menjalankan mobilnya menuju alamat yang di berikan Jesi. Karena Lelah Jesi pun terlelap namun di mimpinya Jesi ingat lagi tentang kejadian malam itu.


" Jangan... jangan... pergi... pergi " ucap Jesi sambil menutup matanya


" Ada apa dengannya " ucap Rifa


" Tolong-tolong... " ucap Jesi


" Suara itu.. dia kenapa " ucap Rifa segera menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


" Jesi bangun " ucap Rifa sambil mengguncang- guncang tubuhnya


" Astaga Tuan ada apa " ucap Jesi bangun kaget dengan keringat banyak


" Aku hanya mimpi buruk Tuan " ucap Jesi


" Seburuk apa sih masa lalunya kenapa dia bisa mimpi buruk " batin Rifa


" Nih.. untuk mengelap keringat mu " ucap Rifa


" Terima kasih Tuan... " ucap Jesi


" Sama-Sama " ucap Rifa


Kini Rifa melanjutkan perjalanan dengan kecepatan sedang, ia juga memberikan minuman botol air mineral yang masih utuh yang ada di dalam mobilnya agar Jesi tenang.


" Kenapa Tuan Lio jadi baik padaku " batin Jesi


" Aku tidak tahu jika dia punya trauma sepertinya " batin Rifa


" Masalah tadi di dalam Lift aku minta maf " ucapnya Rifa


" Jangan di ulangi lagi Tuan... " ucap Jesi


" Tidak janji... " ucapnya Rifa dengan senyuman jahatnya


" Astaga Punya bos sangat mesum sekali , aku jadi takut " batin Jesi


Kini mereka sudah berhenti alamat yang Jesi berikan.


" Dia tinggal di apartemen elit, dimana Lio dan Rifa tinggal.. sebenarnya juga aku tinggal disini namun aku sekarang lebih sering tinggal bersama Umi " batin Rifa


" Kamu tinggal di apartemen nomber berapa " tanya Rifa


" Aku jangan memberitahukan pada dia takutnya dia malah menemui ku dengan pikiran mesum lagi " batin Jesi


" Tuan Terima kasih sudah mengantar saya pulang... Saya permisi " ucap Jesi langsung keluar mobil


" Tunggu " ucap Rifa pada Jesi


Jesi malah berlari ketika di panggil oleh Rifa, ia takut sekarang pada Rifa sungguh bos yang sangat mesum.


" Kenapa dia lari.. " batin Rifa


" Yasudah lah aku pergi saja ke Mansion, tadi ayah mengirimkan pesan untuk aku segera pulang " ucap Rifa segera menjalankan mobilnya pergi dari sana.


" Sial gara-gara Tuan Rifa aku jadi terburu-buru " batin Jesi dengan wajah capeknya karena tadi si berlari


Sesampainya di apartemennya ia segera masuk dan dilihatnya ada Lio dan Mesi disana.


" Mesi " ucap Jesi sambil tersenyum


" Jesi.. " ucap Mesi sambil memeluknya


" Kenapa kamu menangis, apa terjadi masalah " ucapnya Jesi


" Bagaimana aku harus memberitahukannya " Batin Mesi


" Aku.. aku sebenarnya " ucap Mesi


" Sayang, biarkan Jesi duduk... dia baru pulang kerja " ucap Lio


" Jesi... apa kamu haus " tanya Mesi


" Tidak " ucap Jesi


" Jesi ada hal yang ingin kami bicarakan padamu " ucap Lio


" Wajah Mesi sedih sedangkan wajah Lio terlihat serius, ada apa ini " batin Jesi


" Baiklah... " ucap Jesi


" Sayang biar aku yang bicara " ucap Lio karena Mesi terus memeluk Jesi dari samping


" Baiklah " ucap Mesi


" Jesi sebenarnya kami sudah menemukan siapa yang sudah memperkosa mu " ucap Lio


" Apa... " ucap Jesi kaget


" Dia... laki-laki brengsek itu " batin Jesi


" Siapa " tanya Jesi dengan air mata mengalir


" Aku harus membawa Jesi ke mansion " ucap Lio dalam hatinya


" Aku akan membawamu Kesana nanti " ucap Lio


" Sebenarnya laki-laki itu memfitnah Mesi, dia bilang jika orang yang bersama dengan dia malam itu adalah Mesi bukan kamu " ucap Lio


" Apa kamu yakin laki-laki brengsek itu yang melakukan itu " ucap Jesi


" Jesi kamu jangan menangis " ucap Mesi


" Ini adalah hasil Vidio yang dia berikan sebagai bukti pada kamu namun bisa di lihat kalau ini bukan Mesi " ucapnya Lio sambil memperlihatkan Vidio itu pada Jesi


" Kenapa... kenapa.. dia begitu kejam padaku... apa salahku malam itu... " batin Jesi


Jesi pun tak sanggup menahan air matanya, ia menangis sambil memeluk Jesi dengan tubuh yang gemetar. Mesi pun sama-sama menangis dengannya, ia tak sanggup jika Jesi di perlakukan seperti itu.


" Kamu tenang ya... " ucap Mesi


" Dia sangat jahat.. dia brengsek " ucap masih menangis


" Aku akan selalu mendukungmu " ucap Mesi


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz