One Night With Playboy

One Night With Playboy
Episode 104



Acara pun kini sudah selesai, semua anggota keluarga yang lainnya sudah memilih meninggalkan ruang makan dan pergi ke kamarnya masing-masing.


Termasuk Jesi dan Rafa yang sudah berada di kamarnya, Rafa melihat wajah Jesi tampak sedih, ia tahu kesedihan istrinya itu bukan karena kepergian mereka besok tapi karena ia mendengar jika Mesi sedang mengandung.


Rafa Tau, jika Jesi senang dengan anak-anak namun ia harus kehilangan anaknya didalam kandungannya beberapa bulan lalu.


" Sayang " ucap Rafa sambil memeluk sang istri dari belakang yang sedang membersihkan riasan di wajahnya


" Apa sayang " ucap Jesi menghentikan kegiatannya


" Kamu kenapa sedih " tanya Rafa


" Tidak apa-apa " ucap Jesi sambil tersenyum dipaksakan


" Ayo katakan, aku tahu jika kamu sekarang sednag menyembunyikan sesuatu padaku " ucap Rafa


" Aku hanya sedang sedih saja " ucap Jesi


" Sedih kenapa sayang, apa ada sesuatu yang menggangu mu, atau kamu sedang punya masalah " tanya Rafa


" Aku sedih... " ucapnya terhenti


" Aku tahu kamu sedih karena Mesi sednag mengandung kan?? " tanya Rafa


" Dari mana kamu tahu " ucap Jesi bingung


" Sayang, anak itu seperti rezeki,, mungkin kita belum di percaya saja oleh Tuhan tapi aku yakin setelah aku sembuh kita pasti akan punya bayi, kamu akan cepat-cepat jadi ibu dan aku jadi ayah " ucap Rafa sambil tersenyum menghibur istrinya itu


" Kamu benar sayang, aku sudah tidak sabar hari itu datang " ucap Jesi


" Kamu yang sabar ya sayang, Tuhan akan selalu bersama dengan orang-orang yang sabar " ucap Rafa


" Ia sayang " ucap Jesi sambil tersenyum


Setelah mendengarkan perkataan suaminya itu Jesi langsung tersenyum kembali, baginya kata-kata suaminya itu sangat ampuh membuat Susana hatinya kembali baik.


Rafa paling bisa menghibur Jesi ketika ia sedang sedih sementara Jesi selalu menenangkan Rafa ketika Suaminya itu sedang gundah. Suami istri yang saling melengkapi satu sama lainnya.


" Sayang, aku ambil kan dulu kamu air minum.. karena sekarang waktunya minum obat " ucapnya Jesi


" Ia sayang " ucap Rafa sambil tersenyum


Jesi langsung keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambilkan air minum. namun ketika disana ia melihat sosok Rifa ada disana.


Jesi pun langsung mengambil gelas lalu menuangkan air putih kedalam gelasnya, ia sebenarnya malas bertemu dengan Rifa namun karena mereka masih tinggal dalam rumah keluarga pasti mereka akan saling bertemu.


" Jesi,, kamu belum tidur " ucap Rifa sambil tersenyum


" Ini juga mau tidur " ucap Jesi tampak cuek


" Tunggu " ucap Rifa memegang tangan Jesi


" Ada apa lagi " ucap Jesi langsung melepaskan tangan Rifa


" Aku mau bicara sesuatu padamu " ucap Rifa


" Katakan " ucap Jesi masih dengan wajah cueknya.


Meskipun ia sudah melupakan Rifa dan juga sudah berdamai dengan masa lalunya tapi tidak dapat di pungkiri ketika ia melihat wajah Rifa kenangan buruk itu selaku terbayang dalam pikirannya. Seolah Kenangan itu mengingatkan semua perlakuan buruk Rifa dimasa lalu.


" Aku hanya ingin kamu bisa menjaga Rafa dengan baik " ucap Rifa sambil tersenyum


" Kalau masalah itu, kamu tidak usah khawatir " ucap Jesi


" Aku juga mau minta maf padamu " ucap Rifa


" Aku sudah memaafkanmu di masa lalu,, berbahagialah dengan Sofia, dia gadis yang baik jangan sakiti dia " ucap Jesi


" Kamu jangan khawatir masalah itu.. mulai sekarang aku akan mencoba mencintai Sofia dan melupakan mu " ucap Rifa


" Bagus, itu keputusan yang sangat bagus " ucap Jesi


" Bisakah kita hapus semua dendam dan sakit hati di antara Kita.. biar bagaimanapun kamu kakak iparku " ucapnya Rifa


" Terima kasih Jesi, aku janji aku akan menjadi adik iparmu yang baik " ucap Rifa


" Buktikan,, aku tidak butuh janjimu " ucap Jesi


" Baik, aku akan membuktikannya " ucap Rifa sambil tersenyum


" Kalau tidak ada apa-apa lagi, aku pamit... Rafa sedang menungguku di kamar " ucap Jesi


" Baiklah, kalau ada apa-apa selama di Singapura kamu hubungi aku saja.. " ucap Rifa


" Ok " ucap Jesi meninggalkan Rifa disana.


Sementara Rifa tampak senang meskipun sikap Jesi masih cuek dan sinis padanya, ia sangat mengerti karena kesalahan ia di masa lalu pasti akan sangat membekas di dalam hidupnya.


Rifa juga tampak Lega sudah merelakan Jesi untuk sang kakak, ia yakin jika Rafa memang lebih cocok dengan Jesi di bandingkan dia. dia akan berusaha mencintai Sofia mulai sekarang.


" Aku selalu berdoa pada Tuhan untuk kebahagiaan mu bersama dengan Ka Rafa,, karena melihat mu bahagia membuat hatiku juga bahagia " batin Rifa sambil tersenyum


Rifa langsung menuju kamarnya sama halnya dengan Jesi, namun Jesi kini sudah berada didalam kamarnya sambil membawa air putih untuk suaminya minum obat.


" Sayang ini airnya.. dan ini obatnya " ucap Jesi sambil tersenyum


" Terima kasih sayang " ucap Rafa sambil tersenyum senang melihat sang istrinya


Rafa langsung meminum obatnya itu, setelah selesai barulah ia membaringkan tubuhnya di ranjangnya ya g diikuti oleh istrinya yang berbaring di samping tubuh suaminya.


" Sayang aku bahagia sekali hari ini " ucap Rafa


" Bahagia kenapa sayang " tanya Jesi


" Bahagia karena acara makan malam tadi sangat lengkap dan juga membuatku senang " ucap Rafa


" Mereka memberikan dukungan penuh padamu sayang,, kamu jangan kecewakan mereka " ucap Jesi sambil tersenyum


" Ia sayang.. aku tidak akan menyerah dengan penyakit ku " ucap Rifa


" Aku senang mendengarnya sayang " ucap Jesi


" Aku juga senang jika kamu senang " ucap Rafa


" Kamu godain aku sayang " ucap Jesi tersenyum senang


" Tidak sayang " ucap Rafa sambil tertawa


" Ayo kita Tidur, besok kita harus ke bandara pagi-pagi " ucap Jesi


" Ia sayang " ucap Rafa


Mereka pun menutup matanya dan terlelap dalam tidurnya yang saling berpelukan, membuat keduanya nyaman.


.


.


.


.


Bersambung...


Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.


Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......


Biar saya lebih semangat nulisnya..


Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......


So... Ikuti terus kisahnya...