My Lover Is A Ghose

My Lover Is A Ghose
Cincin permata hijau



" akhirnya aku bisa menemukanmu putri ran" suara itu terdengar dari atas sana.


rania mendongak dan melihat tabib berada di mulut sumur tua.


kemudian tubuhnya perlahan berubah menjadi ular berwarna putih dan turun masuk ke dalam sumur mendekat ke arah dimana rania berada.


" haah, kau juga sama saja seperti mereka" kata rania ketus saat sang tabib sudah berada di hadapannya dan berubah menjadi manusia kembali.


" iya aku memang sepertinya putri ran, tapi aku tidak ada niat untuk mencelakaimu" jelasnya.


" bukan kah ibu dari tuanmu itu menyuruhmu untuk melenyapkan aku bukan!?"


" iya, tapi aku hanya ingin menyelamatkan anda saja".


" aku tidak percaya!" kata rania ketus


" lihat lah mereka semua putri ran" tunjuknya pada semua ular yang ada sekelilingnya." mereka adalah pengikut setia pangeran arav, setelah mendengar pangeran telah menikah, mereka sangat bahagia dan berjanji akan ikut menjaga anda termasuk calon penerus kalian nanti. jika kami ingin mencelakainya anda, pasti sedari tadi anda sudah sekarat karena terkena racun ular, termasuk ular kobra itu. anda pasti sangat tahu bukan? racun ular kobra sangat mematikan. tapi sampai saat ini mereka tidak menyerang anda , bahkan mereka mengelilingi anda agar tidak ada ular lain sebangsanya yang menyakiti anda" jelas nya panjang lebar.


rania terdiam sesaat , dalam hatinya membenarkan perkataan tabib itu.


" lalu, apa kau akan membantuku keluar dari hutan ini?" akhirnya kata-kata itu yang terucap setelah terdiam beberapa saat.


" aku tidak bisa menjanjikannya, hanya putri ran sendiri yang menentukan itu. aku hanya akan memberikan sesuatu benda untuk di bawa" kata tabib memberikan sebuah cincin dengan permata berwarna hijau ." cincin ini adalah pemberian tuan arav untuk anda, cium cincin itu di saat mendesak maka akan ada bantuan yang akan datang. jika putri ran merindukan tuan arav, cukup pejamkan mata dan pikirkan dia, maka tuan akan menemui putri ran lewat mimpi" .


" siapa juga yang merindukan tuanmu itu. dasar penipu" kata rania sambil mengambil cincin permata hijau lalu di sematkannya ke jari manisnya.


" hemm, tidak! dia kan siluman. bisa saja itu bukanlah wajah aslinya" jawab rania ketus.


" tidak semua siluman bisa merubah wujud menjadi orang lain putri, lagi pula pangeran bukan mahkluk yang mau menjadi orang lain hanya untuk memenangkan hati seseorang. dia mahkluk yang baik, penyayang juga setia" kata tabib memberi tahu tentang kebaikan tuannya.


" ck, tidak usah memujinya di depanku. kau kan orang terdekatnya , tentu saja akan selalu membela dan memujinya".


tabib mendesah mendengar bantahan rania yang selalu saja tidak ingin mendengar penjelasannya.


" baiklah, aku akan membantu putri ran untuk keluar dari sini. tapi minumlah air ini terlebih dulu, agar suruhan ratu tidak bisa mencium bau tubuh anda" kata tabib memberikan 1 botol kecil berisi cairan berwarna merah.


" apa ini?" tanya rania sambil mengamati isi botol kecil itu.


" ini air dari rendaman kulit ular di campur dengan air mawar dan sedikit ramuan" jawab santai tabib.


" tidak mau!" kata rania cepat lalu memberikan botol itu kembali


" minumlah, hanya dengan meminum air itu. bau manusia dari tubuh putri ran tidak akan tercium oleh mereka, atau pelarian putri akan percuma" bujuk tabib" putri tidak akan pernah bisa keluar dari hutan ular ini".


rania mendesah panjang namun tetap menuruti perintah tabib itu, perlahan rania membuka tutup botol, hidungnya mengendus ujung botol . tercium aroma mawar dengan aroma sedikit aneh. matanya kembali menatap tabib yang masih mengamatinya, tabib mengangguk meyakinkan rania, hingga rania mau tak mau menegak habis air yang berada di dalam botol kecil itu hingga tandas.


rasanya rania ingin sekali muntah , tapi rania berusaha menahannya.


tabib tersenyum lebar, saat rania menghabiskan air ramuan yang di buatnya." sekarang aku akan membawa putri ran untuk naik ke atas" kata tabib memegang pergelangan tangan rania erat lalu melompat, kakinya bertumpu pada sebuah batu, menginjak dinding dan kini keduanya telah berhasil keluar dari dalam sumur tua.