One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 4



Jesi dan Rafa menuju salah satu restoran disana yang, Restoran itu sangat sederhana namun makanannya cukup enak.


" Kamu tidak keberatan jika kita makan disini " ucap Jesi


" Tidak masalah gaya heran saja disaat perempuan yang lain memimpikan makan di restoran bintang lima Kamu malah memilih Disni " Cibir Rafa


" Jangan salah makanan Disni enak ko ga kalah sama restoran bintang lima itu " ucapnya Jesi


" Lalu Kau mau pesan apa " Tanya Rafa


" Aku mau pesan SOP buntut.. dini ini yang paling enak " ucap Jesi


" Kalau aku sih berbeda " ucap Rafa


" Lalu Kau mau makan apa " tanya Jesi


Rafa segera melambaikan tangannya ke atas membuat salah satu pelayan menghampirinya.


" Tuan dan Nona Mau pesan apa " tanya sang pelayan


" Kau dulu saja " ucapnya Rafa pada Jesi


" Saya mau SOP buntut dengan nasi putih dan minumannya teh hangat saja " ucap Jesi


" Jesi memang berbeda aku semakin mengaguminya " batin Rafa


" Baik kalau untuk Tuan, anda mau memesan apa " tanya sang pelayanan pada Rafa


" Em yang enak disini apa.. " tanya Rafa


" Menu andalan kami Disni sip buntut, ada juga ikan gurame asam manis sama seafood " ucap sang pelayan


" Gurame asam manis saja " ucap Rafa


" Minumannya " tanya sang pelayan


" Em.. Es teh manis saja " ucap Rafa


" Baik kalau begitu mohon ditunggu sebentar, Saya permisi " ucap sang pelayan


" Baik " ucap Jesi


" Aku jadi tidak sabar mencoba ikan gurame " ucap Rafa


" Kamu tenang saja Disni makananya enak-enak aku jamin " ucap Jesi


" Apa Kau sering kesini " tanya Rafa


" Ia.. tapi dulu " ucap Jesi


" Sama siapa " tanya Rafa penasaran


" Sama... orang yang ga penting " ucap Jesi


" Apa dia kesini dengan mantan pacarnya.. " batin Rafa


" Aku kesini sama si Doni sialan itu, bahkan mereka ketahuan selingkuh juga pas aku lihat mereka makan Disni " batin Jesi


" Oh ia Jes, aku mau menawari mu pekerjaan " ucap Rafa


" Jadi apa " tanya Jesi sambil tersenyum


" Jadi ob... ya jadi sekretaris ku lah.. mana tega gadis secantik kamu aku berikan pekerjaan yang berat " ucap Rafa sambil tersenyum


" Senyuman palsu.. lihat kau bilang tidak akan memberikan ku pekerjaan yang berat tapi jadi sekretaris ku adalah hal yang berat " ucap Jesi


" Maksud mu " tanya Rafa


" Sekertaris ku adalah pekerjaan yang berat karena itu bisa menimbulkan rasa sukaku padamu.. yang harusnya aku hindari " batin Mesi


" Aku tidak mau.. aku sudah di terima bekerja di salah satu mini market " ucap Jesi


" Kenapa sih Jesi tidak mau dekat denganku.. aku bakal bahagia jika Jesi selalu di dekat ku " batin Rafa


" Wah.. jadi hari ini aku di traktir makanan ini " ucap Rafa


" Bisa di anggap begitulah... " ucap Jesi sambil tersenyum


" Senyuman Jesi membuatku gemas padanya.. " batin Rafa sambil melihat wajah Mesi


" Jesi.. apa Kah kau tidak merasa jika kita cocok " ucap Rafa


" Cocok.. Cocok apanya " ucap Jesi bingung


" Lihat kita sama-sama jomblo.. " ucap Rafa


" Aku tidak mau kehilangan teman terbaikku Raf " ucap Jesi


" Maaf Raf, aku ingin fokus dulu sama karirku dan menata hidupku " ucap Jesi


" Tidak masalah, aku akan selalu menunggu mu " ucap Rafa sambil tersenyum


" Aku tidak akan menyerah.. aku akan selalu mengejar mu " ucap Rafa dalam hatinya


" Maafkan aku Rafa... aku tidak mau kau terluka " batin Jesi


Datanglah sang pelayan membawakan pesanan yang Rafa dan Jesi pesan.


" Silahkan Tuan dan Nona " ucap sang pelayan


" Terima kasih " ucap Jesi dengan mata yang berbinar melihat makanan itu.


" Mari makan " ucap Jesi hendak memakan makanannya namun Rifa malah menghentikannya


" Tunggu " ucap Rafa


" Ada apa " tanya Jesi


" Kita berdoa dulu baru makan " ucap Rafa


" Baiklah kita berdoa dalam hati.. " ucap Jesi


Mereka pun berdoa dulu sebelum memakan makanannya. Setelah itu batu memakan makanannya.


" Mari makan " ucap Rafa


" Ok.. " ucap Jesi bersemangat


Rafa memperhatikan ketika Jesi makan membuatnya senyum-senyum sendiri. Ia pun langsung meminta Jesi untuk mencoba makanan milik Rafa sebelum ia juga mencoba makanan milik Jesi.


" Em.. ini enak.. cobain deh " ucap Rafa menyuapi Jesi dengan gurame pesanannya tadi


" Em... " ucap Jesi sambil menguyah


" Bagaimana enak " tanya Rafa


" Enak sekali " ucap Jesi


" Kalau begitu aku mau coba milikmu " ucap Rafa pad SOP buntut yang di pesan Jesi


" Baiklah, buka mulutnya.. " ucap Jesi


" Aam... " ucap Rafa langsung merasakan makanan yang di suapi oleh Jesi bukan karena sop itu tapi karena Jesi menyuapinya


" Bagaimana enak " tanya Jesi


" Em.. sangat enak.. kamu benar ini restoran makanannya enak-enak " ucap Rafa


" Pilihanku memang bagus " ucap Jesi senang


Mereka segera menghabiskan makanan itu sampai benar-benar habis, setelah itu barulah Rafa mengantarkan Jesi pulang ke apartemen.


" Jesi terima kasih " ucap Rafa


" Tak masalah " ucap Jesi sambil tersenyum


" Sebagai gantinya aku akan mengantarmu pulang " ucap Rafa


" Dengan senang hati " ucap Jesi


" Ayo Tuan putri " ajak Rafa


" Ok pangeran Kodok " ucap Jesi sambil tersenyum


.


.


.


Bersambung....


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz