One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 43



Hari ini Jesi sudah di perbolehkan untuk pulang, selama di rumah sakit yang setia menunggu Jesi adalah Rafa dan Rifa.


Rafa menjaga Jesi di rumah sakit dengan bekerja pula sementara Rifa hanya bisa menjaga Jesi sewaktu malam hari saja karena siang harinya ia harus bekerja, karena Rafa tidak mau pergi ke kantor.


Sebelum Jesi di perbolehkan untuk pulang sang dokter memeriksa keadaanya terlebih dahulu.


Ceklek,,


" Nona Jesi... kami akan memeriksa keadaan Anda terlebih dahulu " ucap Sang dokter


" Baik dok.. " ucap Jesi


" Dok kapan Jesi bisa pulang " tanya Rafa


" Kalau sekarang hasilnya baik, hari ini juga bisa langsung pulang... " ucap Sang dokter


" Baik dok " ucap Rafa


" Aku mau pulang " ucap Jesi


" Sabar ya... kamu pasti akan pulang " ucap Rifa


" Ia " ucap Jesi canggung pada Rifa


Sang suster pun membawa alat USG untuk mengetahui kondisi bayi dalam kandungan Jesi.


Sang suster memberikan gel di perut Jesi lalu sang dokter memeriksa keadaanya dengan teliti.


" Lihat janin dalam kandungan Nona Jesi sehat " ucap Sang dokter


" Alhamdulillah " ucap Rafa


" Keadaan Nona juga sudah baikan " ucap Sang dokter


" Jadi saya pulang hari ini dok " ucap Jesi


" Ia Nona... Hari ini juga nona bisa pulang, namun nona jangan lupa untuk minum vitamin yang nanti saya berikan.. nona dilarang dulu beraktifitas sampai benar-benar keadaanya pulih " ucap Sang dokter


" Maksud Dokter saya tida boleh bekerja " tanya Jesi


" Benar Nona.. sebaiknya anda banyak istirahat " ucap Sang dokter


" Baik Dok saya mengerti " ucap Rafa


" Kalau begitu, saya permisi dahulu " ucap Sang dokter pamit


" Ia Dok terima kasih " ucap Rafa


" Sama-sama Tuan " ucapnya


Sang dokter keluar dari ruangan Jesi sementara Refa masuk kedalam ruangan tersebut.


" Bagaimana kata dokter " ucap Refa sambil tersenyum


" Aku hari ini bisa keluar dari rumah sakit " ucap Jesi


" Bagus, berarti keadaan mu sudah membaik " ucap Refa


" Tunggu setengah jam lagi, lalu kalian bisa pergi " ucap Refa


" Baiklah " ucap Refa


" Aku harus memberitahukan Mesi " ucap Jesi


" Ide yang bagus sayang " ucap Rafa sambil tersenyum


Jesi langsung mengambil handphonenya lalu memencet nomor Mesi dan segera menghubunginya.


Tut... Tut... Tut...


" Halo, assalamualaikum " ucap Mesi


" Waalaikum salam... " ucapnya Jesi


" Bagaimana keadaan mu Jesi... " tanya Mesi


" Aku baik... dan bahkan hari ini bisa diijinkan pulang " ucap Jesi sambil tersenyum senang


" Yang benar... baiklah kalau begitu aku akan ke Mansion... " ucap Mesi


" Tunggu di Mansion " ucap Jesi


" Baiklah.. Oh ia sekalian aku bawa desainer gaun pengantin dan penata make up dan penata rambut bagaimana " ucap Mesi


" Sayang, Jesi bari sembuh... kalian " ucap Lio terdengar oleh Jesi


" Jesi maafkan aku... aku hanya terlalu senang karena sudah mencoba gaun pengantin pagi ini " ucap Mesi


" Kamu benar... acaranya kan tinggal beberapa hari lagi " ucap Jesi


" Ia benar " ucap Mesi


" Kalau begitu, bawakan saja mereka ke mansion... aku juga sudah tidak sabar mencoba gaun pengantin " ucap Jesi


" Jesi kamu masih sakit " ucapnya Rifa


" Jesi Kamu serius " ucap Mesi


" Aku serius " ucap Jesi


" Baiklah kalau begitu tunggu aku di mansion ya " ucapnya Mesi


" Ok... " ucap Jesi


" Assalamualaikum " ucap Mesi pamit


Rifa dan Rafa melihat wajah Jesi karena perkataannya dengan Mesi di telepon.


" Sayang kamu masih sakit loh... " ucap Rafa


" Tidak masalah " ucap Jesi


" Kamu yakin " tanya Rifa


" Ia.. " ucap Jesi


" baiklah kalau begitu.. aku akan mendukung apapun yang kamu lakukan " ucap Rafa


" ia.. sayang " ucap Rafa


" Kenapa aku tidak rela jika Jesi mencoba gaun pengantin itu... kenapa dengan hatiku " batin Rifa


Refa mendapatkan telepon pemberitahuan jika Jesi sudah bisa di bawa pulang. Refa langsung memberitahukan pada Jesi akan hal itu.


Kring...


" Aku terima telepon dulu " ucap Refa


" Silahkan " ucap Jesi


" Halo " ucap Refa


" Dokter Refa, pasien atas nama Nona Jesi sudah bisa pulang hari ini " ucap resepsionis


" Baiklah, terima kasih " ucap Refa langsung menutup teleponnya


" Telepon dari siapa tuh " ucap Rifa


" Dari resepsionis " ucap Refa


" Kirain dari pacar " sindir Rifa


" Sudah deh jangan ngaco " ucap Refa


" Rafa, kamu bisa bawa Jesi pulang sekarang... " ucap Refa


" Yang benar " ucap Jesi


" Ia.. semuanya sudah di atur, kalian tinggal pulang saja " ucap Refa


" Baiklah... terima kasih " ucap Jesi dengan wajah senang


" Kita pulang sekarang " ucap Rafa


" Baiklah " ucap Jesi


" Biar aku yang menyertir " ucap Rifa


" Nih kunci mobilnya " ucap Rafa


" Ok " ucap Rifa


" Ini kursi roda.. Jesi bisa duduk disini sampai nanti Jesi naik mobil " ucap Refa


" Tidak usah, aku mau jalan kaki saja " ucapnya Jesi


" Kamu baru juga keadaanya baik-baik saja... jangan bandel.. duduk saja di kursi roda " ucap Refa


" Apa yang di katakan Refa benar.. kamu naik kursi roda saja " ucap Rifa pada Jesi


" Ia.. sayang biar Rafa yang akan membawakan barang-barang kamu... " ucap Rafa sambil tersenyum jahat


" Tidak masalah.. aku kuat ko " ucap Rifa


" Terima kasih " ucap Jesi


" Tidak usah sungkan cantik " ucap Rifa


" Rifa jaga sikapmu " ucap Rafa dengan wajah kesal


" Sudah jangan bertengkar, ini rumah sakit " ucap Refa


" Ia.. bawel " ucap Rafa dan Rifa kompak


Mereka pun pergi dari sana, Rafa mendorong kursi roda yang di duduki oleh Jesi, sementara Rifa membawa barang-barang milik Jesi.


" Rasanya kesal melihat Jesi dan Rafa semakin akrab saja " batin Rifa


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz