One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 105



Keesokan harinya,,


Jesi dan Rafa sudah bangun pagi-pagi sekali, karena pesawat yang akan mereka tumpangi akan terbang pukul delapan pagi.


Jesi segera mandi dan berdandan Rapi sama halnya dengan suaminya lakukan. mereka tampak sibuk berdua. Kebetulan semua barang-barang sudah di masukan ke dalam koper membuat mereka merasa lega.


Mereka menuju ruang makan, disana sudah ada anggota keluarga yang lainnya berkumpul untuk sarapan bersama dengan Rafa dan Jesi.


" Astaga aku masih mengantuk " ucap Lia yang belum mandi


" Sama aku juga " ucap Reza dengan wajah yang baru di cuci


" Kita disini untuk makan bersama dengan Rafa dan Jesi sebelum mereka pergi " ucap Sisil


" Ia Oma " ucap Mereka sambil tersenyum


Terlihat juga Ina dan Satria yang sudah Rapi karena mereka juga akan ikut bersama dengan Rafa dan Jesi pergi ke Singapura.


Sementara Rifa dan Leya pun sudah rapi mereka sengaja sudah mandi dan bersiap-siap karena ingin ikut mengantarkan Rafa dan Jesi ke bandara.


" Jesi, Rafa maaf aku dan Lio tidak bisa mengantar kalian ke bnadara " ucap Mesi


" Ia aku juga, hari ini aku ada pasien yang harus aku tangani " ucap Refa


" Aku juga harus kembali ke markas " ucap Rezi dengan wajah sedihnya


" Kalian jangan sedih,, meksipun kalian tidak mengantar kami ke bandara, kami tidak akan marah ko " ucapnya Rafa sambil tersenyum


" Kalau begitu ayo kita makan, nanti kita ketinggalan pesawat " ucap Ina


" Baik Momih " ucap Jesi Rafa


Mereka mulai menyantap sarapan yang sudah di sediakan oleh Rena dan Mey-mey yang dari subuh sudah memesan untuk anggota keluarga yang lainnya.


Sarapan bersama memang terasa lebih hangat namun disisi lain mereka juga sedih jika harus berpisah dengan Rafa namun ini juga keputusan yang terbaik untuk Rafa agar cepat sembuh.


Kini mereka sudah selesai sarapan lalu Rafa dan Jesi pun pamit pada anggota keluarga yang lainnya.


" Opa buyut, Oma buyut, Oma, kakek buyut, Umi, ayah Farel, ayah Ehan, ibu Mey-mey dan semuanya yang tidak bisa ku sebut satu-satunya.. aku mau minta maf pada kalian jika aku punya salah, dan terima kasih untuk semuanya.. aku dan Jesi ijin pamit pada kalian " ucap Rafa dengan wajah sedihnya


" Rafa.. kamu baik-baik di sana ya " ucap Rena


" Ingat kamu harus semangat " ucap Sisil


" Jangan putus asa " ucapnya Lio dan Mesi


" Kamu harus sembuh " ucap Reza, Lia dan Rezi


" Ia... " ucap Rafa sambil tersenyum


" Kalau ada apa-apa cepat hubungi kami " ucap Leo


" Ia kakek " ucap Rafa dan Jesi


" Ina, jaga mereka baik-baik " ucap Oma buyut


" Ia Oma " ucap Ina


" Kamu harus jaga kesehatan.. kalau kamu sakit bagaimana Rafa " ucap Rena pada Adik iparnya itu


" Ia ka Rena " ucap Ina sambil tersenyum


" Jaga Ina, Rafa dan Jesi " ucap Ehan pada Satria


" Kamu tenang saja " ucap Satria tersenyum pada Ehan


" Kalian harus jaga kesehatan selama disana " ucap Leo pada mereka


Mereka tersenyum mendengar perkataan Leo, lalu Koper Jesi, Rifa, Ina dan Satria di bawa oleh pelayan yang ada disana.


" Tuan, kopernya sudah kami bawa ke dalam mobil " ucap pelayan pada Satria


" Ok, terima kasih " ucap Satria


Mereka pun segera menaiki mobil yang sudah di siapkan untuk mereka dengan di Antarkan oleh supir, didalam mobil ada Rafa, Jesi, Ina dan Satria.


Sementara di mobil yang satu lagi ada Rifa, Leya, Mey-mey, Farel, Sisil dan Leo. Mereka memang sengaja memakai mobil yang berbeda karena kapasitas mobilnya terbatas.


Butuh waktu tiga puluh menit menuju bandara, dan kini mereka sudah sampai di bandara mereka segera masuk kedalam lobi bandara menunggu penerbangannya.


Leya mendapatkan telepon dari seseorang membuat semua memandang wajah Leya karena sempat berkata jika di sampingnya adalah Rafa dan dia sedang ada di bandara.


" Siapa " bisik Rafa


Leya langsung menutup teleponnya dan menyudahi teleponnya karena sang ibu dan ayahnya mulai menatap wajahnya dengan tajam.


" Seorang teman ingin berbicara langsung dengan Rafa " ucap Leya sambil tersenyum dipaksakan


" Nanti juga kamu tahu " ucap Leya dengan wajah kesalnya


" Aku kira pacar kamu " ucap Rifa


" Rifa sudah aku katakan jika aku tidak punya pacar " ucap Leya


" Masa " goda Rifa


Leya mulai kesal dengan sikap Rifa yang selalu menggodanya apalagi di depan ibu dan ayahnya membuat mereka berdua tersenyum senang. Karena sebenarnya kedua orang Tua Leya senang jika Leya mempunyai kekasih.


Tak lama kemudian datanglah Geri dengan wajah yang cape karena sudah berlari dari parkiran menuju ke hadapan Rafa. Ia takut jika Rafa sudah terlanjur pergi sebelum dia mengucapkan sesuatu yang akan meluruskan kesalahpahaman diantara mereka.


" Leya " ucap Geri sambil tersenyum


" Geri " ucap Leya membalas senyuman Geri


" Panjang umur pacarnya Leya datang " ucap Rifa membuat kedua orang Tuanya Leya memandangi wajah Geri.


" Hus diam " ucap Leya dengan wajah kesalnya


" Rafa aku mau berbicara penting padamu " ucap Geri


" Katakan, aku tidak punya banyak waktu " ucap Rafa


" Aku mau memberitahu kamu jika dalang dalam kematian Gea adalah Margaret, dia sengaja membuat bukti kehamilan palsu agar Rifa dan Gea menikah, Gea di jebak dan kalian di fitnah oleh Margaret " ucapnya Geri membuat mereka kaget apalagi Sisil


" Aku sudah menduga hal itu, tapi aku bersyukur karena aku bisa pergi mengobati penyakit ku dengan tenang " ucap Rafa


" Enak saja minta maf, kamu tahu gara-gara tuduhan itu kami jadi saling bermusuhan " ucap Rifa


" Rifa sudah " ucap Leya


" Jangan membela lelaki ini... " ucap Rifa


" Rifa tenangkan dirimu " ucap Jesi


" Rafa sudah jangan bertengkar " ucap Ina dengan wajah sedihnya


" Rafa maafkan kesalahan ku dan juga kesalahan Gea.. aku minta maf karena sudah salah menuduh mu dulu dan juga maafkan kesalahan Gea yang menduakan mu dahulu, biarkan dia tenang di alam sana " ucap Geri dengan wajah sedihnya


" Aku sudah memaafkanmu dan juga Gea " ucap Rafa sambil tersenyum


" Tidak bisa gitu ka,, gara-gara keluarga dia kita jadi saling bermusuhan " ucap Rifa dengan wajah marahnya


" Rafa, aku sudah berdamai dan memaafkan masa laluku sebelum kalian minta maaf padaku " ucap Rafa sambil tersenyum


" Terima kasih Rafa " ucap Geri memeluk Rafa


" Buang semua rasa bersalah ku,, karena kita sebentar lagi akan menjadi keluarga " bisik Rafa


" Terima kasih Rafa " ucap Geri


Kini Geri menghampiri Rifa lalu melakukan hal yang sama yaitu minta maf pada Rifa


" Rifa, maafkan aku... maafkan Gea juga " ucap Gea


" Sudahlah Rifa kamu juga maafkan Dia, lihat Rafa dia lebih lapang dada memaafkan kalian.. " ucap Ina


" Ia maafkan saja " ucap Leya sambil tersenyum


" Baiklah aku sudah memaafkanmu " ucap Rifa dengan nada bicara sinis


" Ish.. bicaramu tidak iklas " ucap Leya


" Yang penting aku sudah maafkan " ucap Rifa


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...