One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 52



Keesokan harinya,,


Pagi-pagi sekali di kediaman Wiratmaja sudah sibuk, sang pelayan sedang menyiapkan sarapan untuk anggota keluarganya.


Rafa pun sudah bangun dari tempat tidur dan segera bersiap-siap mandi. Setelah mandi ia berdandan yang rapi lalu mengenakan jas hitam.


Sementara Rena dan Ina sedang sibuk mempersiapkan diri dan berdandan yang cantik, Lia Leya dan Refa pun tak mau kalah mereka pun berdandan yang cantik untuk menghadiri pesta Lio dan Rafa.


Sisil sampai mendatangkan Make up untuk mendadani semua anggota keluarganya. Semua tengah sibuk di dandani sementara para lelaki hanya bisa diam dan sarapan bersama sambil menunggu anggota perempuan selesai berdandan.


Rafa segera turun ke bawah dan menuju ruang makan, ia melihat, Leo, Ehan, Farel, dan Satria sudah berada di bawah sementara yang lainnya belum datang.


" Pagi ayah, pagi ayah Ehan, Ayah Farel dan ayah Satria " ucap Rafa


" Pagi nak.. kamu sudah rapi dan terlihat sangat tampan " ucap Satria


" Terima kasih Ayah " ucap Rafa tersenyum dan segera duduk di samping sang ayah


" Padahal aku mau makan bareng sama Rena " ucap Ehan


" Memangnya Umi kemana ayah " tanya Rafa


" Kami kaya ga tau saja kalau ada pesta perempuan itu dandannya lama " ucap Leo


" Aku setuju dengan ayah " ucap Satria


" Jadi kita makan berlima saja " ucap Farel


" Eh kemana Lio , Reza dan Rifa " ucap Rafa


" Mungkin mereka masih tidur " ucap Satria


" Aku bangunin mereka dulu " ucap Rafa


" Jangan biarkan pelayan saya yang bangunkan " ucap Ehan


" Betul itu, kamu duduk sana disini " ucap Leo


" Baiklah " ucap Rafa


Tak lama kemudian Leo memanggil sang pelayan dan menyuruhnya untuk memanggil Lio, Reza dan Rifa untuk makan bersama.


" Bu Inah " panggil Leo


" Ia Tuan " ucap sang pelayan


" Cepat kamu panggilkan Lio, Reza dan Rifa di kamarnya, suruh mereka untuk segera sarapan bersama kami " ucap Leo


" Baik Tuan, saya permisi " ucap Bi Inah


Sang pelayan segera menuju kamar Rifa, ia mengetuk pintu kamar Rifa untuk menyampaikan apa yang di perintahkan oleh sang majikan.


Tok... Tok.... Tok...


" Tuan Rifa ini saya.. Bi inah " ucapnya


Tok... Tok.... Tok...


Ceklek,,


" Ada apa " ucap Rifa sambil dengan wajah yang masih mengantuk


" Maaf menggangu Tuan, Saya hanya di perintahkan oleh Tuan Besar Leo untuk memanggilkan Tuan untuk segera turun ke bawah dan sarapan bersama dengan Tuan besar Leo " ucap Bi Inah


" Baik.. saya mau mandi dulu " ucap Rifa langsung menutup pintunya


Rifa segera masuk kedalam kamar mandinya dan segera bersiap-siap untuk sarapan sesuai dengan perintah sang kakek, ia juga tak lupa memakai baju yang sudah di siapkan oleh Rena semalam.


Bu Inah yang kaget dengan reaksi Rifa ia segera m langkah menuju kamar Lio untuk membangunkan dan menyampaikan perintah sesuai dengan apa yang di katakan Sang majikan.


Tok... Tok.... Tok...


" Tuan Lio ini saya.. Bi Inah " ucapnya


Ceklek,,


" Ada apa Bi " ucap Lio sambil tersenyum


" Wah Tuan Lio terlihat tampan sekali " puji bi Inah


" Bibik bisa saja " ucap Lio tersenyum senang


" Sesuai dengan perintah Tuan besar Leo, Tuan Lio diminta sarapan di bawah bersama dengan Tuan besar Lio " ucap Bi Inah


" Baiklah bi.. terima kasih " ucap Lio


" Kalau begitu bibik permisi mau membangunkan Tuan Reza " Ucapnya


" Tidak usah bik, biar aku saja yang bangunkan Reza " ucap Lio


" Apa tidak merepotkan Tuan " ucap Bi Inah


" Kalau begitu terima kasih banyak Tuan Lio " ucap Bi Inah senang


" Sama-sama bi " ucap Lio


Sang pelayan itu kembali lagi ke dapur sedangkan Lio segera menuju kamar Reza dan membangunkannya.


Tok... Tok.... Tok...


Tok... Tok.... Tok...


Tok... Tok.... Tok...


" Siapa sih berisik banget " ucap Reza kesal dan segera bangun dari tempat tidurnya lalu membuka pintu kamarnya


" Selamat pagi " ucap Lio sambil tersenyum


" Sialan..aku kira siapa... " ucap Reza lalu kembali ke tempat tidurnya dan berbaring lagi disana


" Pasti pulang pagi kan... cepat Bangun.. sebentar lagi aku mau menikah " ucap Lio


" Lu enak, nah gue masih jomblo " ucapnya masih enggan membuka matanya


" Disana juga pasti ada banyak cewek cantik, makannya lu harus Dadan yang ganteng siapa tau ketemu jodoh " ucap Lio


" Benar juga " ucap Reza langsung bangun dari tempat tidur


" Kakek Leo nunggu di bawah untuk sarapan.. mandinya jangan lama " ucap Lio


" Ia bawel " ucap Reza


Lio keluar dari kamar Reza dan segera menuju ke bawah ke ruang makan, Sedangkan Reza kini sedang mandi dan bersiap-siap memakai jas yang sudah di siapkan Momih Ina.


" Pagi semuanya " sapa Lio


" Pagi juga " ucap Semuanya


" Pagi semuanya " ucap Rifa yang sudah Rafi dan wangi


" Kalian ini terlambat " ucap Leo


" Pagi Semuanya " ucap Rifa


" Pagi Juga " ucap Mereka


" Kalian duduk, kita sarapan dulu " ucap Ehan


" Loh ko hanya kita laki saja yang lainnya mana " tanya Lio


" Umi, Nenek, momih dan yang lainnya sedang berdandan.. tau sediri kalau wanita dandannya lama " ucap Ehan


Tak lama kemudian Reza datang menghampiri mereka yang sedang sarapan.


" Pagi semua " ucap Reza


" Lama banget mandinya " sindir Lio


" Yaelah kan harus bersih mandinya " ucap Reza


" Kamu cepat duduk jangan ribut " ucap Farel


" Ia ayah " ucap Reza langsung duduk di kursi yang kosong


Tiba-tiba seseorang datang dengan menggunakan baju tentara sambil membawa koper, mereka yang di sana pun kaget dengan kedatangannya.


.


.


.


.


Bersambung...


Ada yang tau siapa dia...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz