
Keesokan harinya,,
Jesi sudah bangun pagi-pagi sekali, ia ingin membuatkan sarapan yang spesial untuk sang suami, ia pergi ke dapur dan membantu Mey-mey menyiapkan sarapan untuk semuanya.
" Kamu sudah bangun nak " tanya Mey-mey saat melihat kehadiran Jesi
" Sudah bu, biar aku bantu ya bu " ucap Jesi pada Mey-mey
" Baiklah, " ucap Mey-mey
Mereka mulai menyiapkan bahan dan tugas yang diberikan Mey-mey pada Jesi adalah memotong-motong sayuran dan bawang sementara Mey-mey yang memasaknya.
Setelah semua selesai di potong-potong, Jesi menata piring di atas meja sementara menunggu masakan Mey-mey selesai.
Tak lama kemudian masakan Mey-mey matang, Jesi langsung membawanya ke atas meja. Stelah selesai baru lah ia pergi ke kamarnya untuk mandi.
Tapi ia dikagetkan dengan kehadiran sang suami yang sudah selesai mandi dan berpakaian rapi.
" Sayang kamu sudah mandi " tanya Jesi
" Ia sayang, kamu mandi dulu sana, aku mau pergi ke ruangan kakak dulu " ucap Rafa
" Baiklah kalau begitu" ucap Jesi sambil tersenyum
Jesi masuk kedalam kamar mandi sementara sang suami sudah pergi ke ruang kerja sang kakek, disana ia melihat sang kakek sedang membaca Koran.
Tok... Tok... Tok...
" Masuk " ucap Leo
" Kakek " ucap Rafa membuat Leo kaget
Mereka duduk saling berhadapan, Leo melihat wajah Rafa yang pucat membuatnya heran.
" Rafa kamu kenapa, wajahmu pucat begitu " Tanya sang kakek
" Aku tidak apa-apa ke, ada hal yang mau aku bicarakan penting " ucap Rafa dengan wajah seriusnya.
" Katakan lah nak " ucap Leo sambil meminum teh yang sebelumnya di buatkan oleh sisil
" Kakek, aku mau mengundurkan diri dari perusahaan " ucap Jesi Rafa membuat Leo kaget
" Kenapa nak, apa ada masalah, atau Rifa membuatmu tidak nyaman, katakan saja jujur.. kalau kamu jujur kakek janji akan menyetujui pengunduran diri kamu " tanya Leo
" Tapi kakek jangan bicara masalah ini pada siapapun " ucap Rafa
" Baiklah kakek janji " ucap Leo dengan wajah seriusnya
" Sebenarnya aku mengidap penyakit leukimia stadium tiga, kata dokter umurku tidak lama lagi, aku hanya ingin menghabiskan sisa umur hidupku bersama Jesi " ucap Rafa dengan wajah sedihnya
" Kamu jangan bercanda, kakek tidak suka mendengarnya " ucap Leo dengan wajah marahnya
" Aku serius Kakek, ini hasil pemeriksaan yang aku lakukan dua hari yang lalu saat liburan " ucap Rafa
" Jadi ini alasan kamu menyudahi liburan mu karena ini " tanya Leo
" Apa orang tuamu tahu " tanya Leo
" Tidak Kakek, yang tahu hal ini hanya Jesi " ucap Rafa
Leo langsung memeluk Rafa dengan hangat, ia tahu jika Rafa adalah anak baik, ia tidak bisa membayangkan jika ia harus kehilangan cucu yang dia selalu banggakan.
" Kenapa Tuhan memberikan cobaan seperti ini padamu nak,, kakek akan lakukan yang terbaik untuk pengobatan mu, kamu jangan khawatir.. ada kakek disini " ucap Leo meneteskan air matanya
" Terima kasih kakek " ucap Rafa seakan di berikan semangat baru oleh sang kakek
" Kakek akan menyetujui pengunduran diri kamu tapi dengan satu syarat " ucap Leo
" Syarat apa Kakek " ucap Rafa
" Kamu harus berjuang untuk kesembuhan mu,, kamu tidak mau kan melihat Jesi sedih terus karena memikirkan keadaan mu " ucap Leo
" Ia Kakek aku akan berjuang, aku janji tidak akan mengecewakan kakek seperti biasanya " ucap Rafa sambil tersenyum
" Apa kamu sudah tahu mau berobat kemana " tanya Leo
" Aku sedang mencari dokter dan rumah sakit yang bagus ke " ucap Rafa
" Ok, kamu jangan banyak pikiran karena itu akan mempengaruhi kondisi tubuh mu, dan jangan melakukan aktivitas yang cape-cepe nanti badanmu drop " ucap Leo menasehati sang cucunya
" Siap ke, kakek tenang saja.. aku pasti dengarkan kata-kata kakek " ucap Rafa
" Itu baru cucu kakek " ucap Leo sambil tersenyum
" Oh ia ke, kakek rahasiakan ini dari nenek ya, " ucap Rafa
" Ia nak, kakek juga ga mau nenekmu khawatir dan sedih, makanya kamu cepat sembuh ya " ucap Leo sambil tersenyum
" Ia ke, Terima kasih dukungannya, aku pamit ke kamar dulu " ucap Rafa
" Ia silahkan " ucap Leo
Rafa langsung pergi ke kamarnya, ia melihat sang istri yang sudah berdandan cantik dan tidak seperti biasanya.
" Kamu sangat cantik sayang " ucap Rafa memeluk sang istri dari belakang
" Kamu suka sayang, aku berdandan seperti ini untuk mu " ucap Jesi sambil tersenyum
" Apapun yang kamu kenakan aku akan selalu suka,, meskipun kamu tidak memakai riasan apapun " ucap Rafa menggoda sang istri dan menciumi leher sang istri
" Sayang, kamu berani godain aku ya, aku balas ya " ucap Jesi menggelitik sang suami
Mereka tampak seperti anak kecil yang sedang kejar-kejaran karena Rafa Memang tidak kuat jika diperlakukan seperti itu, rasanya sangat geli katanya membuat Jesi senyum kemenangan setelah tahu kelemahan sang suami.
Terdengar tawa Rafa terus tertawa terbahak-bahak merasakan kegelian sementara Jesi tertawa saat Rafa tertawa, ia merasa jika tawa Rafa membuatnya ingn tertawa.
Sungguh pemandangan yang sangat indah ketika dua orang sedang tertawa dan bercanda bersama-sama. Rafa tidak melawan di perlakukan seperti itu karena ia juga ingin melihat tawa sang istri yang membuatnya bahagia.
Setelah selesai bercanda, mereka pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama anggota keluarga yang lainnya seperti yang selalu mereka lakukan.