
Rafa buru-buru ke kamar mandi, rasanya dari tadi ia ingin muntah, namun ketika ia muntah ternyata ia hanya muntah darah. Ia kaget namun tidak panik.
" Sebenarnya aku kenapa, akhir-akhir ini aku merasa sering merasa lemas dan pusing " ucap Rafa heran
" Semoga penyakit ku tidak parah " ucap Rafa
" Jika Umurku tidak panjang lagi, apa yang harus aku katakan pada Jesi.. aku takut dia sedih " batin Rafa
Rafa langsung mencuci mukanya, ia mengganti baju dengan baju tidurnya lalu tidur di samping Jesi sambil memeluk Jesi.
" Tuhan jika Umurku tidak panjang lagi aku ikhlas, hanya satu pintaku.. buatlah Jesi bahagia,, sampai kapanpun dia satu-satunya wanita yang aku sayang " batin Rafa sambil melihat wajah cantik Jesi.
Mereka pun tertidur dengan saling berpelukan, Jesi sudah mulai nyaman jika di peluk oleh Rafa.
.
...****************...
.
Sementara di tempat lain Sofia tampak tidak seceria lagi seperti tadi. Sofia dengan wajah sedihnya langsung keluar dari kamar mandi.
Rifa yang melihat itu langsung menghampiri Sofia dengan sedikit senyuman karena ia juga sebenarnya sednag sedih.
" Kamu dari mana saja sih, aku mencari mu dari tadi " tanya Rifa
" Harusnya aku yang bertanya, kenapa kamu menemui Jesi dan berkata begitu,, apa tidak ada aku di hatiku,, atau memang kamu hanya menganggap ku hanya pacar kontrak saja " batin Sofia
" Kenapa Sofia wajahnya sedih " Batin Rifa bingung
" Aku dari toilet " ucap Sofia
" Oh ia terima kasih ya untuk hari ini, aku tidak menyangka jika hari ulang tahun mu memang hati ini,, aku memang cocok jadi seorang peramal " ucap Rifa sambil tersenyum
" Apa, jadi kamu hanya asl menebak saja " ucap Sofia kaget dengan ucapan Rifa barusan
" Ia, aku tidak bisa bayangkan jika hari ini bukan hari ulang tahunmu,, bisa-bisa Ka Rafa curiga " ucap Rifa
" Kamu keterlaluan " ucap Sofia dengan wajah marahnya
" Jadi Rafa memang tidak benar-benar ingat hari ulang tahunku dia hanya menjadikan acara ulang tahunku sebagai alasan agar ia bisa berbicara dengan leluasa dengan Jesi " ucap sofia dalam hatinya kesal
" Loh, apa salahku " tanya Rifa heran
Sofia langsung menangis dan meninggalkan acara ulang tahun itu, ia pergi kembali ke kamar hotelnya, sedangkan Rifa tampak bingung dan mencoba untuk mengejar Sofia.
" Sofia tunggu " ucap Rifa
" Ia Kamu jahat Rifa,, aku benar-benar salah menilai mu.. kamu keterlaluan,, jahat jahat jahat " batin Sofia berlari
" Sofia tunggu " ucap Rifa yang terus mengajar Sofia namun tak terkejar
Hingga kini Sofia sudah berada di kamar hotelnya, ia menangis disana, sedangkan Rifa mengetuk-ngetuk pintu kamar hotel dimana Sofia menginap
Tok... Tok.. Tok...
" Sofia kamu kenapa " tanya Rifa
" Kamu jahat " ucap Sofia
Tok... Tok.. Tok...
" Sofia buka dulu pintunya, aku minta maf jika masalah acara ulang tahun mu " ucap Rifa
" Pergi sana " ucap Sofia
Tok... Tok.. Tok...
" Sofia dengarkan dulu penjelasan ku " ucap Rifa
" Pergi sana " ucap Sofia dengan nada marahnya
Tok... Tok.. Tok...
