One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 15



Mesi dan Jesi masih menangis di pelukan satu sama lain, tiba-tiba Rafa datang dan menghampiri Jesi, ia sangat hancur ketika melihat wanita yang ia sayangi menangis seperti itu.


" Suara tangis siapa itu, apa mungkin Itu suara Jesi " ucap Rafa seger turun dari kamar dan menuju arah suara tangis itu


" Kamu jangan menangis " ucap Rafa duduk di samping Jesi


" Rafa... " ucap Jesi melepaskan pelukan Mesi


" Jesi... " ucap Rafa mengeluarkan air matanya


" Jesi semua akan baik-baik saja, kamu tenang ya " ucap Rafa memeluk Jesi


" Aku wanita kotor untukmu " ucap Jesi


" Kamu tidak kotor... kamu sangat spesial Dimata aku " ucap Rafa


" Kenapa ini semua terjadi padaku " ucapnya Jesi sambil menangis mengeluarkan isi di hatinya


" Ini semua gara-gara Rifa... aku akan membalas dendam untuk Jesi " batin Rafa


." Kamu tenang aku akan menemanimu, kamu jangan khawatir " ucap Rafa


" Rafa... kenapa bukan kamu sih, kenapa lagi-lagi itu.. kenapa aku harus berurusan dengan laki-laki itu " batin Jesi


" Jesi kamu minum dulu supaya tenang " ucap Mesi


" Tidak mau, aku Tidka haus " ucap Jesi


" Kamu harus minum ya, sedikit saja agar hatimu lebih tenang " bujuk Rafa


" Baik lah " ucap Jesi melepaskan pelukannya dan mengambil gelas minuman yang sudah di ambilkan Mesi


" Aku akan Antarkan kamu ke kamar.. " ucap Mesi


" Tidak perlu, biar aku yang mengantarkannya " ucap Rafa


" Baiklah " ucap Mesi


Mereka segera menuju kamar Mesi, untungnya sebelum Mesi pulang, sudah di bereskan lagi oleh Rafa, serpihan beling pun ia bereskan.


" Aku tidak mau melihatmu tambah sedih kalau kalau melihat kondisiku tak kalah hancurnya seperti mu " batin Rafa


Ceklek,,


" Sebaiknya kamu mandi ya.. " ucap Rafa


" Aku tidak mau " ucap Jesi dengan tatapan kosong seperti orang yang sedang melamun


" Sebenarnya aku sudah menyiapkan air hangat untukmu mandi " ucap Rafa


" Baiklah kalau begitu " ucap Jesi melangkah pergi menuju kamar mandi


Sementara Rafa turun dari kamar Jesi dan segera menemui Mesi dan Lio disana.


" Bagaimana keadaannya " tanya Mesi


" Dia masih Syok " ucap Rafa


" Apa yang harus kit lakukan " tanya Mesi pada Lio


" Kita harus tenang sayang... kita lihat bagaimana keadaannya malam hari " ucap Lio


" Aku akan bertanggung jawab dan menikahi Jesi " ucap Rafa


" Apa.. " ucapnya Mesi dan Lio kaget


" Aku tidak mau kehilangan Jesu " ucap Rafa


" Apakah Jesi akan bahagia dengan Rafa " batin Mesi


" Baiklah, aku mendukungmu.. " ucap Lio


" Terima kasih " ucap Rafa sambil tersenyum


" Aku harus membawa Jesi ke depan keluarga kita agar nama baik Mesi akan pulih " ucap Lio


" Tapi kita kaan menyakiti Jesi.. aku Tidak mau itu terjadi " ucap Rafa


" Tapi.... " ucap Lio terpotong


" Rafa benar... Aku tidak apa-apa jika namaku Tidka baik di hadapan banyak orang yang penting Jesi dia tidak terluka " ucap Mesi


Tiba-tiba Jesi menghampirnya mereka sambil menangis kembali, kini ia memeluk Mesi karena sebenarnya ia Tidka sengaja menguping pembicaraan mereka


" Jesi " ucap Mesi kaget


" Aku mau memulihkan namamu.. sambil aku mau melihat siapa lelaki yang memperkosaku " ucap Jesi sambil menangis


" Tapi aku tidak setuju, karena itu akan melukai hatimu " ucap Rafa


" Aku baik-baik saja selama ada Mesi dan kalian " ucap Jesi


" Jesi.. " ucap Mesi sambil memeluknya


" Jesi apapun yang terjadi aku akan selalu mendukungmu " ucapnya Mesi


" Terima kasih sudah menjadi teman terbaikku " ucap Jesi


Suara Bel apartemen mengagetkan mereka, Rafa segera membuka pintu apartemennya.


Ting... Tong... Ting... Tong...


" Siapa yang memencet bel apartemen " tanya Lio


" Kalian disini saja.. biar aku yang membuka pintunya " ucap Rafa


" Baiklah " ucap Lio


Rafa segera membuka pintunya dilihatnya Seno membawa banyak kantung plastik berisi makanan Yang sebelumnya di pesan sang majikan.


" Seno " ucap Rafa


" Aku bawakan ini " ucap Seno sambil tersenyum


" Aku tidak lapar... " ucap Rafa


" Bukan untukmu.. ini untuk Tuan Kio dan Nona Mesi " ucap Seno dengan senyuman penuh kemenangan


" Dasar bocah, cepat masuk " ucap Rafa


Mereka segera menghampiri Lio, Mesi dan Jesi di sana.


" Tuan " ucap Seno


" Mana makanannya " tanya Lio


" Ini Tuan " ucap Seno


" Kamu siapkan saja di ruang makan, kita akan memakan itu " ucap Lio


" Baik Tuan, permisi " ucap Seno langsung masuk ke dapur dan meyiapkan makanan


" Kenapa suasananya jadi seperti ini, mencekam " batin Seno


" Apa jangan-jangan Jesi sudah tahu masalah ini " ucap Seno kaget


" Aku harus menghibur Jesi kalau begitu " ucapnya lagi.


Setelah selesai ia langsung memberitahukan semua orang yang ada di ruang televisi untuk makan.


" Tuan, makanannya sudah siap " ucap Seno


" Baiklah terima kasih " ucapnya Lio


" Sayang kita makan dulu yu " ajak Lio


" Aku tidak lapar " ucap Mesi


" Sama aku juga " ucap Rafa


" Tapi sayang kalau kamu tidak makan bagaimana kamu membalas perbuatan Rifa " bisik Lio pada sang kekasih


" Lio benar aku harus punya tenaga, akan ku pukul Rifa lihat saja nanti " batin Mesi


" Baiklah... Jesi ayo kita makan " ajak Mesi


" Kamu harus makan, aku tidak mau kamu sakit " ucap Mesi membujuk Jesi


" Mesi benar.. aku tidak boleh sakit.. nanti Mesi semakin sedih " batin Jesi


" Rafa ayo kita makan " ajak Jesi


" Kamu duluan saja " ucap Rafa


Jesi dan Mesi segera menuju ruang makan dan duduk di sana.


" Kalau kamu tidak makan bagaimana kamu menghajar Rifa " bisik Lio pada Rafa


" Lio benar.. aku harus kuat didepan Jesi " ucap Rafa dalam hatinya


" Yasudah ayo kita makan " ajak Rafa


.


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz