My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Dobrakan pintu



Deon menghentikan Gedorannya pada pintu. percuma dia membuang tenaganya hanya untuk terus memanggil sahabatnya yang entah sedang apa di seberang sana. lebih baik tenaganya ia gunakan untuk melindungi dirinya dan sang istri. apa lagi Wajah di balik kabut itu sudah terlihat jelas, bahkan kuku-kukunya yang tajam terus bergerak seperti sudah siap untuk mencabik dan merobek . Deon ngeri melihatnya , tapi ini bukan saatnya untuk takut bukan.


Deon mengumpulkan kembali tenaganya, saat wajah tanpa tubuh itu semakin mendekat , lebih tepatnya mendekat ke arah Rania. tangannya langsung saja merah tubuh istrinya dan menyembunyikannya di balik punggungnya. jadi sekarang tubuh Rania di antara Deon dan sebuah pintu yang masih tertutup itu.


Rania memegang kaos Deon dengan erat. jujur dia juga takut, makhluk itu sepertinya sangat berbahaya.


tiba-tiba, Rania merasakan tangannya yang mulai naik sedikit demi sedikit. Rania bisa melihat kaki Deon yang tidak menapak ke lantai. kaki nya bergerak ke sana kemari mencoba untuk melawan.


Tangannya juga tak tinggal diam, kayu yang sempat ia bawa tadi, di pukulnya kayu itu dengan gerakan yang tak tentu arah. Baginya Sosok Kabut ini sangat lah dekat, tapi saat dirinya mulai mencoba untuk melawan entah itu dengan tangannya atau dengan Kayu hasilnya sama. serangannya sama sekali tak menyentuh apapun, hanya kepulan asap yang semakin menutupi pandangannya. merasa perlawanannya sama sekali tidak membuahkan hasil, tangan kirinya ke belakang tubuhnya. menggerakan beberapa jarinya ke kanan. itu adalah kode untuk Rania agar berpindah posisi ke kanan dan mencari tempat yang aman.


Rania paham tentang kode itu, ia bergegas berlari ke kanan dan bersembunyi di balik sofa yang dalam keadaan sudah terbalik.


Deon membuka mulutnya sedikit demi sedikit , saat cekikan di lehernya semakin menguat, matanya juga melebar merasakan sakit di lehernya, kakinya yang tidak menapak terus berusaha untuk menendang sedari tadi , kini mulai terdiam hanya tangannya saja yang mencoba untuk terlepas dari cekikan itu.


Tapi tetaplah tenaganya seakan tidak berpengaruh apapun, bahkan tenaganya saat ini sudah mulai terkuras habis.


Rania melihat nya dari balik sofa, bagaimana sekarang? jika di biarkan Deon bisa Mati. tapi jika dia berbuat nekad, bagaimana dengan anak-anaknya..justru yang di incar adalah anaknya.


Disaat Rania tengah bimbang untuk mengambil keputusan, wajah Deon juga sangat Merah dan mulai memucat.


Tidak, Deon tidak boleh mati. Kalau itu sampai terjadi, selain dirinya yang akan menjadi janda, ia juga akan merasa bersalah seumur hidup nanti.


Rania mulai mengambil ancang-ancang untuk melawan makhluk berasap itu dari arah belakang. berharap serangannya tidak di ketahui.


Rania mulai mengendap- ngendap , kemudian..


BRAAK


Pintu terbuka lebih dulu, Terlihat Nendra yang berdiri dengan memegang sesuatu disana. Di sebelahnya ada Syalfa ,Mario dan juga Karina.


Karina melayang dengan gerakannya yang cepat, ia segera menyerang makhluk yang terlihat akan menghisap jiwa Deon.


Tubuh Deon terjatuh dan tergeletak di lantai, Nendra ,Syalfa dan Rania . ketiganya segera berlari mendekati Deon yang sudah menutup kedua matanya.


Rania menangis "Maaf , maafkan aku" sesalnya dengan menggenggam tangan Deon yang tampak lemas dan pucat.


Nendra segera mengangkat tubuh Deon keluar dari sana di ikuti Syalfa dan Rania.


Mario hanya melihat kepergian ketiganya dengan membawa Deon . Lalu tatapannya beralih pada Sahabatnya yang masih bertarung dengan Sengit, Mario mengamati setiap gerakan dari makhluk Asap itu.


Berulang kali Karina mengalami cakaran di beberapa bagian, tapi hantu cantik itu terus berusaha melawan sekuat Tenaga.


Mario mulai melayang berputar mengelilingi keduanya, awalnya hanya pelan namun semakin lama semakin kencang. gerakan Gerakan Mario yang seperti itu menimbulkan Ada nya angin yang cukup Dasyat .


kumpulan angin yang diciptakan Mario berhasil melemahkan Kabut Asap yang kini tak mengumpul menjadi satu, kabut- kabut yang menyelimuti Sosok itu mulai memudar dan itu memudahkan Karina untuk membunuhnya.


Karina mengeluarkan senjata pemberian ki wicak dan langsung menusuknya tepat di Mulut nya yang terbuka.


AAAaaaaaa


Terdengar suara menggelegar di kamar yang sudah tak berbentuk itu.


Di sela-sela rongga mulut muncul Percikan Api yang mulai merambat membakar wajah tanpa tubuh.


Mario masih dengan posisinya terus berputar membuat percikan api itu semakin besar karena tertiup angin .


WuwUuz


Dengan sekejap sosok itu terbakar menjadi Asap hitam dan menghilang.