
Kini mereka sudah selesai memakan sarapannya, Sofia mengajak Jesi untuk pergi berbelanja di toko sekitar yang sekat dengan pantai.
Rafa ingin mengantar mereka berbelanja di tolak oleh Jesi karena ia juga ingin bicara penting pada Sofia sesama perempuan.
Akhirnya Rafa pun mengijinkan Jesi dan Sofia pergi, sementara ia kembali lagi kedalam hotel untuk melakukan pekerjaannya sambil menunggu sang istri pulang.
" Disekitar sini ada pertokoan yang barangnya bagus-bagus loh ka " ucap Sofia membuka pembicaraan
" Kamu sering kesini " tanya Jesi
" Bisa dibilang seperti itu " ucap Sofia sambil tersenyum
" Kamu suka baju atau tas " tanya Jesi
" Aku suka keduanya ka " ucap Sofia
" Jangan panggil kakak, panggil Jesi saja " ucap Jesi
" Baiklah Jesi " ucap Sofia
Mereka masuk sebuah toko aksesoris, dan memilih beberapa barang disana. Tampak Sofia dengan wajah cerianya, kali ini Jesi senang karena Rifa beruntung punya kekasih seperti Sofia.
" Kamu kenal Rifa berapa lama " tanya Jesi sambil berkeliling toko tersebut
" Tidak terlalu lama " ucap Sofia
" Apa yang kamu suka dari Rifa " tanya Jesi
" Gawat, aku ga boleh keceplosan,, biar bagaimanapun aku masih ada janji sama Rifa " batin Sofia
" Dia orangnya baik, walaupun kadang menjengkelkan.. dia istimewa dan langka " ucap Sofia
" Ternyata mereka memang saling mencintai " batin Jesi
Kini mereka sudah selesai berbelanja, Jesi pun mengajak Sofia untuk makan di sebuah Cafe yang tidak jauh dari sana. Mereka memesan makanan yang terkenal di Cafe tersebut.
Sebelum pesanan datang mereka tampak berbincang-bincang terlebih dahulu.
" Jesi kamu sudah lama menikah dengan ka Rafa " tanya Sofia
" Kami menikah baru beberapa bulan " ucap Jesi
" wah ternyata masih pengantin baru " ucap Sofia menggoda Jesi
" Apa Rafa sebelumnya sudah bercerita padamu tentang kisahku dan dia " tanya Jesi
" Lebih baik aku pura-pura tidak tahu, aku juga penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi " batin Sofia
" Tidak, memangnya kenapa " tanya Sofia
" Aku akan menceritakan semuanya tapi aku harap kamu bisa menyimpan rahasia kita " ucap Jesi
" Ok, aku akan jaga rahasia kita " ucapnya Sofia bersemangat
" Sebenarnya dulu Rifa memperkosaku sampai hamil, Dia tidak mau bertanggung jawab tapi setelah aku memutuskan untuk menikah dengan Rafa dia berubah pikiran namun aku membencinya dari awal " ucap Jesi sambil menangis mengingat semua kisahnya dulu
" Sudah jangan menangis, Aku tidak menyala Rafa bisa Setega itu " ucap Sofia
" Benar-benar Gila si Rifa,, pantas saja Gea sampai bunuh diri " batin Sofia
" Kamu bantu aku kan " tanya Jesi
" Bantu apa?? " ucap Sofia bingung
" Bantu aku untuk menjauhkan aku dari Rifa, aku sudah memaafkannya namun rasa sakit hatiku tidak bisa dihapuskan begitu saja " ucap Jesi dengan raut wajah sedihnya
" Aduh aku harus bagaimana ini,, tapi kasian juga Jesi dia disini adalah korban " batin Sofia
" Aku mohon Sofia, kita sama-sama wanita pasti tahu bagaimana rasanya " ucap Jesi
" Kamu benar,, aku akan membantumu sebisa mungkin " ucap Sofia
" Terima kasih Sofia, mulai sekarang kita adalah teman " ucap Jesi sambil tersenyum
" Baiklah " ucap Sofia tersenyum
Makanan datang, mereka mulai menyantap makanannya, sementara Jesi memesan beberapa makanan yang akan ia bungkus untuk sang suami.
" Jesi apa kamu mencintai Rafa " tanya Sofia
" Aku berusaha mencitainya " ucap Jesi
" Jangan menyia-nyiakan orang benar-benar tulus padamu " ucap Sofia
" Tentu saja " ucap Jesi
Kini mereka sudah selesai memakan makanannya yang tak tersisa di atas meja. Tiba-tiba datanglah Rifa menghampiri mereka dan duduk di sebelah Jesi.
" Kalian makan siang tidak ajak-ajak aku " ucap Rifa
" Maf tadi kami sudah lelah berbelanja lalu makan disini " ucap Jesi tampak cuek
" Sayang, kamu sudah makan belum " ucap Sofia tersenyum pada Rifa
" Oh, dia pura-pura mesra lagi didepan Jesi bagaimana kalau Jesi salah paham " batin Rifa
" Em, belum " ucap Rifa sambil melihat wajah Jesi
" Kebetulan kalau begitu, Aku pesankan makannya disini makanannya enak-enak loh " ucap Sofia
" Kamu benar Fia, enak sekali rasanya " ucap Jesi yang mendapat kode dari Sofia
" Kalian ternyata sangat akrab " ucap Rifa sambil tersenyum
Sofia mencoba memesankan makanan untuk Rifa sementara Jesi pamit pergi ke toilet sebenarnya Jesi bohong karena ia ingin membayar makananya yang sudah selesai di bungkus. setelah selesai membayar ia pergi tanpa pamit pada Sofia menuju hotel dimana sang suami disana.
Jesi Kini sudah sampai di hotel tempat ia menginap dengan sang Suami. Ketika ia membuka pintu kamar hotel ia melihat sang Sumi yang sedang memainkan Laptop sibuk dengan pekerjaannya.
Jesi masuk dan langsung menyiapkan kopi kesukaan suaminya itu.
" Sayang " ucap Jesi
" Sayang kamu sudah pulang, maaf tadi aku terllau fokus jadi tidak tahu kehadiran mu " ucap Rafa
" Tidak masalah sayang " ucap Jesi sambil tersenyum
" Aku bawa makanan untuk mu sayang " ucap Jesi membuka makanan itu.
" Wah sepertinya enak " ucap Rafa dengan wajah senangnya
" Memang enak sayang tadi aku sudah mencobanya dengan Sofia " ucap Jesi
" Sepertinya kamu sudah akrab saja sayang sama dia " ucap Rafa sambil tersenyum
" Dia orangnya baik, tidak ada alasan aku memusuhinya " ucap Jesi
" Aku senang mendengarnya sayang " ucap Rafa
" Mau aku suapin sayang " tanya Jesi
" dengan senang hati " ucap Rafa dengan wajah manjanya
Jesi tampak senang menyuapi sang suami yang dengan lahap memakan makanan yang ia suapi. ia berharap jika kehadiran Sofia bisa merubah Rifa agar tidak mengganggunya.