" Dengarkan dulu penjelasan ku satu kali saja, aku janji tidak akan menggangu mu lagi " ucap Rifa
Sofia yang mulai luluh karena ucapan Rifa akhirnya membuka pintunya, namun sebelum itu ia menghapus air matanya.
" Masuk " ucap Sofia menyuruh Rifa menjelaskan di dalam karena ini sudah waktu tengah malam malu juga jika terdengar ribut-ribut diluar.
" Akhirnya kamu membuka pintunya, di luar dingin tahu " ucap Rifa
Rifa langsung duduk di sofa yang ada disana, sedangkan Sofia dengan wajah sinisnya menatap dalam wajah Rifa.
" Aku minta maaf soal yang tadi, tapi sumpah aku tidak berniat apa-apa, kalau pun hari ini bukan hari ulang tahunmu ya anggap saja ini pesta yang aku berikan untukmu " ucap Rifa
" Sudahlah aku mengerti, karena memang posisiku hanya pacar kontrakmu saja " ucap Sofia
" Sofia maafkan aku " ucap Rifa
" Boleh kah aku bertanya padamu " tanya Sofia
" Katakan " ucap Rifa
" Kenapa kamu masih mencintai Jesi " tanya Sofia
" Dari mana kamu tahu " ucap Rifa bingung
" Ternyata benar, Rifa memang selamanya akan mencintai Jesi,, sudah tidak ada kah ruang di hatimu " batin Sofia
" Aku melihat mu tadi bertemu dengan Jesi " ucap Sofia
" kamu sudah melihatnya,, kisah cintaku memang sangat tragis,, aku sekarang tahu apa artinya cinta yang selama ini hanya aku permainkan " ucap Rifa
" Kenapa Harus Jesi " ucap Sofia sambil meneteskan air matanya
" Aku juga tidak tahu, belum pernah aku mencintai wanita seperti aku mencintai dia " ucap Rifa
" Apa Jesi juga mencintaimu " tanya Sofia
" Meskipun dia tidak mencintai ku, tapi aku akan tetap mencintainya " ucap Rifa
" Tapi bagaimana dengan Raga " tanya Sofia
" Aku juga ingin bahagia " ucap Rifa
" Kamu egois, apa kamu pernah berpikir jika kamu di posisi Rafa, kamu benar tidak punya hati " bentak Sofia
" Aku memang pecundang,, aku bahkan benci sama diriku sendiri, apalagi ketika Jesi bilang kalau dia sangat membenciku " ucap Rifa sambil meneteskan air matanya
" Kamu harusnya merelakan Jesi untuk kakakmu, biarkan mereka bahagia " ucapnya sofia sambil menangis
" Kamu tidak akan pernah mengerti mencintai seseorang sepenuh hatimu, bahkan tidak rela jika dia bahagia dengan orang lain " bentak Rifa
" Kamu gila, kamu bahagia diatas penderitaan orang lain,, aku tidak akan pernah membiarkan Jesus dan Rafa berpisah gara-gara kamu " ucap Sofia
" Coba saja kamu lakukan itu, aku juga akan lakukan segala cara agar Jesi kembali padaku lagi " ucapnya marah dan meninggalkan Sofia di kamar hotel.
Sofia tampak sedih dengan ucapan Rifa, ia menangis semalam merasakan hatinya juga sakit karena ia sudah mencintai Rifa ternyata tanpa ia sadari.
.
.
.
.
Bersambung...
Mampir yu ke novel baru aku, ini berkisah tentang kisah cinta Leya dan Geri aku tulis di novel terbaruku... berjudul " Dendam Jadi cinta " ikuti terus kisahnya.
Jangan Lupa dipencet tombol Like....Komen..... dan Vote ......
Biar saya lebih semangat nulisnya..
Saya ucapkan banyak-banyak Terima kasih pada kalian semua yang sudah mampir ke Novel Ku dan memberikan Like....Komen..... dan Vote ......
So... Ikuti terus kisahnya...
Jangan bosen-bosen ya .....
Semoga Allah SWT membalas kebaikan kalian semua.... jangan lupa jaga kesehatan ya guyz