
Dengan langkah tegap nya sepasang kaki itu melangkah, seorang pria tampan dan penuh karisma memasuki sebuah gedung restoran yang terkenal .
Seorang pelayan Resto yang berdiri di samping pintu menyambutnya dengan sopan.
Tubuhnya menunduk memberi hormat kepada sang tuan.
"Silahkan tuan sebelah sini" ucapnya sopan seraya menunjuk arah kemana lelaki tampan itu harus melangkah.
Lelaki tampan itu tak menjawab hanya mengangguk mengiyakan, langkahnya mengikuti kemana sang pelayan Menunjukan Arah ruangan yang telah di pesannya.
CEKLEK
pintu terbuka lebar menampakan ruangan privat yang sering di sebuah ruangan VIP yang sering di pesan bagi kalangan orang- orang berduit.
Sang pelayan mempersilahkan masuk, lalu kembali menutup pintu . membiarkan lelaki tampan itu seorang diri.
Di atas meja sudah tertata berbagai macam alat makan dan beberapa botol Wine yang rendah alkohol, di tuangkannya wine ke dalam gelas dan menyesapnya sedikit demi sedikit. kaki nya melangkah ke arah jendela yang terbuka ,terlihat sebuah pemandangan gedung-gedung yang menjulang tinggi dengan lampu yang menyala terang membuat gedung itu terlihat indah dengan cahaya lampu yang menyala, langit gelap namun malam tak mengijinkan bintang menghiasi di atas sana. hanya ke hampa'an, sama seperti hati nya yang saat ini terasa hampa dan resah.
Entah keputusannya ini benar atau salah, sebenarnya ia sendiri takut akan mengecewakan kedua orang tuanya. tapi ia juga mencintai gadis ini, takdir saja mendukungnya.
Nendra menatap jauh ke arah luar sana, ia sendiri tidak menyangka akan segera menikahi gadis yang di cintai nya dalam diam . Bahkan dalam waktu secepat ini, jujur hatinya bahagia walau terselip rasa takut akan menyakiti orang lain.
Ya, Nendra malam ini memutuskan untuk bertemu dengan Manda tunangannya. Ia ingin memutuskan pertunangannya sebelum menikah besok. sebelum meninggalkan Rumah rania, ia segera mengirimkan pesan singkat untuk mengajak Manda Diner, tentu pesannya langsung di setujui oleh Manda. karena Nendra memang bukanlah cowok romantis yang mau mengajaknya diner. malam ini adalah malam pertama Nendra mengajak makan malam , tentu Manda merasa heran, tapi dia juga sangat seneng.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar, Nendra mengalihkan padangannya ke arah pintu dan mempersilahkan orang itu untuk masuk.
Ceklek
pintu terbuka seorang pelayan tadi kembali datang dengan Seorang wanita cantik dengan mengenakan Gaun di bawah lutut berwarna merah muda, hiasan wajah yang di poles make up tipis dengan rambut yang di sanggul ke atas menampilkan leher jenjangnya yang putih mulus.
"Silahkan nona"
pelayan itu mempersilahkan Manda untuk masuk dan kembali menutup pintu itu.
"Duduklah"
Nendra mempersilahkan Manda duduk di kursi yang sudah dia tarik.
Manda tersenyum dan duduk di kursi yang Nendra siapkan. Kemudian Nendra juga ikut duduk di kursinya yang bersebrangan dengan Manda.
Nendra mulai menuangkan minumannya ke gelas kosong yang berada tepat di hadapan Manda dan mempersilahkan Manda untuk meminumnya. Manda yang tahu kode itu segera menyesap minumannya setelah mengucapkan terimakasih.
Keduanya mulai menikmati hidangan yang tersaji di meja, tidak ada obrolan ringan di antara mereka, bahkan Nendra tidak melihat Manda yang malam ini terlihat cantik dan anggun. Manda pun sudah terbiasa dengan sikap Nendra yang cuek, dia tak ambil pusing sudah makan malam berdua seperti ini saja dia sudah cukup bahagia. walaupun Nendra cuek dan tidak romantis padanya, tapi pria itu cukup peduli dan baik padanya itu sudah cukup.
Setelah keduanya selesai dengan makanannya. Nendra mulai membuka pembicaraan.
"Maaf Manda, selama aku bersamamu aku tidak pernah menjadi sosok yang membuatmu bahagia dengan memberimu perhatian,waktu dan mungkin beberapa hadiah layaknya sepasang kekasih pada umumnya, kau tau sendiri bukan aku bukan lah orang yang seperti itu".
Manda tersenyum" Aku tahu, kita sudah kenal lama denganmu bahkan sedari kita kecil dulu, tentu aku mengenalmu dengan cukup baik. aku tidak mempermasalahkan sikapmu padaku, asal kau selalu setia itu sudah cukup bagiku".
"Walaupun tidak ada cinta?"
Manda terdiam , bahkan senyumannya kini menghilang. matanya menatap kedua mata Nendra dalam.
"Apa sampai saat ini kau masih belum bisa mencintaiku?" tanya nya lirih .
"Maaf, aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku" Sahut Nendra masih mengamati wajah gadis yang kini terlihat murung.
"Aku tidak masalah, aku akan sabar menunggumu. aku yakin suatu saat nanti kamu akan membalas perasaanku" jawab Manda dengan tersenyum di paksakan.
"Tidak lagi Manda, kamu wanita baik . kamu berhak mendapatkan lelaki yang baik dan mencintaimu dengan tulus. jangan mengharapkan apapun lagi padaku" Nendra menghentikan ucapannya sesaat sambil meyakinkan hatinya untuk lebih tegas mengambil keputusan." Kita akhiri hubungan kita malam ini".
Tes
Air mata Manda tiba-tiba luruh begitu saja, dadanya sesak.
"Kenapa tiba-tiba kamu seperti ini Ndra? apa aku telah membuat kesalahan? katakan jika itu benar, dimana letak kesalahannya, biar aku perbaiki" Manda berucap dengan nada suara yang bergetar.
Nendra menggeleng pelan" Kamu tidak ada salah apapun padaku, tapi ini sudah cukup Manda, kamu berhak bahagia. kita tidak bisa terus begini, yang ada aku akan terus menyakitimu walau dengan cara yang tak di sengaja. bukan hanya kamu, aku juga tidak bahagia. karena aku tidak pernah cinta padamu".
"Kenapa ndra!! aku tidak percaya hanya karena alasan itu kamu memutuskan hubungan kita! jika hanya alasan itu, kenapa tidak sedari dulu kamu menolak saat kedua orang tua kita menjodohkan kita berdua ndra. aku yakin pasti kamu sudah mencintai wanita lain! " Manda mengucapkan kata itu dengan nafas memburu dan air mata yang terus saja menetes.
"Manda, aku sudah pernah menolak perjodohan ini. tapi kakekku selalu memaksakan nya, bahkan. beliau sampai sakit karena aku bersi keras untuk terus menolaknya. kini kakek sudah tidak ada Manda, tidak ada alasan lagi untuk aku terus menerukan hubungan ini".
"Aku tidak mau..hiks..hiks aku, aku tetap tidak mau ndra, aku cinta sama kamu" Manda berjongkok sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. ia sudah tak peduli dengan riasan dan penampilannya saat ini, hatinya benar-benar hancur dan kecewa".
Nendra melangkah mendekat, dia sendiri tidak tega melihat Manda yang terlihat begitu kacau malam ini. tapi Nendra juga ingin Manda bahagia dan bisa menemukan lelaki yang tepat untuknya kelak.
Nendra membawa tubuh Manda ke dalam dekapannya membuat tangis Manda menjadi di dekapannya. Nendra bisa merasakan tubuh Manda yang bergetar di susul bajunya yang basah karena air matanya. Nendra memilih diam dan membiarkannya, tangannya mengusap punggung itu dengan lembut.
"Maaf, maafkan aku" ucapnya lirih namun masih bisa Manda dengar.