One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 40



Mesi dan Lio sudah selesai makannya, tak selang berapa lama tangan Jesi bergerak. Pergerakan tangan Jesi itu di sadari oleh Rifa karena Rifa sedari tadi memegang tangan Jesi.


" Jesi... tangan kamu bergerak " ucap Rifa dengan wajah senangnya


" Apa... Jesi sudah sadar " ucap Rafa kaget


" Kamu serius " ucap Mesi


" Cepat tekan tombol merah agar dokter cepat datang kesini " ucap Lio


" Kamu benar " ucap Rifa


" Sayang... kamu bangun juga " ucap Rafa


" Mesi kamu sudah sadar " ucap Mesi menghampiri Jesi


" Aduh... kepalaku " ucap Jesi membuat mereka panik


" Kenapa kepalamu sayang " ucap Rafa


" Sebelah mana yang sakit " ucap Rifa


" Apa yang kamu rasakan lagi " ucap Mesi


Refa dan beberapa suster segera masuk kedalam ruangan Jesi untuk segera memeriksa keadaan Jesi yang baru sadar.


" Mohon kalian minggir dulu " ucap Refa


" Aku ini calon suaminya " ucap Rafa kesal


" Sudah kita minggir saja dulu.. dokter mau periksa Jesi " ucap Mesi


" Tapi aku ingin melihat keadaannya " ucap Rifa


" Kamu minggir atau kamu pulang " ancam Lio


" Baik-baik aku akan minggir.. dasar emosian " ucap Rifa dengan kesal


" ini demi kebaikannya, aku akan segera memeriksa keadaanya sekarang " ucap Refa


" Baiklah " ucap Rifa dan Rafa


" Kenapa sih kedua orang ini keras kepala.. " batin Mesi


" Rifa dan Rafa terlalu kekanak-kanakan membuat emosi saja " batin Lio


" Semoga Jesi tidak kenapa-kenapa " batin Rifa


" Jesi pasti akan baik-baik saja... ini semua salahku " batin Rafa


Refa segera memeriksakan keadaan Jesi dengan teliti takut ada hal yang tidak di inginkan.


" Apa yang kamu rasakan sekarang " tanya Refa


" Badanku Lemas dan juga kepalaku pusing " ucap Jesi


" Itu wajar karena keadaan mu masih begitu lemah " ucap Refa


" Apakah bayiku tidak kenapa-kenapa " tanya Jesu


" Nanti kita Kana periksa pakai alat.. " ucapnya Refa


" Sus, siapkan alatnya " ucap Refa


" Baik Dok " ucap sang suster segera pergi dari sana dan mengambil alatnya


" Apa perutmu sakit sekarang " tanya Refa


" Tidak, perutku tidak sakit " ucap Jesi


" Refa, apa bayinya baik-baik saja " tanya Rifa


" Seharusnya tidak terjadi apa-apa, tapi untuk memastikan kita sebaiknya menggunakan alat untuk memastikan bagaimana kondisi bayinya " ucap Refa


" Refa, tolong selamatkan bayinya " ucap Rafa


" Kalian jangan khawatir " ucap Refa sambil tersenyum


sang suster pun sudah datang dan masuk kedalam ruangan Jesi dengan membawakan alat tersebut.


Ceklek,,


" Dok saya membawakan alatnya " ucap sang suster


" Segera pasang alatnya... kita akan segera memeriksa keadaan pasien " ucap Refa


" Baik Dok " ucapnya Mereka


Suster segera memasang alat itu lalu, alat itu alat USG yang akan digunakan untuk melihat keadaan bayi di dalam rahim.


" Dok, kami sudah selesai memasangkan alat tersebut " ucap Sang suster


" Baik, kita mulai periksa mari silahkan dokter Susi " ucap Refa


" Baik Dokter Refa... Nona Jesi perkenalkan nama saya Susi, saya adalah Dokter kandungan saya akan memeriksa keadaan anda sekarang " ucapnya


" Baik dok silahkan " ucap Jesi dengan gugup


" Ia dok " ucap Jesi


" Kenapa aku jadi gugup seperti ini " batin Jesi


Sang suster mengoleskan Gel kedalam perut Jesi lalu alat itu di letakan di perut Jesi, dengan di putar kekiri dan kenanan.


" Detak jantungnya Normal, keadaannya pun baik-baik saja... " ucap sang Dokter


" Dok bagaimana saya bisa lihat bayinya disini ga ada gambar bentuk bayi " ucap Rifa


" Usia kandungan Nona Jesi masih di bawah empat bulan jadi belum berbentuk seperti bayi " ucap Sang dokter


" Dok apa jenis kelaminnya perempuan atau laki-laki " ucap Rafa


" Masih belum kelihatan soalnya belum empat bulan atau lima bulan, biasanya akan terlihat di usia kandungan seperti itu " ucap sang dokter


" Astaga kalian ini mau jadi bapak tapi tidak tau apa-apa tentang ibu hamil " ucap Refa


" Ini kan pengalaman pertama ku " ucap Rafa


" Itu kan anak pertama ku " ucap Rifa


" Aku bapaknya " ucap Rafa


" Bukan, aku bapak kandungnya " ucap Rifa


" Astaga mulai lagi " ucap Mesi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya


" Cukup " ucap Refa


" Nona Jesi anda tidak usah khawatir, saya akan memberikan vitamin untuk anda dan bayi anda... makan yang banyak dan bergizi.. jangan terlalu stres dan tertekan itu akan membahayakan anda dan bayinya " ucap Sang dokter


" Baik Dok " ucap Jesi


" Kalian dengar apa yang tadi di katakan Dokter susi " ucap Refa


" Ia aku tau " ucap Rafa


" Aku akan ingat " ucap Rifa


" Ingat jangan membuat Jesi stres dan tertekan.. kalau kalian masih sayang sama Jesi dan bayinya " ucap Refa


" Aku setuju " ucap Mesi


" Kalau begitu aku pamit ya... " ucap dokter Susi


" Baiklah dok " ucap Mereka


" Dok terima kasih " ucap Jesi


" Sama-sama Nona Jesi " ucapnya


" Saya permisi " ucap Para Suster


Dokter Susi dan para suster segera pergi dari sana sementara Refa masih disana.


" Jesi maafkan aku " ucap Rafa dengan wajah penuh penyesalan


" Maaf untuk apa " tanya Jesi


" Aku sudah melihat Cctv itu, kamu dan Mesi tidak salah.. aku yang salah " ucap Rafa


" Jadi ini semua karena mu " ucap Rifa langsung mendorong tubuh Rafa


" Cukup hentikan " ucap Lio


" Rifa diam, biarkan Rafa bicara " ucap Mesi


" Tapi dia... " ucap Rifa


" Biarkan Rafa berbicara aku mau mendengarkannya " ucap Jesi


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz