
Jesi, Rafa, Ina dan Satria sudah masuk kedalam pesawat mereka duduk di kursi yang sudah di sediakan, mereka menaiki pesawat pribadi yang dimiliki keluarga Wiratmaja.
Pramugari yang ada di sana melayani mereka dengan sangat baik, membuat Ina dan Satria senang karena melihat Rafa dan Jesi terlihat bahagia.
" Ini pesawatnya bagus sekali " ucap Jesi sambil tersenyum
" Kamu suka " ucap Rafa membalas senyumannya
" Ia aku suka " ucap Jesi
" Apa kamu mau minum atau makan " tanya Rafa
" Aku belum lapar " ucap Jesi
" Bagaimana kalau baca majalah " ucap Rafa
" Tidak aku hanya ingin diam saja " ucap Jesi
" Kamu jangan tegang ya, kita pasti akan selamat dari pesawat ini " ucap Rafa
" Dari mana dia tahu jika aku tegang " batin Jesi
" Aku perhatikan Jesi tegang sekali sampai-sampai wajahnya menjadi pucat " batin Rafa
" Aku hanya sedikit gugup saja " ucap Jesi sambil tersenyum
" Kamu peluk saja aku dan rasa gugup mu akan hilang " ucap Rafa
" Baiklah " ucap Jesi sambil tersenyum dan memeluk suaminya itu
Ina yang melihat kemesraan mereka pun tersenyum senang, Jesi benar-benar wanita yang cocok untuk Rafa. Mereka saling melengkapi dan saling menguatkan.
Beda halnya dengan Satria yang bingung melihat istrinya tersenyum sendiri. Ia benar-benar aneh di buatnya.
" Sayang ada apa " tanya Satria
" Maksudnya " tanya Ina balik
" Maksud ku kenapa kamu senyum-senyum sendiri,, kamu baik-baik saja " ucap Satria
" Maksud mu apa,, aku benar-benar baik " ucapnya Ina dengan wajah kesalnya
" Bukan begitu sayang, aku hanya merasa aneh saja kamu senyum-senyum sendiri membuatku takut saja " ucap Satria
" Aku senyum-senyum melihat tingkah anak kita tuh Rafa.. dia terlihat sangat mencintai Jesi " ucap Ina
" Asataga aku kira kamu kenapa sayang " ucap Satria sambil tersenyum
Satria melihat kearah Rafa dan Jesi yang sedang tertidur pulas. Ia senang karena Putra sulungnya itu tidak patah semangat untuk kesembuhannya. Ia berharap semoga mereka bahagia terus selamanya.
Ina dan Satria pun tertidur bersama sambil menunggu mereka sampai di tempat yang mereka tuju.
Setelah menunggu beberapa jam barulah mereka tiba, namun mereka tidak menyadarinya karena mereka masih tertidur pulas. Hingga pramugari membangun mereka karena pesawat sudah mendarat dengan selamat.
" Tuan.. Nyoya.. bangun " ucap Sang pramugari
" Ada apa " ucap Ina membuka matanya
" Maaf Nyoya kita sudah sampai " ucapnya
" Ah, ia terimakasih " ucap Ina sambil tersenyum lalu melihat Suami, putra dan menantunya itu masih tertidur pulas
" Sayang bangun " ucap Ina membangunkan suaminya yang berada di sampingnya
" Ada apa sayang " ucap Satria membuka matanya
" Kita sudah sampai " ucap Ina berdiri dan mulai membangunkan putranya
" Ada apa Momih " ucapnya kaget
" Kita sudah sampai, cepat kamu bangunkan Jesi.. supir sudah menunggu di kita di parkiran " ucap Ina
" Baik Momih " ucap Rafa sambil tersenyum lalu membangunkan istrinya yang masih asik tidur
" Sayangku,, bangun... " ucap Rafa
" Aku masih ngantuk " ucap Jesi
" Nanti kamu bisa lanjutkan tidurnya di mobil, sekarang kamu bangun dulu karena kita sudah sampai " ucap Rafa
" Apa,, kita sudah sampai " ucap Jesi kaget dan langsung bangun
" Ia sayang, yu kita turun " aja Rafa
" Baiklah " ucap Jesi
Mereka mulai turun dari pesawat, sementara Ina dan Satria sudah turun dari tadi. Mereka menghampiri Ina dan Satria yang sedang menunggu mereka.
" Ayo kita ke parkiran " ucap Ina
" Baik Momih " ucap Rafa dan Jesi
Mereka naik kedalam mobil yang sudah di suruh Ina untuk menjemputnya di bandara. Supir itu adalah supir pribadi Ina yang sudah bekerja dengan Ina beberapa bulan yang lalu.
Mereka segera menuju Rumah sakit, semua persiapan juga sudah Ina lakukan pada anak buahnya untuk menyiapkan segala sesuatu yang akan di butuhkan putranya itu.
Sepanjang perjalanan Jesi melihat pemandangan yang tampak asing baginya namun begitu indah.
" Bagaimana sayang indah kan Singapura " ucap Rafa
" Ia indah, aku baru pertama kalinya kesini " ucap Jesi
" Nanti kalau aku sembuh akan ku bawa kamu jalan-jalan di negara ini " ucap Rafa
" Benarkah " ucap Jesi tampak senang dengan ucapan suaminya itu
" Nanti tunggu keadaan mu pulih dulu baru boleh jalan-jalan " ucap Ina pada Rafa
" Ia Momih " ucap Rafa
Setelah menunggu satu jam mereka kini sampai di rumah sakit yang Ina dan Satria bangun, mereka memang sengaja membangun rumah sakit ini karena disini alat-alat medisnya sudah canggih dan dokternya pun sangat ahli di bidangnya.
Ina dan Satria berharap jika rumah sakit yang ia bangun bisa membuat orang yang berobat ke sana cepat sembuh termasuk kini putranya yang membutuhkan pengobatan.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...