
Rifa sudah berada di rumah sakit, ia lupa bertanya pada Geri kamar yang di tempati oleh Sofia, akhirnya ia bertanya pada salah satu Suster disana dan Langsung menuju kamar Sofia.
Ia melihat Sofia terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan infusan yang ada di tangannya membuat Rifa merasa sangat bersalah.
Ia ingat bagaimana dulu ia berbicara kasar pada Sofia, padahal jika di ingat yang harusnya bersalah adalah Rifa bukan Sofia.
" Sofia " ucap Rifa menghampirinya
Ia tak tega jika harus membangunkan Sofia yang tengah terlelap tidur, akhirnya ia menunggu di kursi yang ada disamping ranjang Sofia.
" Kenapa kamu bisa seperti ini Sofia,, maafkan aku.. ternyata selama ini aku yang salah " batin Rafa
Tak lama kemudian Sofia bangun dari tidurnya karena ia merasakan haus di tenggorokannya lalu ia menyuruh Rifa yang ia anggap Geri untuk memberikannya minum.
" Geri, tolong berikan aku minum " ucap Sofia yang enggan membuka matanya
Rifa Langsung melakukan apa yang di minta oleh Sofia tanpa banyak tanya, ia membantu Sofia untuk minum.
Betapa terkejutnya Sofia ketika yang ia lihat di hadapannya bukan Geri melainkan Rifa, seperti mimpi namun ini nyata.
Uhuk.. Uhuk...
" Pelan-pelan minumnya tidak akan ada yang merebut Minuman mu " ucap Rifa
" Kamu kenapa ada disini " ucap Sofia dengan wajah kaget
" Kenapa kamu kaget seperti itu,, heran lihat lelaki tampan " ucap Rifa membuat Sofia bingung
" Astaga " ucap Sofia dengan wajah kesalnya
" Apakah kamu lapar " ucap Rifa pada Sofia
" Kenapa dia jadi perhatian seperti ini " batin Sofia bingung
" Aku bisa sendiri " ucap Sofia
" Biarkan aku yang menyuapi mu, anggap saja ini sebagai tanda maf padaku " ucap Rifa
" Maaf kenapa " ucap Sofia
" Maafkan untuk hal yang kemarin " ucap Rifa
" Baiklah, tidak usah di bahas.. " ucap Sofia
" Sekali lagi aku minta maf " ucap Rifa
Rifa mengambil kotak makan yang ada di atas meja, lalu mulai menyuapi Sofia pelan-pelan, Sofia yang di perlakukan seperti itu merasa sangat senang dan bahagia.
" Coba kamu bisa perhatian padaku seperti ini dari dulu, tapi tidak apa-apa aku tetap menyukaimu " batin Sofia.
" Aku adalah orang bodoh yang tak pernah melihat berlian di depan mata dan mengejar emas yang jauh di hadapan ku .. maafkan aku Sofia.. aku benar-benar menyesal " ucap Rifa dalam hatinya
Tanpa sadar kini Sofia sudah menghabiskan makanan yang Rifa berikan, Tak lupa juga Rifa memberikan Sofia obat sesuai dengan apa yang suster katakan padanya tadi.
" Ini obatnya, kamu harus cepat sehat " ucap Rifa
" Memangnya kenapa " tanya Sofia
" Ada sesuatu yang harus kita selesaikan, maksudku kamu harus membantu ku menyelesaikan urusan ku " ucap Rifa
" Tapi kenapa harus bersama dengan ku " ucap Sofia bingung
" Karena Gea juga saudara mu,, lebih banyak orang lebih bagus kita akan segera memecahkan kematian Gea " ucap Rifa
" Tapi bagaimana dengan Geri " ucap Sofia
" Dia pasti tidak akan keberatan lagian sekarang saja Geri sedang bersama dengan Leya " ucap Rifa
" Ya aku melihat Leya orangnya cantik dan baik, aku tahu jika Geri sangat mencintai Leya aku bisa lihat ketika ia di putuskan Leya dia sangat terpukul " ucap Sofia
" Kamu yakin Geri memang menyukai Leya bukan karena ia ingin balas dendam pada keluarga kami " ucap Rifa sambil melihat ke wajah Sofia
" Aku serius,, dia sampai tidak makan seharian karena memikirkan Leya " ucap Sofia dengan ucapan yang jujur
" Ternyata aku salah menilai Geri, dia tidak seburuk yang aku pikirkan " ucap Rifa
" Baiklah aku mengerti " ucap Rifa sambil tersenyum
" Kalau kamu sibuk, kamu boleh pulang sekarang aku tidak apa-apa ko " ucap Sofia
" Aku ingin disini dulu menjagamu sebelum Geri pulang aku tidak mau pulang " ucap Rifa
" Baiklah terserah kamu saja " ucap Sofia
" Astaga, Rifa mau menjagaku,, apa ini pertanda jika Rifa mulai peduli dan suka padaku " batin Sofia
" Kenapa Kau khawatir dia akan sendirian disini ya,, kenapa dengan hatiku malah memperhatikan wajah sofia " batin Rifa
Tak lama kemudian dokter datang keruangan Sofia dengan beberapa suster, mereka ingin mengecek keadaan Sofia. Sementara Rifa menunggu di luar dan memberikan Sofia Makanan bersama dengan dirinya yang sudah merasakan perutnya lapar.
Sementara Para suster dan Dokter sedang memeriksa keadaan Sofia yang ternyata sudah membaik dan ia bisa pulang hari ini.
" Nona Sofia keadaan anda sudah baik-baik saja, Nada sudah saya ijinkan untuk pulang dari rumah sakit " ucap sang dokter
" Dok, bolehkah saya keluar dari rumah sakitnya besok " ucap Sofia
" Kenapa memangnya Nona, apa gara-gara pacar anda yang ganteng itu " goda para suster
" Bagaimana dok " ucap Sofia
" Baiklah tapi pagi-pagi anda harus meninggalkan rumah sakit " ucap Sang dokter
" Baik Dok terima kasih " ucap Sofia dengan wajah bahagianya
" Yes, aku hanya ingin melihat Rifa menjagaku.. untuk kali ini tidak apa-apa kan " batin Sofia
" Kalau begitu kami pamit " ucap Sang dokter
" Baik dok, terima kasih " ucap Sofia sambil tersenyum
Tak lama kemudian Rifa kembali lagi ke kamar Sofia, ia melihat tidak ada dokter dan suster yang tadi memeriksa keadaan Sofia.
" Kemana pada Suter dan dokter " tanya Rifa
" Sudah kembali " ucap Sofia
" Bagaimana keadaan mu " tanya Rifa
" Sudah lebih baik dari kemarin " ucap Sofia
" Aku bawakan kue untuk mu " ucap Rifa memberikan kue itu pada Sofia
" Lalu itu apa " tanya Sofia
" Ini nasi kotak untukku, aku mulai lapar " ucap Rifa
" Tidak usah menyuapi aku, kamu makan saja makananmu sendiri " ucap Sofia sambil tersenyum
" Baiklah " ucap Rifa mulai memakan makanannya
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...