One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 18



Mereka benar-benar kaget dengan apa yang sudah di rencanakan Ehan termasuk Rafa yabg mati-matian menantang keputusan Ehan.


" Ayah Ehan.. aku tidak setuju " ucap Rafa


" Dia sudah hamil, mau bagaimana lagi " ucap Ehan


" Apa siapa yang hamil.. kenapa jadi Rifa " ucap Ia benar-benar kaget dan bingung


" Biar aku jelaskan dulu permasalahan kenapa aku membawamu untuk segera pulang ke Indonesia " ucap Ehan


" Jadi sebenarnya Rifa sudah menghamili Jesi... " ucap Ehan dengan wajah kesalnya


" Memalukan... " ucap Satria langsung menampar Pipi Rifa


" Tapi ayah... siapa tau dia hamil anak orang lain " ucap Rifa


Brughh,,


" Berani-beraninya kamu bicara seperti itu... Jesi bukan wanita seperti itu " bentak Rafa


" Dia memang pernah tidur denganku tapi siapa sangka jika dia juga tidur dengan orang lain... kita kan ga pernah tau " ucap Rifa


Brughh,,


Brughh,,


Brughh,,


" Sialan kamu " ucap Rafa terus memukuli Rafa berulang kali


" Sudah... Rafa tenangkan dirimu " ucap Lio


" Mana bisa aku tenang menghadapi lelaki brengsek seperti ini " ucap Rafa


" Berdiri " ucap Ina dengan wajah galaknya


" Apa yang akan Momih lakukan padaku " batin Rifa


Lio mencoba memisahkan Rafa dengan Rifa, dan Lio juga menjauhkan tubuh Rafa dengan Rifa agar tidak terjadi lagi perkelahian. Sementara Jesi kini menangi ia merasa sakit hati dengan ucapan Rifa.


" Jesi tenangkan dirimu.. jangan menangis " ucap Mesi menghampirinya dan memeluknya agar lebih tenang


Suasana semakin panas ketika Ina pun tersulut emosi, ia bahkan tak segan-segan pada Putra bungsunya.


" Aku bilang berdiri " ucap Ina dengan sangat emosi


Rifa langsung berdiri dan saling berhadapan dengan sang Ibu kandungannya.


" Aku mau tanya sama kamu... apa kamu pernah tidur bersama dengan wanita itu " ucap Ina menahan emosinya


" Em... ia Umi " ucap Rifa tampak ragu-ragu


" Memalukan... biar aku yang beri dia pelajaran " ucap Satria namun di tahan oleh Ehan


" Kamu jangan ikut-ikutan marah, biarkan saja " ucap Ehan


" Tapi kakak ipar " ucapnya Satria langsung diam melihat tatapan Ehan yang tajam


" Istriku biar kamu yang beri pelajaran pada anak kita " ucap Satria dengan senyuman di paksakan


" Baiklah Kamu tenang saja " ucap Ina


" Kapan kamu memperkosanya " bentak Ina


" Em... satu bulan yang lalu " ucap Rifa jujur


" Hey kamu yang di perkosa Rifa... siapa namamu " ucap Ina


" Namanya Jesi.. " ucap Rena


" Kamu Jesi.. usia kandungan mu sudah berapa bulan " tanya Ina


" Em... usianya.. baru " ucap Mesi terpotong


" Aku tidak bicara padamu... aku bicara pada gadis yang namanya Jesi... memang kamu namanya Jesi " sindir Ina


" Jesi ayo katakan jangan takut " ucap Mesi


" Benar apa yang di katakan Dokter kemarin juga begitu " ucap Rena


" Baiklah aku percaya " ucap Ina


ia langsung menatap Rifa dengan ekspresi yang tidak bisa di gambarkan, ada perasaan marah, kesal, kecewa dan Malu.


" Apa kamu akan menyangkal lagi " ucap Ina


" Momih... kamu jangan percaya dia.. " ucap Rifa


Plak,,


Plak,,


Plak,,


Benar-benar tamparan yang sangat keras yang Ina berikan pada anak kesayangannya itu, hatinya benar-benar hancur, anak yang di bangga-banggakannya malah menjadi seperti ini.


" Momih sangat kecewa padamu " ucap Ina


" Momih.. dengar penjelasan ku " ucap Rifa


" Kamu tau.. aku lebih memanjakan mu selama ini ternyata salah.. kamu tumbuh menjadi orang seperti ini... bahkan kelakuan ayahmu sangat baik kenapa kamu membuatku Malu " bentak ina


" Ini tidak sengaja Momih " ucap Rifa bersujud di hadapan Sang ibu kandungnya


" Tidak sengaja... " ucapnya Ina benar-benar masih marah


" Yang aku cintai adalah Mesi bukan Jesi... aku kira Jesi itu Mesi.. aku tidak mau kedahuluan oleh Lio makanya aku lakukan hal seperti itu tapi aku salah yang aku bawa bukan Mesi malah Jesi " ucap Rifa benar-benar jujur bahkan sambil menangis


" Brengsek kamu... " ucap Lio menahan amarahnya


" Kamu harus bertanggung jawab pada Jesi.. dia wanita tidak bersalah " ucap Ina mencoba menahan emosinya lagi


" Aku akan bertanggung jawab, aku akan memberinya apapun yang dia mau, uang, perhiasan akan ku berikan tapi tidak untuk menikah denganya " ucap Rifa


" Kamu anak sialan " ucap ia mendorong tubuh Rafa yang sejak tadi memegang kaki Ina


" Tidak bisa.. kamu harus menikahi dia... jangan menambah malu.. dengan apa yang kamu lakukan saja itu sudah salah... malah membiarkan wanita itu menanggung kesulitannya sendirian... lebih baik aku kehilangan anak seperti mu " ucap Ina


" Apa maksud Momih " ucap Rifa bingung


" Momih aku bersedia menikahi Jesi, lagian aku tidak rela Jesi jatuh ke pelukan Rifa " ucap Rafa


" Apa kamu serius nak " ucapnya Satria heran


" Tidak masalah Momih.. aku bisa membahagiakan Jesi " ucap Rafa


" Yasudah kamu saja yang menggantikan aku.. aku tidak keberatan " Ucap Rifa


" Aku tidak mau Rifa menikahi aku.. tapi aku juga menyeret Rafa kedalam masalahku... harus bagaimana ini " ucap Jesi dalam hatinya bingung


" Ya lebih baik Rafa saja yang bertanggung jawab toh dia kan suka sama Jesi " batin Rifa


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz