One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 88



Jesi bangun tengah malam, ia melihat wajah sang suami yang tampak bersinar dan bersih, ia benar-benar belum bisa membayangkan jika dia harus kehilangan lelaki yang berada disampingnya.


Ia bangun dari tempat tidur lalu pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Tempat yang aman ketika kita gundah gelisah kita menceritakannya kepada sang pencipta.


Setelah selesai berwujud lalu ia mengambil mukena sajadah, ia mulai menunaikan sholat tahajud dua rakaat.


Setelah selesai barulah ia menangis dalam sujudnya meminta kepada sang pencipta untuk memberikan kesembuhan pada sang suami.


Ia juga menceritakan jika sebenarnya ia tega melihat sang suami yang sedang sakit, jika di berikan kesempatan ia ingin jika sakitnya sang suami di ganti olehnya.


Ia benar-benar luput dalam doanya hingga air mata pun terus mengalir di pipinya, hatinya hancur jiwanya rapuh untuk kali ini.


Tiba-tiba sang suami mendekatinya, ia bangun ketika mendengar istrinya menangis tersedu-sedu, ia memeluknya erat seakan tidak mau jika istrinya menangis.


" Sayang Kenapa Bangun " ucap Jesi menghapus air matanya


" Jangan menangis sayang " ucap Rafa menghapus air matanya Jesi yang mengalir tanpa bisa


Jesi kini sudah tak kuat menahan tangisnya, ia menangis di pelukan sang suami dengan tangis yang pecah dan tak bisa di tahan.


" Maafkan aku sayang membuatmu sedih seperti ini " ucap Rafa


" Tidak sayang kamu tidak salah " ucap Jesi


" Sekarang saja aku tidak sanggup mendengar tangis Jesi apalagi nanti Tuhan, berikan hamba satu kali kesempatan untuk bisa umur panjang, " batin Rafa


" Tuhan Rasanya sekarang saja sakit apalagi ketika aku harus kehilangan dia " batin Jesi


" Sayang, aku mau berobat agar aku sembuh " ucap Rafa


" Kamu serius sayang " ucap Jesi merasa kaget dengan keputusan sang suami


" Aku mau berjuang untuk Jesi, dari pada harus melihat Jesi menangis seperti ini, hatiku sangat hancur dan sakit " batin Rafa


" Ia sayang " ucap Rafa sambil tersenyum


" Terima kasih Tuhan, sudah membuat suamiku mau berjuang untuk penyakitnya " batin Jesi


" Alhamdulillah, terima kasih sayang " ucap Jesi senang


" Sekarang kita tidur lagi ya sayang " Ajak Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


Jesi merapikan kembali mukena dan sajadahnya, lalu bersama sang suami tidur kembali di ranjang tempat tidurnya.


Mereka kembali tidur dengan saling memeluk satu sama lainnya, meskipun Jesi belum mencintai Rafa sepenuhnya namun dalam lubuk hatinya yang terdalam sudah ada tempat untuk Rafa. Cinta bisa datang karena terbiasa tanpa disadari.


Rafa sangat senang ketika ia melihat jika sang istri mulai peduli padanya bahkan sikapnya akhir-akhir ini sangat perhatian padanya.


Rafa sangat mencintai istrinya itu, istri yang baginya pelengkap hidupnya, apalagi ketika ia dalam keadaan seperti ini dukungan istri yang paling ia sangat butuhkan meksipun dukungan keluarga sama pentingnya baginya.


" Aku janji akan melakukan pengobatan, tapi sebelum aku melakukan itu aku ingin mengajakmu ke suatu tempat dimana masa lalu ku berada, apa kamu mau pergi bersama ku.. " ucap Rafa


" Kemana pun kamu pergi, aku akan selalu ikut bersama mu sayang " ucap Jesi


" Apa kamu tidak keberatan pergi ketempat masa lalu ku bersama orang lain " tanya Rafa


" Tidak masalah sayang, kita semua punya masa lalu, aku bisa mengerti dengan semua ini " ucap Jesi sambil tersenyum


" Terima kasih sayang " ucap Rafa


" Sama-sama sayang " ucap Jesi


" Aku ingin menyelesaikan masa lalu ku, setelah itu selesai aku janji padamu akan pergi untuk melakukan pengobatan " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi


" Aku tidak mau menyembunyikan apapun padamu, aku akan menyelesaikan kesalahanpahaman pada semuanya, aku juga sudah menghubungi Rifa untuk segera pulang, mungkin dia besok akan sampai kesini " ucap Rifa


" Ia sayang, aku percaya padamu " ucap Jesi


" Aku hanya takut jika Umurku tidak panjang lagi, dan semua kesalahanpahaman itu akan membuat orang lain menderita karena aku " ucap Rafa


" Kamu tenang saja aku akan selalu percaya padamu " ucap Jesi


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...


Jangan bosen-bosen ya .....


Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz