
Mereka sudah berkumpul bersama untuk melakukan sarapan yang sudah tersedia di meja makan.
Tiba-tiba sosok laki-laki datang dan menghampiri mereka dengan membawakan beberapa paper bag untuk ia bagikan kepada yang lainnya.
" Pagi semua " ucap Rifa sambil membawa beberapa bingkisan
" Pagi juga " ucap Mereka
" Wah Rifa bawa apa tuh " ucap Leya penasaran
" Kayanya oleh-oleh " ucap Reza sambil tersenyum senang
" Wah, yang punya aku mana " ucap Lia
" Tenang kalian semua akan kebagian " ucap Rifa
" Rifa dia siapa " tanya Mey-mey heran
" Oh ia, aku mau memperkenalkan pacar aku namanya Sofia " ucap Rifa langsung merangkul tubuh Sofia
" Halo, namaku Sofia.. " ucapnya ramah memperkenalkan diri dihadapan yang lainnya
" Kasian Sofia harus pura-pura menjadi pacar Rifa terus, apa Rifa tidak tahu jika Sofia benar-benar mencintai dia " batin Jesi
" Wah ternyata Rifa sudah bisa melupakan mu Jesi " ucap Reza keceplosan
" Ssttt diam kamu " ucap Lia
" Eh, maaf " ucap Reza melihat tatapan tajam dari Rifa
" Kalian duduk lah " ucap Sisil pada Rifa dan Sofia
" Ia Oma " ucap Rifa
Sisil melihat Sofia, dia anak yang ceria dan cantik, ia mulai menyukai Sofia menjadi anggota bagian Wiratmaja.
" Kalau begitu kita mulai makan " ucap Leo
" Baik Kakek " ucap mereka
Mereka tampak menikmati makanannya, Jesi memberikan beberapa lauk pauk pada sang suami, berharap sang suami makan yang banyak agar kondisinya semakin membaik.
" Sayang kamu cobain yang ini " ucap Jesi
" Ia sayang terima kasih " ucap Rafa sambil tersenyum
" Em, ini rasanya enak " ucap Rafa mencoba makanan buatan sang istri
" Aku mau dong " ucap Rifa
Jesi yang melihat hal itu langsung memberikan tatapan pada Sofia agar Rifa tidak menggangu dia dan Rafa.
" Sayang, mending kamu cobain yang ini " ucap Sofia
" Tapi aku mau yang itu " ucap Rifa
" Ini khusus aku buatkan untuk Suamiku " ucap Jesi membuat Rafa senang mendengarnya
" Dasar pelit " ucap Rifa dengan wajah kesalnya
" Biarin " ucap Jesi
" Jesi kalau lagi kesal kenapa terlihat manis dan menggemaskan, ah sayang dia susah bersama dengan Ka Rafa " batin Rifa
" Kenapa Sih Rifa malam bersikap begini,, aku jadi kesal di buatnya " batin Sofia
" Dasar orang yang menyebalkan " batin Jesi
" Sudah jangan bertengkar, Rifa kamu makan yang lain selain makanan yang di buat khusus untuk Rafa " ucap Leo
" Ia Kakek " ucap Rifa dengan wajah kesalnya
" Sayang ku mau di suapin " ucap Rafa dengan sengaja memamerkan kemesraannya di depan anggota keluarga yang lainnya.
" Wah kalian mesra sekali " ucap Mey-mey
" Biasa aja " ucap Rifa
" Sepertinya ada yang cemburu " bisik Reza pada Rifa
" Diam kamu " ucap Rifa kesal
Setelah selesai memakan makanannya, Leo menyuruh Rafa dan Rifa pergi ke ruang kerjanya untuk membicarakan urusan pekerja yang penting.
Sementara yang lain tampak berbincang-bincang bersama-sama kecuali Lia dan Reza yang harus pergi bekerja.
Mereka tampak berwajah serius apalagi Leo, ia mengatakan pada Rifa jika perusahaan akan di pimpin kembali olehnya bukan Rafa. Hal itu membuat Rifa bingung dan bertanya-tanya.
" Mulai hari ini, kamu akan menggantikan Rafa menjadi direktur " ucap Leo dengan nada tegas pada sang cucu
" Tunggu kakek, kenapa bisa Ka Rafa di ganti, bukannya hasil kerja ka Rafa sangat bagus, dia juga membuat perusahaan kita bekerja sama dengan klien penting " ucap Rifa
" Aku hanya mengajarimu waktu itu, sekarang giliran kamu yang meberuskan " ucap Rafa
" Aku tahu ada sesuatu yang kalian sembunyikan, katakan padaku ini sebenarnya ada apa " ucap Rifa
" Tidak ada-ada, kamu tidak usah khawatir " ucap Leo
" Tapi Ke " ucap Rifa terpotong
" Kamu selesaikan tugasmu dengan benar, kalau tidak Kakek akan benar-benar memberikan jabatan itu pada Kakakmu " ucap Leo
" Kalau sudah begini aku tidak bisa melawan kakek, sebaiknya aku iyakan saja dulu,, " batin Rifa
" Semoga Rifa tidak curiga padaku " batin Rafa
" Kalau begitu kalian bisa keluar dari sini " ucap Leo
" Baik kakek " ucap Mereka sambil tersenyum
Mereka keluar dari ruangan Leo, Rifa sengaja menarik tangan Sang kakak ke kamarnya yang tak jauh dari sana.
" Kau ini apa-apaan sih " ucap Rafa dengan wajah kesal
" Kenapa ka Rafa terlihat sangat pucat, apa dia sakit.. ah tapi bukan itu yang harus aku tanyakan " batin Rifa
" Katakan padaku, ini sebenarnya ada apa, kamu dan kakek merencanakan apa " tanya Rifa
" Aku tidak merencanakan apapun " ucap Rafa dengan wajah cueknya
" Lalu kenapa bisa tiba-tiba kamu mundur dari jabatan mu " ucap Rifa
" Aku hanya tak ingin terlalu sibuk dan banyak membuat Jesi sedih " ucap Rafa
" Hanya itu,, aku tidak percaya Jesi menuntut mu seperti itu,, kalau Gea mungkin dulu bisa saja bersikap seperti itu " ucap Rifa keceplosan
" Mungkin sudah saatnya aku harus membawa Rifa ke suatu tempat " batin Rafa
" Kalau begitu ikut aku jalan-jalan bersama dengan Jesi " ucap Rafa sengaja memancing nama Jesi karena ia tahu jika Rifa masih menyimpan perasaannya pada Jesi.
" Maf aku Tidak bisa hari ini sibuk " ucap Rifa gengsi
" Yasudah aku akan membawa Jesi ke tempat yang romantis " ucap Rafa hendak pergi namun terdiam ketika mendengar ucapan Rifa.
" Baiklah jika itu mau mu aku ikut " ucap Rifa langsung berjalan bersama dengan Rafa.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz