
Rafa sudah turun dari pohon, ia segera masuk kedalam mansion namun sebelumnya ia mengucapkan terima kasih pada Pa Udin
" Pa Udin Terima kasih " ucap Rifa
" Sama-sama Tuan " ucap Pa Udin
Rifa melihat Jesi dan Mesi yang sedang menonton tv, ia segera menghampiri mereka.
" Kenapa aku di tinggal " ucap Rifa dengan wajah kesal
" Kenapa kamu ga cepat nyusul " ucap Mesi
" Kamu ga tau kalau aku takut naik pohon " ucap Rifa keceplosan
" Astaga kamu takut naik pohon... " ucap Mesi tertawa
" Maafkan Aku, aku tidak tahu " ucap Jesi
" Lagian kamu tidak bisa naik pohon tapi sok-sokan mau manjat " ucap Rafa datang sambil membawa piring yang berisi mangga muda
" Itu demi Anak ku " ucap Rifa
" Yasudah kalau demi anakmu.. tidak usah marah begitu " ucap Mesi
" Mesi.. bikin kesal saja " batin Rifa
" Benar itu yang dikatakan Mesi " ucap Rafa
" Sepertinya Mesi dan Rafa bersekongkol deh mau menjatuhkan aku" batin Rifa kesal
" Kelihatannya Rifa kesal padaku dan Mesi " batin Rafa
" Rasain kamu Rifa " batin Mesi
" Sayang ini mangga mudahnya aku sudah potong-potong untuk mu " ucap Rafa
" Terima kasih sayang " ucap Jesi sambil tersenyum senang
Rafa langsung memberikan piring berisi mangga muda itu pada Jesi dan Jesi langsung mengambilnya dan memakannya, membuat siapa saja yang melihat merasa sangat asem di lidahnya.
" Astaga, mangga muda bukannya rasanya asem tapi ko Jesi yang makan malah terlihat lahap " batin Rifa
" Jesi ga salah makan kan, atau lidahnya bermasalah " batin Mesi
" Ya ampun Jesi yang makan mangga muda kenapa aku yang berasa lidah terasa asem " batin Rafa
" Em... enak.. " ucap Jesi
" Kamu yakin rasanya enak " tanya Mesi
" Heem ini enak sekali... " ucap Jesi
" Sayang lebih baik kamu makan mangga yang matang saja, aku khawatir sama kamu " ucap Rafa
" Aku maunya mangga yang ini.. ini enak loh mau coba " tanya Jesi
" Tidak-tidak untukmu saja... " ucap Mesi
" Kamu mau sayang " tanya Jesi
" Em.. sepertinya kamu sangat menikmatinya lebih baik kamu yang makan " ucap Rafa
" Em.. kalau Rifa mau coba " tanya Jesi
" Sebenarnya aku sih ngiler juga lihatnya tapi aku tidak yakin dengan rasanya " batin Rifa
" Coba buka mulutnya " ucap Jesi
Tanpa disadari Rifa pun membuka mulutnya karena untuk pertama kalinya Jesi menyuapi dirinya.
" Jesi perhatian sekali padaku " batin Rifa
" Em.. asem gini " ucap Rifa mencoba memuntahkan mangga tersebut namun di tahan oleh Jesi
" Kamu harus makan, Telen cepat " ucap Jesi
" Untung aku ga coba tuh mangga... " batin Mesi
" Ih, mangga nya kayanya asem benar " batin Rafa
" Seneng sih di Suapin Jesi tapi ga harus di Suapin Mangga muda juga " batin Rifa
" Em.. asem banget sumpah " ucap Rifa
" Yasudah makan ini mangga ya semuanya " ucap Jesi memberikan piring berisi potongan mangga muda yang masih banyak
" Tidak.. aku tidak mau " ucap Rifa
" Lebih baik aku kabur, dari pada harus makan mangga muda itu " batin Mesi
" Jesi, aku ke toilet dulu " ucap Mesi
" Baiklah " ucap Jesi
" Aku juga harus kabur sepertinya " batin Rafa
" Em, aku mau minum air putih saja " ucapan Jesi
" Baiklah kamu disini dulu sama Rifa " ucap Rafa sambil tersenyum
" Ia sayang " ucap Jesi
sebelum mengambil air untuk Jesi, Rafa membisikan kata-kata pada Rifa yang membuat Rafa melotot.
" Kamu disini dulu ya sama calon istriku... jangan lupa makan mangganya semuanya.. itu permintaan bayi mu " ucap Rafa
" Apa ... " ucap Rifa kaget
" Kamu kenapa " tanya Jesi
" Tidak " ucap Rifa gugup
" Masa ia aku harus menghabiskan mangga muda sialan ini " batin Rifa
" Kalau begitu makan mangga mudanya lagi " ucap Jesi sambil tersenyum
" Em.. tapi aku sudah kenyang " ucap Rifa
" Ayo makan lagi, ini permintaan anakmu " ucap Jesi
" Sialan, apa yang di katakan Rafa benar.. aku harus bagaimana " batin Rifa
Rafa pergi ke dapur untuk menyiapkan minum untuk Jesi tiba-tiba ia bertemu dengan Mesi, lalu Mesi mencoba memberikan pengertian pada Rafa agar dia tidak cemburu jika selama hamil Jesi pasti akan bertingkah seperti sekarang.
" Rafa aku mau bicara padamu " ucap Mesi
" Ada apa " tanya Rafa
" Untuk masalah tadi aku menghubungi Rifa di banding kamu.. maafkan aku " ucap Mesi
" Awalnya aku marah mendengar hal itu tapi aku juga ga bisa marah, takut membuat Jesi stres " ucap Rafa
" Aku tau perasaan mu, tapi yang kamu harus ingat ikatan darah antara anak dan ayah juga tidak bisa dipisahkan begitu saja.. bayinya sekarang sedang manja pada ayah kandungnya , ya anggap saja itu karma untuk Rifa " ucap Mesi sambil tersenyum
" Maksud mu " tanya Rafa
" Lihatlah sekarang, sepertinya bayi Rifa memang sedang mengerjai ayahnya, Rifa di suruh manjat pohon, lalu makan buah mangga yang asem banget " ucap Mesi
" Kau mengerti sekarang ucapan mu " ucap Rafa
" Ku harap kamu lebih sabar lagi sama Jesi " ucap Mesi
" Aku selalu mengutamakan kebahagiaan Jesi adalah kebahagiaan ku juga " ucap Rafa
" Aku percaya padamu " ucap Mesi sambil tersenyum
" Terima kasih sudah memberikan ku nasihat dan pengertianan.. jadi aku lebih lega " ucap Rafa
" Sama-sama, karena Jesi sudah ku anggap kakak sendiri " ucapnya Mesi
Mesi dan Rafa segera menghampiri Jesi yang sedang menyuapi Rifa makan buah mangga hingga wajah Rifa berubah menjadi Pucat.
" Aku mau ketoilet " ucap Rifa langsung pergi
" Eh tunggu, ini mangga mudanya belum habis " ucap Jesi
" Sayang biarkan Rifa, kamu sudah minum obat belum " tanya Rafa
" Oh ia aku lupa " ucap Jesi
" Kalau begitu ayo kita minum obat dulu " ucap Rafa
" Ia sayang " ucap Jesi
Mereka pun segera pergi dari sana sementara Mesi kini sudah di jemput Lio untuk mengantar pulang Mesi
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz