One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 51



Satu hari sebelum pernikahan Rafa dan Jesi, Rifa sengaja datang ke kamar Rafa tepat pada tengah malam dengan keadaan mabuk.


Tok.... Tok... Tok...


" Rafa buka pintunya, aku mau berbicara padamu " ucap Rifa


Tok.... Tok... Tok...


" Rifa cepat buka pintunya " ucap Rifa masih mengetuk-ngetuk pintu kamar Rafa


Rafa yang mendengar suara teriakan diluar pintu kamarnya lalu ia segera membuka pintunya.


Ceklek,,


" Ada apa ini... kenapa Kamu berisik " bentak Rafa dengan wajah kesal


" Aku mau bicara empat mata denganmu " ucap


Rifa


" Kalau dia bikin onar kasian anggota keluarga yang lainnya, apalagi besok aku akan melangsungkan pernikahan dengan Jesi " batin Rafa


" Baiklah kamu masuk cepat " ucap Rafa


Rifa langsung masuk ketika sang kaka menyuruhnya untuk masuk kedalam kamarnya.


" Sebenarnya Rifa mau apa sih, aromanya sepertinya dia sangat mabuk " batin Rafa


" Sebentar aku ambilkan kamu minum, kamu duduk saja di sofa " ucap Rafa menuangkan air putih yang ada di dalam teko kedalam gelas yang ia akan berikan pada Rifa


" Tidak usah repot-repot " ucap Rifa


" Tidak Repot, justru air putih bagus untuk mengurangi rasa mabukmu " ucap Rafa


" Dari Mana dia tau aku mabuk " batin Rifa


" Nih untuk kamu " ucap Rafa menyerahkan gelas berisi air putih itu ke Rifa


Rifa segera meminum air putih tersebut dengan sekali teguk.


" Terima kasih, tau saja kalau aku haus " ucap Rifa


" Sebenarnya ada apa kamu kesini malam-malam kesini dan mengganggu tidur ku saja " ucap Rafa duduk di samping Rifa


Rifa langsung duduk di lantai sambil memegang kaki Rafa ia berkata jujur tentang perasaannya tanpa ada rasa bohong karena ia masih dalam keadaan mabuk dan orang mabuk biasanya berkata jujur.


" Hiks... Hiks... Hiks... ka.. " ucap Rifa langsung duduk di lantai


" Kamu apa-apaan sih cepat duduk di Sofa bersamaku " ucap Rafa


" Tidak mau ka.. aku sedang sedih... " ucap Rifa


" Kamu ada masalah... coba ceritakan pada kaka " ucap Rafa


" Kasian juga Rifa kalau melihat dia seperti ini, sebenarnya apa yang membuatnya sedih " batin Rafa


" Orang yang aku sayang di ambil orang " ucap Rifa


" Perasaan ku jadi tak enak hati, apa dia sedang membicarakan pernikahan aku dan Jesi.. " batin Rafa


" Maksud mu apa " tanya Rafa


" Aku sangat sedih dengan pernikahan mu dan Jesi " ucap Rifa sambil menangis


" Maafkan aku, untuk masalah pernikahan aku tidak bisa membantumu.. aku mencintai Jesi lebih dulu " ucap Rafa dengan wajahnya menahan amarah


" Tapi Jesi hamil karena aku " ucap Rifa


" Aku tidak peduli yang jelas aku akan melindungi dan mencintai Jesi sepanjang hidup ku " ucap Rafa


" Tapi Ka, melihatmu bersama dengan Jesi membuatku merasa sakit hati.. " ucap Rifa


" Kamu yakin perasaan mu cinta pada Jesi, atau jangan-jangan karena rasa bersalah mu yang tidak mau bertanggung jawab pada Jesi " ucap Rafa


" Kalau Jesi sudah berkata begitu, kubur semua rasa sukamu pada Jesi.. ingat dia akan menjadi kakak iparmu " ucap Rafa


" Ka, kamu tidak pernah mengerti Jesi berkata begitu karena tidak mau mengecewakan mu " ucap Rifa


" Terlepas apa alasan Jesi ingin menikah denganku aku tidak peduli, yang penting aku dan Jesi bersama " ucap Rafa


" Kamu egois " ucap Rifa dengan nada marah


" Terserah kamu mau menilai ku seperti apa.. yang jelas aku dan Jesi sebentar lagi akan bersama " ucap Rafa


" Aku mohon... beri aku kesempatan aku ingin bersama dengan Jesi " ucap Rifa


" Untuk kali ini aku tidak mau mengalah dengan mu, cukup Gea yang aku berikan padamu.. Jesi tidak akan " ucap Rafa


" Perasaan ku pada Gea dan juga Jesi berbeda.. aku sungguh menyukai Jesi " ucap Rifa


" Lalu dulu apa kamu dengan Gea.. cukup dulu kamu membuatku terluka.. sekarang aku juga mau bahagia " ucap Rafa


" Aku dan Gea tidak bahagia, bahkan didalam hatinya hanya ada kamu tapi kamu dulu tidak peduli padanya " ucap Rifa


" Cukup, aku tidak mau mendengar semua tentang Gea.. " ucap Rafa


" Harus kah aku berlutut padamu agar kamu melepaskan Jesi " ucap Rifa


" Terserah kamu mau bilang apa.. Jesi milikku dan selamanya akan menjadi milikku " ucap Rafa


" Ka.. aku mohon " ucap Rifa


" Aku mengantuk.. kamu pergi tidur ke kamarmu... " usir Rafa dengan halus


" Aku mohon ka.. " ucap Rifa sambil meneteskan air matanya


" Maafkan aku, kamu keluar sekarang juga " ucapan Rafa


" Baiklah Aku akan keluar dari sini... " ucap Rifa dengan marah segera pergi dari kamar Rafa


Rifa masuk kedalam kamarnya lalu mengunci kamarnya dan membanting semua barang yang ada disana untuk melampiaskan kemarahannya bahkan ia mandi ditengah malam untuk menghilangkan rasa sedihnya.


Sementara Rafa yang masih di dalam kamar pun langsung menutup pintunya dan menguncinya, ia langsung memegang dadanya yang terasa sakit dan sesak.


" Kenapa kamu harus mengambil apa yang seharusnya milikku Rifa.. aku cukup bersabar dulu namun sekarang aku tidak akan mengalah lagi " ucap Rafa sambil meneteskan air matanya


Rafa pun duduk di lantai dengan menekuk kedua kakinya, hari ini adalah hari yang sangat bahagia karena besok ia akan melangsungkan pernikahan namun disisi lain ia sedih karena harus mengigat kejadian di masa lalunya.


" Jangan salahkan aku jika sekarang aku menjadi seseorang yang egois demi melindungi orang yang aku sayangi.. aku tidak mau lagi kehilangannya.. " ucap Rafa


" Gea.. kamu memang pantas dengan Rifa " ucap Rafa


Rafa segera menuju ranjang tempat tidurnya dan mencoba untuk memejamkan matanya dan meredam segala perasaannya sekarang. ia tidak mau merusak kebahagiaan dia besok.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz