
Rifa segera keluar dari ruangan Rafa, dilihatnya Jesi sudah menghabiskan Rujak tersebut. Ada senyuman yang terukir di wajah Rifa ketika apa yang dia berikan bisa diterima oleh Jesi.
" Sudah habis saja rujaknya " ucap Rifa
" Habisnya ini enak " ucap Jesi
" Kamu bisa mendapatkannya tiap hati " ucap Rifa sambil tersenyum
" Apa maksudmu " tanya Jesi bingung
" Aku pamit, bye " ucap Rifa langsung pergi dari sana
" Maksudnya Rifa apa, atau jangan-jangan rujak itu dari dia " batin Jesi
" Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku " batin Rifa
.
...****************...
.
Flash Back,,
Rifa sedang mengerjakan laporan yang di minta oleh Rafa, tiba-tiba Susan datang dari bagian keuangan untuk menyerahkan data keuangan pada Rifa
Tok... Tok... Tok...
" Masuk "
Ceklek,,
" Tuan Rifa maf saya ingin memberikan data yang anda minta " ucap Susan
" Taruh saja di meja " ucap Rifa
" Kenapa Susan perutnya besar " batin Rifa
" Kalau begitu saya permisi " ucap Susan hendak melangkah pergi
" Tunggu " ucap Rifa
" Ada apa Tuan " ucap Susan heran
" Susan, kenapa perutmu besar begitu " tanya Rifa
" Aku sedang hamil Tuan " ucap Susan
" Wah, selamat ya Susan " ucap Rifa sambil tersenyum
" Terima kasih Tuan, ini yang saya tunggu-tunggu selama ini bersama suami saya, setelah Dua tahun menikah " ucap Susan
" Berapa usia kandungan ku " tanya Rifa
" Baru Empat bulan Tuan " tanya Jesi pada dirinya Sendiri
" Apa nanti Jesi pun perutnya akan besar juga, kasian juga dia pasti berat membawa perut begitu " batin Rifa
" Apa tidak berat dengan perut begitu " ucap Rifa
" Sebagai calon ibu, saya sangat bahagia, apapun akan aku lakukan untuk bayi ku " ucapnya Susan
" Apa Jesi juga bahagia dengan bayi itu, bukannya harusnya ia berpikir jika bayi itu nantinya akan menjadi beban untuknya " batin Rifa
" Lalu apa kamu tau makanan kesukaan ibu hamil " tanya Rifa
" Biasanya kami para ibu hamil kebanyakan suka yang pedas-pedas Tuan, tapi tergantung selera, tapi kalau usia kandungan belum genap empat bulan bisanya mereka suka yang pedas-pedas, dan kalau siang-siang begini sih rujak paling enak karena asam pedas manis gitu Tuan " ucap Susan
" Ide yang bagus, aku akan membelikan Jesi rujak biar dia senang dan bahagia " batin Rifa
" Sepertinya enak, apa kamu mau Rujak hari ini " tanya Rifa
" Em.. memangnya kenapa Tuan... apa Tuan mau membelikan Rujak untukku " tanya Susan senang
" Aku akan membelikan Rujak untukmu asalkan kamu membawakan rujak untuk ku satu, tapi kamu harus memberikan Rujak yang enak dan segar " ucap Rifa
" Tuan juga ternyata suka rujak, seperti ibu hamil juga " tanya Susan heran
" Hanya ingin mencobanya, aku belum pernah memakannya " Ucap Rifa
" Baik Tuan, Saya akan segera membelikannya untukmu " ucap Susan
" Sebelum makan siang berakhir, kamu harus berikan padaku rujaknya " ucap Rifa
" Baik Tuan " ucap Susan
" Apa ini cukup " ucap Rifa memberikan satu lembar yang seratus ribu
" Ini lebih dari cukup, malah ada Kembaliannya " ucap Susan
" Ambil Kembaliannya untukmu " Ucap Rifa sambil tersenyum senang
" Baik Tuan terima kasih " ucap Susan
Susan segera pergi sedangkan Rifa segera menyelesaikan pekerjaannya.
" Aku akan mengambil hati Jesi.. dan merebut dia dari tangan Rafa " batin Rifa
.
...****************...
.
" Susah selesai kerjanya " tanya Rafa
" Sudah " Ucap Jesi
" Yu kita pulang " ajak Rafa
" Ayo " ucap Jesi sambil tersenyum
Merekapun segera melangkah menuju parkiran mobil, namun tiba-tiba Rafa sudah menunggu mereka di lobi.
" Hai " ucap Rifa
" Mau apa kamu " tanya Rafa
" Aku mau nebeng sama Ka Rafa " ucap Rifa
" Ga mau " ucap Rafa
" Kamu tega sama aku " ucap Rifa dengan wajah memelas
" Kamu nak taksi saja " ucap Rafa
" Ga mau, ayolah ka " ucap Rifa
" Jesi... tolongin aku " ucap Rifa
" Ga mau " ucapnya Jesi
" Ayo sayang kita pergi " ucap Rafa
Seperti biasanya Rifa langsung medik kedalam kursi belakang mobil Rafa.
" Terserah kalian mau apa, aku mau duduk disini sampai mansion " ucap Rifa
" Sudah biarkan saja dia " ucap Jesi
" Baiklah sayang " ucap Rafa
Rafa segera mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Sementara Rifa terlihat mencuri-curi pandang pada Jesi.
" Sayang, kata Umi hari ini kita harus cepat pulang, karena hari ini Lio akan melamar Mesi di Rumahnya " ucap Jesi
" Harusnya itu aku yang melamar Mesi bukan Lio " ucap Rifa
" Cukup.. relakan saja Mesi untuk Lio " ucap Rafa
" Ya.. ya mau gimana lagi " ucap Rifa sambil mencuri-curi pandang melihat wajah Jesi
" Kamu jangan mau aku colok matamu " ucap Rafa
" Apa maksudmu " ucap Rifa kaget
" Sayang kamu kenapa " ucap Jesi
" Sayang, Rifa tadi curi-curi pandang padamu.. " ucap Rafa
" Ish kenapa Rafa bisa tau sih " batin Rifa
" Apa dia sudah gila, awas saja kalau berani godain Jesi... " batin Rafa
" Masa ia Rifa begitu, kamu kan tau kemarin Rifa bilang aku bukan tipe wanitanya " ucap Jesi
" Tapi sayang " ucap Rafa
" Biarkan saja... jangan di ladenin " ucap Jesi
" Baiklah.. " ucap Rafa mengalah
" Ternyata susah juga dapetin hati Jesi.. tapi aku tidak akan menyerah " batin Rifa
" Aku harus awasi gerak-gerik Rifa " batin Rafa
.
.
.
Bersambung...
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz