
Mesi dan Jesi masih menangis di pelukan satu sama lain, tiba-tiba Rafa datang dan menghampiri Jesi, ia sangat hancur ketika melihat wanita yang ia sayangi menangis seperti itu.
" Suara tangis siapa itu, apa mungkin Itu suara Jesi " ucap Rafa seger turun dari kamar dan menuju arah suara tangis itu
" Kamu jangan menangis " ucap Rafa duduk di samping Jesi
" Rafa... " ucap Jesi melepaskan pelukan Mesi
" Jesi... " ucap Rafa mengeluarkan air matanya
" Jesi semua akan baik-baik saja, kamu tenang ya " ucap Rafa memeluk Jesi
" Aku wanita kotor untukmu " ucap Jesi
" Kamu tidak kotor... kamu sangat spesial Dimata aku " ucap Rafa
" Kenapa ini semua terjadi padaku " ucapnya Jesi sambil menangis mengeluarkan isi di hatinya
" Ini semua gara-gara Rifa... aku akan membalas dendam untuk Jesi " batin Rafa
." Kamu tenang aku akan menemanimu, kamu jangan khawatir " ucap Rafa
" Rafa... kenapa bukan kamu sih, kenapa lagi-lagi itu.. kenapa aku harus berurusan dengan laki-laki itu " batin Jesi
" Jesi kamu minum dulu supaya tenang " ucap Mesi
" Tidak mau, aku Tidka haus " ucap Jesi
" Kamu harus minum ya, sedikit saja agar hatimu lebih tenang " bujuk Rafa
" Baik lah " ucap Jesi melepaskan pelukannya dan mengambil gelas minuman yang sudah di ambilkan Mesi
" Aku akan Antarkan kamu ke kamar.. " ucap Mesi
" Tidak perlu, biar aku yang mengantarkannya " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Mesi
Mereka segera menuju kamar Mesi, untungnya sebelum Mesi pulang, sudah di bereskan lagi oleh Rafa, serpihan beling pun ia bereskan.
" Aku tidak mau melihatmu tambah sedih kalau kalau melihat kondisiku tak kalah hancurnya seperti mu " batin Rafa
Ceklek,,
" Sebaiknya kamu mandi ya.. " ucap Rafa
" Aku tidak mau " ucap Jesi dengan tatapan kosong seperti orang yang sedang melamun
" Sebenarnya aku sudah menyiapkan air hangat untukmu mandi " ucap Rafa
" Baiklah kalau begitu " ucap Jesi melangkah pergi menuju kamar mandi
Sementara Rafa turun dari kamar Jesi dan segera menemui Mesi dan Lio disana.
" Bagaimana keadaannya " tanya Mesi
" Dia masih Syok " ucap Rafa
" Apa yang harus kit lakukan " tanya Mesi pada Lio
" Kita harus tenang sayang... kita lihat bagaimana keadaannya malam hari " ucap Lio
" Aku akan bertanggung jawab dan menikahi Jesi " ucap Rafa
" Apa.. " ucapnya Mesi dan Lio kaget
" Aku tidak mau kehilangan Jesu " ucap Rafa
" Apakah Jesi akan bahagia dengan Rafa " batin Mesi
" Baiklah, aku mendukungmu.. " ucap Lio
" Terima kasih " ucap Rafa sambil tersenyum
" Aku harus membawa Jesi ke depan keluarga kita agar nama baik Mesi akan pulih " ucap Lio
" Tapi kita kaan menyakiti Jesi.. aku Tidak mau itu terjadi " ucap Rafa
" Tapi.... " ucap Lio terpotong
" Rafa benar... Aku tidak apa-apa jika namaku Tidka baik di hadapan banyak orang yang penting Jesi dia tidak terluka " ucap Mesi
Tiba-tiba Jesi menghampirnya mereka sambil menangis kembali, kini ia memeluk Mesi karena sebenarnya ia Tidka sengaja menguping pembicaraan mereka
" Jesi " ucap Mesi kaget
" Aku mau memulihkan namamu.. sambil aku mau melihat siapa lelaki yang memperkosaku " ucap Jesi sambil menangis
" Tapi aku tidak setuju, karena itu akan melukai hatimu " ucap Rafa
" Aku baik-baik saja selama ada Mesi dan kalian " ucap Jesi
" Jesi.. " ucap Mesi sambil memeluknya
" Jesi apapun yang terjadi aku akan selalu mendukungmu " ucapnya Mesi
" Terima kasih sudah menjadi teman terbaikku " ucap Jesi
Suara Bel apartemen mengagetkan mereka, Rafa segera membuka pintu apartemennya.
Ting... Tong... Ting... Tong...
" Siapa yang memencet bel apartemen " tanya Lio
" Kalian disini saja.. biar aku yang membuka pintunya " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Lio
Rafa segera membuka pintunya dilihatnya Seno membawa banyak kantung plastik berisi makanan Yang sebelumnya di pesan sang majikan.
" Seno " ucap Rafa
" Aku bawakan ini " ucap Seno sambil tersenyum
" Aku tidak lapar... " ucap Rafa
" Bukan untukmu.. ini untuk Tuan Kio dan Nona Mesi " ucap Seno dengan senyuman penuh kemenangan
" Dasar bocah, cepat masuk " ucap Rafa
Mereka segera menghampiri Lio, Mesi dan Jesi di sana.
" Tuan " ucap Seno
" Mana makanannya " tanya Lio
" Ini Tuan " ucap Seno
" Kamu siapkan saja di ruang makan, kita akan memakan itu " ucap Lio
" Baik Tuan, permisi " ucap Seno langsung masuk ke dapur dan meyiapkan makanan
" Kenapa suasananya jadi seperti ini, mencekam " batin Seno
" Apa jangan-jangan Jesi sudah tahu masalah ini " ucap Seno kaget
" Aku harus menghibur Jesi kalau begitu " ucapnya lagi.
Setelah selesai ia langsung memberitahukan semua orang yang ada di ruang televisi untuk makan.
" Tuan, makanannya sudah siap " ucap Seno
" Baiklah terima kasih " ucapnya Lio
" Sayang kita makan dulu yu " ajak Lio
" Aku tidak lapar " ucap Mesi
" Sama aku juga " ucap Rafa
" Tapi sayang kalau kamu tidak makan bagaimana kamu membalas perbuatan Rifa " bisik Lio pada sang kekasih
" Lio benar aku harus punya tenaga, akan ku pukul Rifa lihat saja nanti " batin Mesi
" Baiklah... Jesi ayo kita makan " ajak Mesi
" Kamu harus makan, aku tidak mau kamu sakit " ucap Mesi membujuk Jesi
" Mesi benar.. aku tidak boleh sakit.. nanti Mesi semakin sedih " batin Jesi
" Rafa ayo kita makan " ajak Jesi
" Kamu duluan saja " ucap Rafa
Jesi dan Mesi segera menuju ruang makan dan duduk di sana.
" Kalau kamu tidak makan bagaimana kamu menghajar Rifa " bisik Lio pada Rafa
" Lio benar.. aku harus kuat didepan Jesi " ucap Rafa dalam hatinya
" Yasudah ayo kita makan " ajak Rafa
.
.
.
.
Bersambung....
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz