
Rifa memilih untuk pergi ke rumah sakit dan menemui Sofia setelah ia mengantar Jesi dan Rafa di bandara.
Meskipun dalam hatinya ia masih mencintai Jesi namun ia merelakan Jesi untuk sang kakak, ia tahu jika sang kakak lebih mencintai dan bisa membahagiakan Jesi lebih dari dia.
Ia memutuskan untuk mengejar Sofia dan perlahan melupakan Jesi dengan seiringnya waktu berjalan, ia yakin jika cinta akan datang karena terbiasa. Meskipun ia memang tertarik pada Sofia namun masih bimbang dengan perasaannya sendiri.
Ia pergi ke rumah sakit menggunakan mobil taksi yang sudah ada di bandara, dengan terburu-buru mereka langsung menuju Rumah sakit.
Diperjalanan menuju rumah sakit ia membelikan dulu bunga kesukaan Sofia agar membuat dia senang.
Setelah satu jam berlalu, kini ia sudah sampai di rumah sakit dan segera masuk ke dalam rumah sakit sesudah ia membayar taksi itu.
Rifa sudah berada di ruangan Sofia, ia melihat jika Sofia sudah berdandan rapi, Sofia memang sudah bersiap-siap untuk keluar dari rumah sakit seperti yang kemarin dokter katakan.
" Rifa,, " ucap Sofia sambil tersenyum
" Pagi Sofia " ucap Rifa membalas senyumannya
" Kamu kenapa pagi-pagi sekali kesini " ucap Sofia
" Kan kamu sekarang akan pulang dari rumah sakit " ucap Rifa
" Benar juga " ucap Sofia
" Kamu sudah makan " tanya Rifa
" Belum " ucap Sofia jujur
" Kalau begitu kamu makan dulu, biar kamu cepat sehat " ucap Rifa
" ini bunga untuk mu " ucap Rifa menyerahkan bunga tersebut
" Terima kasih " ucap Sofia tersenyum senang
Rifa memberikan bubur pada Sofia untuk memakannya, dan dengan tingkah manjanya Sofia meminta Rifa menyuapinya. Untuk kali ini Rifa tidak menolak ia bahkan tanpa ragu langsung menyuapi Sofia.
" Buka mulutnya " ucap Rifa sambil tersenyum
" Aammm " ucap Sofia memakan buburnya dengan wajah senang dan gembira untuk pertama kalinya Rifa bersikap baik dan perhatian padanya.
" Asataga ini seperti mimpi saja Tuhan, jika ini mimpi jangan bangunkan aku.. karena mimpiku lebih indah dari biasanya " batin Sofia
" Mulai sekarang aku akan memperlakukan Sofia dengan baik, aku juga akan berusaha membahagiakan dia.. " batin Rifa
Tampak Sofia dengan lahap memakan bubur itu hingga habis tanpa sisa. Rifa yang melihat hal itu pun senang dengan keadaan Sofia sekarang yang terlihat sangat sehat.
Datanglah Dokter dan suster yang ingin mengecek keadaan Sofia sebelum ia pulang dari rumah sakit.
" Pagi Nona Sofia " ucap Sang dokter
" Pagi juga Dok " ucap Sofia
" Bagaimana keadaannya sekarang " ucapnya sang dokter
" Aku merasa sangat baik " ucap Sofia
" Kalau begitu kami akan melakukan pemeriksaan sebelum anda pulang dari rumah sakit " ucapnya
" Baik dok " ucap Sofia sambil tersenyum
" Sus tolong di cek saja kesehatannya " ucap sang dokter pada suster yang bersamanya
" Baik Dok " ucap suster itu
Tampak beberapa suster melakukan pemeriksaan pada Sofia dengan teliti, namun semuanya tampak tersenyum karena hasilnya sangat baik.
" Kondisi Nona Sofia benar-benar sehat, anda bisa pulang sebentar lagi " ucap sang dokter
" Terimakasih dok " ucap Sofia melihat wajah Rifa yang tampak senang dengan kabar sang dokter
" Kalau begitu kami pamit nona Dan Tuan " ucap sang dokter
" Terimakasih Dok " ucap Rifa
" Sama-sama Tuan " ucapnya langsung meninggalkan ruangan Sofia bersama dengan para suster
" Sofia " ucap Rifa
" Ada apa " tanya Sofia bingung melihat ekspresi Rifa
" Menikahlah dengan ku " ucap Rifa sambil membuka kotak kecil yang berupa cincin yang ia sudah siapkan sebelumnya
" Kamu bercanda kan " tanya Sofia senang dan kaget dengan ucapan Rifa
" I'm serious, will you marry me, aku tahu aku bukan laki-laki yang baik untukmu namun mulai sekarang aku akan membahagiakan mu, aku sadar jika selama ini aku menyukaimu namun aku tidak berani mengatakannya " ucap Rifa
" Kamu serius kan, tidak membohongi ku.. " ucap Sofia sambil meneteskan air matanya
" Aku benar-benar serius.. maukah kamu menjadi istriku dan ibu dari anak-anakku nanti " ucap Rifa sambil tersenyum
" Ya aku mau " ucap Sofia langsung memeluk Rifa
Rifa yang di peluk oleh Sofia kaget namun ia juga bahagia, mulai sekarang ia akan berusaha semakin mencintai Sofia. ia memeluk Sofia dengan erat lalu melepaskan pelukannya untuk memakaikan cincin yang ia tadi bawa.
Setelah Cincin di pasang di jari manis Sofia ia langsung mencium bibir Sofia, mereka pun saling meluapkan perasaannya melalui ciuman bibir yang sangat lama dan bergairah.
Kali ini mereka melakukan ciuman itu dengan sadar dan keinginan mereka berdua bukan sedang mabuk seperti sebelumnya.
Rifa sadar tidak ada yang lebih mencintainya di bandingkan Sofia, perasaan Sofia pada Rifa sangat besar ia bahkan mau membahagiakan Rifa meskipun ia yang terluka seperti sebelumnya.
Tapi kini Rifa tidak akan membiarkan Sofia menderita lagi, ia akan sama halnya membuat Sofia bahagia.
" Terima Kasih Tuhan, ini adalah hal.yang paling indah dalam hidupku,, aku akan membuat Rifa sangat mencintai ku,, " batin Sofia
" Tuhan, terima kasih sudah mempertemukan Sofia denganku, dia adalah wanita yang hebat.. aku berjanji Takan menyia-nyiakan dia lagi.. aku berjanji akan selalu membahagiakannya " batin Rifa
Rifa memeluk Sofia kembali setelah ia puas mencium Sofia. Ia benar-benar senang hari ini jawaban Sofia yang mau menerimanya adalah hal yang paling berharga di hidupnya.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...